MerahPutih.com - Maulana Ardiansyah kembali menghadirkan karya terbaru bagi para penikmat musik Tanah Air. Kali ini, penyanyi muda tersebut merilis singel berjudul PEPATAH (Perantau Pantang Menyerah), sebuah lagu yang mengangkat kisah tentang perjuangan seorang perantau dalam meraih kehidupan yang lebih baik.
Lagu PEPATAH tidak sekadar menjadi karya musik biasa. Lagu ini lahir dari pengalaman pribadi Maulana Ardiansyah yang hingga kini masih menjalani kehidupan sebagai perantau jauh dari kampung halaman.
Melalui lagu tersebut, Maulana mencoba menggambarkan perjalanan hidup yang penuh tantangan. Kisah yang diangkat dalam lagu ini menyoroti realitas yang kerap dialami para perantau, mulai dari bekerja keras demi mencari nafkah hingga menghadapi berbagai rintangan dalam kehidupan sehari-hari.
Lagu ini membawa pesan kuat tentang keteguhan hati dan semangat pantang menyerah. Perjuangan tersebut tetap dijalani dengan tekad, keyakinan, serta harapan untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
Baca juga:
Syifa Mahirah Debut lewat Lagu 'Jerih Penat', Kisah Pengorbanan Ibu yang Mengharukan
Husain Prawiro Rilis Lagu 'Pulang Kampung', Ceritakan Hangatnya Tradisi Mudik
Heldy Mahardika Rilis Lagu 'Ayo Sahur', Pengingat Ibadah di Bulan Ramadan
Lirik PEPATAH - Maulana Ardiansyah
Begini nasib di perantauan
Cari uang sampai banting tulang
Kadang-kadang tidur kedinginan
Kadang juga gerah kepanasan
Begitu susahnya cari uang
Pontang panting sampai kelimpungan
Tapi aku terus berjuang
Demi keluarga yang ku sayang
Tak lupa ku berdoa kepada yang kuasa
Berakit rakit ke hulu
Berenang kita ke tepian
Bersakit sakit dahulu
Berjuang demi masa depan
Berakit rakit ke hulu
Berenang kita ke tepian
Usaha dan doa selalu
Rezeki sudah diatur Tuhan
Bertahun-tahun di perantauan
Selalu rindu kampung halaman
Bukan aku tak mau pulang
Pantang pulang sebelum menang
Tak lupa ku berdoa pada yang kuasa
Berakit rakit ke hulu
Berenang kita ke tepian
Bersakit sakit dahulu
Berjuang demi masa depan
Berakit rakit ke hulu
Berenang kita ke tepian
Usaha dan doa selalu
Rezeki sudah diatur Tuhan
Berakit rakit ke hulu
Berenang kita ke tepian
Bersakit sakit dahulu
Berjuang demi masa depan
Berakit rakit ke hulu
Berenang kita ke tepian
Usaha dan doa selalu
Rezeki sudah diatur Tuhan
Yok ayok bekerja
Sekeras kerasnya
Tapi jangan lupa
Pada yang kuasa
Yok ayok bekerja
Sekeras kerasnya
Tapi jangan lupa
Pada yang kuasa
(Far)