MerahPutih.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza menyebut bahwa timnya dirugikan dengan pemindahan venue pertandingan melawan Persib Bandung. Laga pada pekan 32 Super League tersebut harus digelar di Stadion Segiri Samarinda pada Minggu, 10 Mei 2026.
I.League sempat menjadwalkan bahwa laga akan digelar di Jakarta International Stadium (JIS) meski ada keinginan Persija memainkan pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Tidak keluarnya izin keamanan menggelar pertandingan di Jakarta membuat partai penuh gengsi itu digelar di Samarinda.
Dengan demikian, Persija harus kembali menjamu Persib di luar. Terakhir kali duel akbar itu digelar di Jakarta ialah pada 2019 silam.
Baca juga:
"Tentu saja seharusnya status tuan rumah adalah milik kami dan seharusnya bermain di lapangan sendiri, dengan suporter kami," kata Souza, Kamis (7/5).
"Tentu saja poin-poin itu seharusnya menjadi hal positif bagi kami," tambahnya.
"Saya tidak tahu apakah Persib diuntungkan dengan hal ini, tetapi saya tahu kami sama sekali tidak mendapatkan keuntungan," tegas pelatih asal Brasil itu.
Laga Persija vs Persib cukup menentukan persaingan juara di periode akhir kompetisi.
Apabila menang, Macan Kemayoran mengoleksi 68 poin di posisi kedua dan akan menjaga peluang juara dengan dua laga sisa meski berat.
Sementara Persib terancam gagal juara. Terlebih jika di laga lain Borneo FC menang atas tuan rumah Bali United dalam laga yang dijadwalkan Senin, 11 Mei.
Jika skenario itu terjadi Borneo memimpin klasemen dengan 75 poin, unggul tiga poin dari Persib. (*)