Merahputih.com - Toyota Indonesia memperkenalkan konsep multi-pathway pada GIIAS 2024 sebagai strategi untuk mencapai target pemanfaatan energi terbarukan (EBT).
Konsep multi-pathway ini bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam mencapai netralitas karbon. Salah satu inovasi terbaru dari Toyota di GIIAS 2024 adalah Konsep Kijang Innova Zenix HEV Flexy Fuel.
Model ini menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran dalam yang menggunakan bahan bakar etanol, sehingga lebih ramah lingkungan.
Kendaraan ini dapat menggunakan etanol dari berbagai sumber seperti tebu, sorgum, jagung, dan singkong, bergantung pada ketersediaan sumber daya lokal.
Baca juga:
Kejuaraan Balap Mobil Listrik Extreme E Beralih Pakai Mobil Hidrogen
Studi internal Toyota menunjukkan tingkat emisi CO2 Well to Wheel dari Kijang Innova Zenix HEV Flexy Fuel Concept lebih dari 60 persen lebih rendah dibandingkan dengan Kijang Innova Zenix konvensional dengan mesin pembakaran murni (ICE), dan lebih dari 50 persen lebih rendah dibandingkan dengan Kijang Innova Zenix dengan teknologi HEV.
Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sudah siap untuk memproduksi secara massal FFV dengan menggunakan etanol, yang akan meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan sesuai dengan roadmap energi nasional Indonesia.
Baca juga:
Meski demikian, keberhasilan produksi massal kendaraan ini sangat bergantung pada infrastruktur, regulasi, kebijakan harga, insentif, dan faktor lainnya.
Toyota Indonesia telah memperkenalkan Fortuner FFV sebelumnya, menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ketahanan energi dan memimpin perubahan di pasar mobil nasional.
Dukungan dari Pemerintah Indonesia dalam mendorong penggunaan bioetanol melalui regulasi juga diapresiasi oleh Toyota, yang berkomitmen untuk terus menghadirkan teknologi bersih dan berkelanjutan yang sesuai dengan kondisi lokal.
Baca juga:
Toyota Bikin Oven Batu Bertenaga Hidrogen yang Bisa untuk Masak Pizza
Pengenalan FFV oleh Toyota Indonesia bukan hanya untuk mengurangi emisi karbon tetapi juga untuk mengamankan keamanan energi, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar, serta menciptakan peluang baru dalam sektor kerja dan investasi. (waf)