Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Masalah yang Harus Diperbaiki Gareth Southgate di Perempat Final Euro 2024

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 03 Juli 2024
Masalah yang Harus Diperbaiki Gareth Southgate di Perempat Final Euro 2024

Selebrasi Jude Bellingham dan Harry Kane (Foto: UEFA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Inggris lolos ke perempat final Euro 2024 setelah mengalahkan Slovakia 2-1 di babak perpanjangan waktu. Nantinya, The Three Lions akan menghadapi Swiss di perempat final, pada Sabtu (6/7) pukul 23.00 WIB.

Namun, Inggris dinilai tampil buruk saat melawan Slovakia. Lalu, apa masalah yang perlu diatasi oleh Gareth Southgate di Perempat Final Euro 2024 nanti?

Baca juga:

UEFA Buat Program untuk Lawan Pelecehan di Media Sosial selama Euro 2024

Masalah yang Perlu Diperbaiki Gareth Southgate di Perempat Final Euro 2024

Inggris harus memperbaiki performanya di perempat final Euro 2024
Inggris harus memperbaiki performanya di perempat final Euro 2024. Foto: UEFA

Mengutip Sky Sports, berikut adalah beberapa masalah yang harus diperbaiki Southgate sebelum timnya menghadapi Swiss pada Sabtu (6/7) mendatang:

1. Pertajam Serangan

Inggris hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran selama 120 menit. Dua gol dari Jude Bellingham dan Harry Kane juga berasal dari upaya tersebut.

Slovakia berhasil melakukan tiga tembakan tepat sasaran selama pertandingan dan lebih banyak dari Inggris. Lalu, Inggris juga mengalami kesulitan saat menciptakan peluang di turnamen tersebut. Di antara tim yang tersisa, hanya Slovenia yang mencatatkan tembakan.

2. Penguasaan Bola

Inggris memiliki rata-rata penguasaan bola sebesar 59,7 persen dalam empat pertandingan. Hanya Portugal dan Jerman saja yang memiliki rata-rata penguasaan bola lebih banyak dari 24 tim.

Pasukan Southgate memiliki penguasaan bola sebesar 63 persen saat melawan Slovakia. Namun, sebagian besar penguasaan bola berada di wilayah mereka sendiri. Kemudian, bek tengah Marc Guehi dan John Stones, hanya bertukar 64 umpan saja.

Phil Foden juga paling menonjol, karena melakukan umpan ke belakang. Mereka juga kesulitan menemukan rekan satu timnya dengan umpan silangnya dari sisi kanan.

Foden hanya memiliki tingkat keberhasilan umpan silang sebesar 17 persen di Euro 2024. Angka itu masih di bawah rata-rata pemain Inggris. Perlu dicatat, bahwa banyak dari umpan silang tersebut datang dari tendangan sudut.

Baca juga:

Menilik Perjalanan Timnas Inggris di Euro 2024, Ada Peluang ke Final?

3. Terlalu Nyaman dengan Umpan yang Tak Efektif

Inggris tampaknya berada dalam posisi yang terlalu dalam. Kritik lain yang dilancarkan di Inggris adalah kecenderungan mereka yang semakin terpuruk setelah memimpin.

Statistik menunjukkan, bagaimana tim asuhan Southgate berada di depan saat tertinggal dalam permainan. Mereka juga tertinggal saat mempertahankan keunggulan ketika sedang unggul satu gol.

Biasanya, Inggris membiarkan lawannya melakukan 16,1 operan sebelum mencoba melakukan intervensi. Hanya Slovenia dan Rumania saja yang kurang intens.

4. Mengandalkan Kane untuk Kuasai Bola

Harry Kane sudah mencetak dua gol, tetapi sering terlihat terisolasi di lini depan. Ia juga mengalami kesulitan untuk mempertahankan permainan.

Faktanya, sang striker rata-rata melakukan sentuhan hampir setengah dari jumlah pemain Inggris lainnya. Ia meraih 27 sentuhan per 90 menit, termasuk kiper Jordan Pickford.

Sebagian besar penggemar Inggris sudah terbiasa dengan Kane yang turun lebih dalam untuk mempengaruhi permainan, yang sejauh ini sulit ia capai di Jerman.

Namun, ada desakan bagi Southgate untuk memainkan Cole Palmer sebagai starter. Hal itu sebenarnya bisa menguntungkan Kane. Keduanya diprediksi bisa saling bertukar enam umpan per 90 menit. Sayangnya, Kane dan Palmer hanya mencatatkan 58 menit di lapangan bersama-sama.

Kane juga kehilangan penguasaan bola sebanyak lima kali selama turnamen. Ia berjuang untuk mempertahankan penguasaan bola di ruang sempit. Namun, striker Bayern Munchen bukanlah penyebab terburuk bagi Inggris.

Tiga pemain Inggris lainnya di lini depan lebih banyak melakukan sentuhan yang gagal, seperti Phil Foden (7) serta Bukayo Saka dan Jude Bellingham (6).

Baca juga:

Musiala Saingi Mikautadze di Papan Top Skor Sementara Euro 2024

5. Nasib John Stones setelah Marc Guehi Diskors

John Stones juga tampil tidak terlalu baik di Euro 2024. Kini, ia akan bekerja sama dengan bek tengah baru saat melawan Swiss. Sebab, Marc Guehi diskors setelah menerima kartu kuning.

Inggris juga dianggap terlalu statis dalam penguasaan bola. Berbeda dengan perannya di Manchester City, Stones hampir seluruhnya beroperasi di wilayahnya sendiri di Euro 2024.

