MerahPutih.com - Setelah vakum merilis karya selama dua tahun, The Candle Light Children akhirnya kembali dengan single terbaru bertajuk “Mangoes” yang meluncur pada 24 April 2026 melalui Aksara Records.
Lagu ini menjadi pembuka menuju album penuh perdana mereka, “No Vacancy”, yang direncanakan rilis pada Juli mendatang.
Di balik proyek The Candle Light Children, Ramadan Nitiyudo merancang “Mangoes” sebagai karya yang berangkat dari emosi. Lagu ini mengangkat tema pelarian (escapism) dan pencarian makna hidup yang seolah tak pernah menemukan titik akhir.
Seperti rasa mangga yang memadukan manis dan asam, lagu ini merefleksikan kehidupan yang penuh paradoks—hangat di satu sisi, namun menyimpan kepahitan yang tetap tertinggal, bahkan saat seseorang mencoba menjauh sejenak dari realitas.
“Mangoes” ditulis oleh Ramadan Nitiyudo bersama Pierre Ibrahim dan Ridh, serta diproduseri oleh Christianto Ario Wibowo. Proses kreatifnya sendiri terbilang panjang—lagu ini sudah mulai digarap sejak dua tahun lalu, namun baru menemukan bentuk finalnya setelah melalui tahap produksi bersama Ario dan Kurosuke.
Baca juga:
Puisi Jadi Musik, Sunyiruri dan Figura Renata Hidupkan Karya Usman Arrumy
Sejak awal, proyek ini memang diposisikan bukan sekadar single, melainkan sebagai gerbang menuju semesta cerita yang lebih luas, layaknya adegan pembuka dalam sebuah film.
Menariknya, “Mangoes” juga menjadi bagian awal dari narasi besar dalam album debut “No Vacancy”. Album ini mengikuti perjalanan seorang karakter yang mencoba memulihkan diri dari luka hubungan dengan cara melarikan diri ke suasana liburan.
Namun, dalam prosesnya, ia justru menyadari bahwa pola lama dalam dirinya terus berulang. Pada akhirnya, album ini berbicara tentang penerimaan terhadap perubahan, alih-alih terus menghindarinya, serta perjalanan belajar untuk mencintai diri sendiri.
Lewat “Mangoes”, The Candle Light Children tidak hanya menandai kembalinya mereka ke ranah musik, tetapi juga membuka lembaran cerita baru yang terasa intim, sinematik, dan dekat dengan pengalaman banyak orang—terutama mereka yang pernah mencoba melarikan diri dari dirinya sendiri, sebelum akhirnya kembali untuk menghadapi kenyataan. (Far)