Grooming

Mandi dapat Merusak Kulit. Lantas Bagaimana?

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 07 Februari 2018
Mandi dapat Merusak Kulit. Lantas Bagaimana?

Shower dengan air panas harus di bawah 40 derajat celsius. (Foto: pixabay/955169)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAWAT tubuh sudah banyak disadari oleh pria, apalagi oleh wanita. Kebutuhan itu membuat penampilan tubuh jauh lebih sehat dari ujung rambut sampai ke kaki. Berbagai produk perawataan tubuh pun terjejer rapih siap dipakai.

Namun tidak disadari bahwa ada hal-hal yang malah merusak proses perawatan itu. Namun dianggap biasa saja karena sudah dilakukan dari hari ke hari. Padahal kebiasaan itu bisa menjadi faktor rusaknya perawatan yang sudah Anda lakukan.

Meskipun demikian, ini bukanlah harga mati, semua kembali pada kenyamanan seseorang dalam merawat tubuhnya.

Mandi air hangat bukanlah hal yang istimewa terutama jika badan terasa tidak sehat. Namun tahukah Anda suhu yang baik bagi kulit? Menurut Dr Anton Alexandroff, konsultan dermatologist dari British Skin Foundation, mengatakan mandi dengan air hangat harus di bawah suhu 40 derajat celsius.

Alexandroff menambahkan idealnya air hangat kuku dan mandi 10-20 menit saja tidak boleh lebih.

Sabun atau shower gel terkadang memberikan masalah pula pada kulit demikian Alexandroff mengatakan seperti pada laman fashionbeans. Jika memakai sabun dan shower gel di kulit terasa kering atau gatal, layaknya Anda mempertimbangkan untuk mandi dengan gel pelembab atau krim.

Namun yang harus diperhatikan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang terkandung pada pelembab yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

bubble bath
(Foto: Sacred Equilibrium)

Shampo merupakan keharusan untuk menjaga kebersihan kepala. Seperti yang dikatakan oleh Iain Sallis dari hairmedic dan anggota Institute of Trichologist, sampao dipakai untuk menurunkan risiko berkembangnya mikroba di rambut dan kulit kepala. Sallis menegaskan rambut tidak bisa membersihkan sendiri, kalau tidak mau mencuci dengan shampo maka harus terbiasa dengan minyak berlebih.

Berendam di bathtub dengan bubble bath membuat tubuh santai. Kebanyakan orang berendam dengan membaca buku, segelas wine atau secangkir teh, ditingkahi dengan lilin aromatik untuk mendapatkan rasa santai nan nyaman.

Bahayanya bukan pada wine atau aroma dari lilin yang dibakar. Bahayanya berasal dari surfaktan, zat kimia yang membuat gelembung-gelembung itu. Zat itu dapat menghilangkan minyak pada kulit. Langkah terbaik, menurut Alexandroff adalah memberikan pelembab setelah berendam selama beberapa hari.

Apalagi bila berendam pada jacuzzi umumnya dimasuki oleh lebih dari dua orang. Ada kemungkinan perpindahan bakteri ke kulit. Ini dilihat bila kulit terdapat spot di badan. Sebaiknya langsung ke dokter kulit untuk mendapatkan obat yang tepat. (psr)

#Grooming
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Fun
Sensasi Dingin Merawat Kulit Wajah di Kampanye #ExtraBersihExtraSegar
Ovale memperkenalkan inovasi terbarunya melalui kampanye Ovale #ExtraBersihExtraSegar.
Ikhsan Aryo Digdo - Jumat, 09 Februari 2024
Sensasi Dingin Merawat Kulit Wajah di Kampanye #ExtraBersihExtraSegar
Fun
Mengapa Jenggot Sering Gatal?
Bila jenggot semakin gatal dan kerap mengganggu aktivitas sehari-hari kamu, bisa jadi gejala dari gangguan penyakit tertentu
Hendaru Tri Hanggoro - Kamis, 16 November 2023
Mengapa Jenggot Sering Gatal?
Fun
Pesan Ricky Harun untuk Pria Ingin Merawat Kulit
Ricky Harun ajak pria mulai merawat kulit.
Ikhsan Aryo Digdo - Minggu, 01 Oktober 2023
Pesan Ricky Harun untuk Pria Ingin Merawat Kulit
Fun
Mitos atau Fakta, Berewok Tumbuh tanpa Genetika?
Salah satu caranya melalui minodixil.
Hendaru Tri Hanggoro - Kamis, 27 Juli 2023
Mitos atau Fakta, Berewok Tumbuh tanpa Genetika?
Bagikan