Masih Akan Dipakai, Pengamat: Padahal Politik SARA Lebih Berbahaya

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 26 Desember 2017
Masih Akan Dipakai, Pengamat: Padahal Politik SARA Lebih Berbahaya

Sejumlah pelajar menyaksikan alat peraga Pemilu pada peresmian Graha Pintar Pemilu di Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (31/8). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politik suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) diprediksi masih akan terus meramaikan kontestasi pesta demokrasi 2018 hingga Pilpres 2019.

Alasannya, selain karena penindakan yang terkesan minim dari pengawas pemilu juga karena ada dorongan kepercayaan agama.

"Prediksi saya isu SARA enggak akan berhenti. Kita perlu antisipasi, pertama ada semacam situasi di mana politik isu SARA enggak bermasalah, karena itu dianggap bagian dari mengamalkan kepercayaan agama," kata pengamat politik Ray Rangkuti dalam diskusi bertajuk Tutup Tahun 2017, Jemput Tahun Politik 2018‎ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/12).

Padahal, kata Ray,‎ politik SARA efeknya jauh lebih berbahaya dibandingkan politik uang. Meskipun kedua-duanya sangat dilarang dalam berkompetisi.

Politik uang, jelasnya, tidak berefek panjang dan tidak mengakibatkan terbelahnya masyarakat. Berbeda dengan politik SARA yang berefek panjang dan terbelahnya masyarakat.

"Politik uang bahaya tapi efeknya enggak panjang dan tidak ada masyarakat terbelah seperti ketika adanya isu SARA. Kalau politik SARA itu kan pendukung yang menang belum move on, yang kalah juga enggak move on. Jadi benar-benar masyarakat jadi terbelah gara-gara isu SARA," kata dia.

Contoh kasus di Jakarta. Akibat politik SARA di Pilkada DKI 2016 lalu, pendukung terbelah dan hingga saat ini masih ada pihak belum beranjak dari isu-isu tersebut.

"Pilkada DKI banyak isu SARA. Kita merasakan betul efek Pilkada DKI ada isu SARA. Isu SARA bukan hanya membuat masyarakat berbeda tapi terbelah," tandasnya. (Fdi)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Analis Sebut 2017 Tahun Politik Kebencian

#Konflik SARA #Pilkada 2018 #Pilpres 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Tempati Urutan Pertama Daerah Rawan Politisasi SARA di Pemilu 2024
DKI Jakarta menjadi provinsi tertinggi pertama yang berpotensi memiliki kerawanan tinggi politisasi SARA.
Zulfikar Sy - Rabu, 11 Oktober 2023
Jakarta Tempati Urutan Pertama Daerah Rawan Politisasi SARA di Pemilu 2024
Bagikan