Massa Buruh Masih Bertahan di Istana Negara
Polisi berjaga di depan Istana Negara yang diberi pengaman kawat berduri saat aksi demo buruh, Jumat (30/10). (Foto: MP/Achmad Cinde)
MerahPutih Peristiwa - Hingga pukul 18.30 WIB lebih massa demonstran masih bertahan di depan Istana Negara. Pasalnya, tuntutan mereka agar pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah (PP) 78 tentang pengupahan tidak digubris.
"Ya kita nginep, tapi aksi damai," kata Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) M Rudi, di lokasi aksi depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/10).
Pantauan merahputih.com, semangat buruh masih membara untuk menyuarakan pencabutan PP tersebut. Usai salat magrib, massa merangsek ke mobil komando yang persis di depan gerbang Istana.
Aparat kepolisian juga tak mau kalah. Ribuan aparat gabungan sudah pasang kuda-kuda. Mereka berdiri tepat di depan massa aksi dengan membawa serta tameng dan siap melaksanakan aba-aba komando untuk mengusir demonstran.
"Huuu... cemen," teriak para demonstran. (mad)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
Antisipasi Demo Buruh, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah
Kawasan Monas Macet Total, Buruh Tuntut UMP Naik Jadi Rp 6 Juta di Balai Kota
Hampir 2.000 Porsonel Kawal Demo di Monas, Orator Buruh Ingat-Ingat Pesan Kapolres!