Masih tak Terima, Pedri Minta UEFA Selidiki Wasit Inter Milan vs Barcelona
Pedri minta UEFA selidiki wasit Inter Milan vs Barcelona. Foto: FC Barcelona
MerahPutih.com - Gelandang Barcelona, Pedri, mendesak UEFA untuk menyelidiki kinerja wasit dalam kekalahan 4-3 yang menyedihkan di semifinal Liga Champions melawan Inter Milan di Guiseppe Meazza, Rabu (7/5) dini hari WIB.
Gol Raphinha pada menit ke-87 hampir membawa Barcelona ke final Liga Champions pertama sejak 2015. Namun, gol penyeimbang di menit-menit akhir dari Francesco Acerbi dan gol Davide Frattesi di perpanjangan waktu, membuat Inter menang telak 4-3 pada malam itu, dengan agregat 7-6.
"Ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi pada kami dengan wasit ini, UEFA harus menyelidikinya," kata Pedri dikutip dari ESPN, Rabu (7/5).
"Setiap 50-50 untuk mereka, ada hal-hal yang tidak saya mengerti dan sulit dijelaskan."
Baca juga:
Barcelona Gagal Remontada, Inter Milan Melaju ke Final Liga Champions
Keputusan Wasit Dianggap tak Untungkan Barcelona
Ketika ditanya apa yang sulit dipahami, ia menambahkan: "Dalam penalti terhadap Lamine [Yamal], yang kemudian diberikan sebagai tendangan bebas, tidak ada kartu kuning untuk [Henrikh] Mkhitaryan, yang seharusnya menjadi kartu kuning keduanya."
Sementara itu, gelandang Inter Milan, Mkhitaryan, mendapat peringatan atas pelanggarannya terhadap Yamal. Pelanggaran itu merupakan kartu kuning pertamanya dalam pertandingan tersebut.
Wasit asal Polandia yang memimpin pertandingan itu, Szymon Marciniak, pernah menjadi wasit final Piala Dunia 2022. Ia juga menjadi wasit saat Barca dan Inter bermain imbang 3-3 di babak penyisihan grup Liga Champions 2022, yang pada akhirnya juga menyingkirkan Barca.
Sementara itu, wasit VAR untuk pertandingan tersebut adalah duo Belanda, Pol Van Boekel dan Dennis Higler, yang juga bertugas ketika Barca bermain di Guiseppe Meazza pada 2022.
Baca juga:
Lamine Yamal Umbar Janji, Bakal Bawa Trofi Liga Champions ke Barcelona
Pertandingan itu berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Inter. Barca pun marah besar atas keputusan wasit yang menganulir gol Pedri karena handball Ansu Fati. Kemudian, wasit juga tidak memberikan penalti saat Denzel Dumfries menyentuh bola dengan tangannya.
"Saya sudah datang tiga kali ke stadion Inter dan hal-hal yang tidak diinginkan selalu terjadi yang tidak berjalan sesuai keinginan kami," kata bek Barcelona, Eric García kepada Movistar.
Tidak jelas keputusan mana yang menurut Barca seharusnya menguntungkan mereka. Saat itu, mereka juga mengajukan banding atas kemungkinan handball oleh Acerbi.
Hansi Flick Minta Barcelona Terima Kekalahan atas Inter Milan
Mereka mengklain, bahwa Gerard Martin dilanggar saat proses gol penyeimbang Inter di menit-menit akhir. Barca juga mengeluhkan wasit terlalu lunak terhadap beberapa perlakuan terhadap Yamal.
"Saya pikir beberapa keputusan bersifat 50-50, selalu untuk Inter, tetapi memang seperti itu," kata pelatih Barcelona, Hansi Flick, saat konferensi pers.
Baca juga:
Inter Milan ke Final Liga Champions, Simone Inzaghi Sebut Barcelona Luar Biasa
"Kita harus menerimanya, ini sepak bola. Kita boleh bangga dengan penampilan kita. Terkadang memang seperti itu, Anda merasa sedikit tidak adil."
Namun, Barca harus segera melupakan kekalahan itu. Pada Minggu (11/5) nanti, mereka akan menjamu Real Madrid dengan peluang untuk memperlebar keunggulan tujuh poin di puncak klasemen LaLiga, dengan hanya tiga pertandingan tersisa. (sof)
Bagikan
Soffi Amira
Berita Terkait
Arsenal vs Kairat Liga Champions: Laga Formalitas, Ada Kejutan?
Prediksi Napoli vs Chelsea Versi Superkomputer Opta: Peluang Menang The Blues Tipis, Wajib Waspadai 'Parkir Bus' Ala Antonio Conte
PSG vs Newcastle Versi Superkomputer Opta: Les Parisiens Diprediksi Menang Telak, The Magpies Cuma Punya Nasib 18 Persen
Prediksi Liverpool vs Qarabag Versi Superkomputer: Persentase Kemenangan The Reds Nyaris 80 Persen
Barcelona vs Copenhagen: Statistik, Kabar Tim, dan Prediksi Skor
Lini Belakang Liverpool Keropos Jelang Laga Krusial Kontra Qarabag, Wataru Endo Jadi Solusi?
4 Pemain Disebut Guardiola dan Jadi Bukti Galatasaray Bukan Kaleng-kaleng, Manchester City Waspada Penuh
Hadapi Borussia Dortmund di Signal Iduna Park, Tantangan Besar bagi Inter Milan
Duel Guru vs Murid di Estadio da Luz: Jose Mourinho Siap Sulitkan Alvaro Arbeloa
Prediksi Benfica vs Real Madrid 29 Januari 2026: Los Blancos Incar Tiket Lolos ke Babak 16 Besar