Saat di Manchester City, Stones memiliki variasi passing yang cukup menonojol. Namun, pergerakan passing dirinya di Euro 2024 tidak berkembang.

6. Belum Ada Bek Kiri yang Tepat

Banyak orang yang terkejut ketika Southgate memindahkan Saka ke bek kiri setelah Kieran Trippier terpaksa keluar karena cedera betis.

Namun, posisi bek kiri telah menjadi masalah bagi Inggris sepanjang turnamen. Sebab, tidak ada pemain berkaki kiri alami yang fit untuk menempati posisi tersebut. Walker juga pernah berperan dalam posisi tersebut.

Di antara pemain reguler Inggris yang menjadi starter, Trippier menerima rata-rata peringkat pemain terendah kedua (5,0). Kemudia, hanya Kane yang memiliki skor lebih buruk (4,8).

Ada tanda tanya mengenai apakah Luke Shaw harus mendapat tempat sebagai starter jika dinyatakan fit. Ia terakhir kali bermain sepak bola kompetitif pada Februari 2024 lalu.

Joe Gomez juga akan menjadi pilihan untuk menggantikan Trippier saat melawan Swiss, jika pemain Newcastle itu absen.

Namun, hanya Shaw yang memiliki pengalaman lebih banyak dibanding Gomez sebagai bek kiri di antara skuad Inggris saat ini. Faktanya, Saka juga memiliki pengalaman lebih banyak dibanding Trippier dan Walker, karena juga bermain sebagai bek sayap kanan saat babak perpanjangan waktu melawan Slovakia.

Terlepas dari semua hal di atas, Inggris masih berpeluang untuk memenangkan Euro 2024. (*)

#Olahraga #Sepak Bola #Euro 2024 #Timnas Inggris
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari berita nasional, sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
GRID Cardio Rush 2026 Makin Meriah, Influencer dan Pebasket Top Siap Turun ke Lintasan!
GRID Cardio Rush 2026 menggandeng influencer hingga pebasket top. Ajang lari ini akan digelar 2 Agustus 2026.
Soffi Amira - 1 jam, 35 menit lalu
GRID Cardio Rush 2026 Makin Meriah, Influencer dan Pebasket Top Siap Turun ke Lintasan!
Olahraga
Transfer Anan Khalaili ke Inter Milan Tertunda, Tes Medis Tambahan Jadi Kendala
Inter Milan masih menunda pengumuman transfer Anan Khalaili. Ia harus menjalani tes medis tambahan hingga pekan depan.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
Transfer Anan Khalaili ke Inter Milan Tertunda, Tes Medis Tambahan Jadi Kendala
Olahraga
PSG Makin Dekat Dapatkan Ferran Torres, Barcelona Sudah Siap Kehilangan?
PSG kini makin dekat mendapatkan Ferran Torres. Barcelona sepertinya sudah siap kehilangan pemainnya itu.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
PSG Makin Dekat Dapatkan Ferran Torres, Barcelona Sudah Siap Kehilangan?
Olahraga
Legenda Prancis Bongkar Penyebab Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Disabotase?
Legenda Prancis menyebut Cristiano Ronaldo disabotase Portugal, setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
Legenda Prancis Bongkar Penyebab Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Disabotase?
Olahraga
Transfer Ederson ke Manchester United Terancam Gagal, Mulai Hadapi Krisis Gelandang
Ederson terancam ke Manchester United, setelah masih belum menjalani tes medis. Kini, MU menghadapi krisis gelandang.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
Transfer Ederson ke Manchester United Terancam Gagal, Mulai Hadapi Krisis Gelandang
Olahraga
Sesumbar Jelang Laga Prancis vs Spanyol, Lamine Yamal: Mereka yang Harus Takut pada Kami
Lamine Yamal mengirim ancaman untuk Prancis setelah Spanyol lolos ke semifinal Piala Dunia 2026.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
Sesumbar Jelang Laga Prancis vs Spanyol, Lamine Yamal: Mereka yang Harus Takut pada Kami
Fun
GRID Cardio Rush 2026 Gabungkan Lari dan Konservasi, Targetkan 1.500 Bibit Pohon
GRID Cardio Rush 2026 akan kembali digelar. Event ini menggabungkan konsep lari dan konservasi dengan menanam 1.500 bibit pohon.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
GRID Cardio Rush 2026 Gabungkan Lari dan Konservasi, Targetkan 1.500 Bibit Pohon
Olahraga
Prediksi Norwegia vs Inggris: Duel Haaland vs Kane Berebut Tiket Semifinal Piala Dunia 2026
Prediksi Norwegia vs Inggris akan menyajikan pertarungan seru. Kemungkinan pertandingan ini akan ditentukan lewat adu penalti.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
Prediksi Norwegia vs Inggris: Duel Haaland vs Kane Berebut Tiket Semifinal Piala Dunia 2026
Olahraga
Link Live Streaming Spanyol vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026, Kick-off 02.00 WIB
Link live streaming Spanyol vs Belgia akan dimulai Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB. La Roja belum kebobolan di Piala Dunia 2026.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
Link Live Streaming Spanyol vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026, Kick-off 02.00 WIB
Olahraga
Demam Piala Dunia 2026! Jersey Timnas Norwegia Sold Out, Fans Rela Antre 12 Jam
Jersey timnas Norwegia ludes terjual jelang laga melawan Inggris. Kesuksesan Norwegia di Piala Dunia 2026 menyebabkan penjualan jersey meledak.
Soffi Amira - Jumat, 10 Juli 2026
Demam Piala Dunia 2026! Jersey Timnas Norwegia Sold Out, Fans Rela Antre 12 Jam
Bagikan