MerahPutih Film - Budiman (Dwi Sasono) bukan suami biasa, dirinya terlahir sebagai penyadang autisme. Berasal dari Jawa, dirinya dan keluarga merantau ke Jakarta melawan kerasnya ibu kota, bekerja sebagai penjual ikan pun dia harus jalani.
Ditemani sang istri, Siti (Tika Bravani) keluarga ini menjalani kehidupan sederhana di pinggiran Jakarta. Mereka pun harus memenuhi kebutuhan keluarga, terutama ke dua anaknya, Ratih dan Iyan.
Namun, kehidupan tersebut tidak ditangisi oleh Budiman. Dirinya menolak dikasihani dan bekerja untuk memenuhi janjinya, membelikan baju baru sebagai kado lebaran kepada ke dua anaknya.
Sang sutradara, Richyana membangun plot film Malaikat Kecil dengan sangat sederhana. Mengisahkan seputar keluarga Jawa yang harus hidup di Jakarta tentunya menyelupkan kisah perjuangan seorang autis di belantara Ibu Kota.
Namun sang sutradara seperti menolak "mengekspolitasi" kelaina fisik tersebut untuk mencari untung. Hal inilah yang membuat film ini memiliki kekuatan sendiri, tanpa sebuah bumbu dan dramatisasi berlebihan terhadap keterbatsan fisik, para penonton masih tetap merasa tersentuh dengan kisahnya.
Tentunya keberhasilan film ini tidak lepas dari totalitas Dwi Sasono sebagai seorang autis. Sang sutradara mungkin harus memberikan "jempol" kepada pemainnya tersebut. Karena tanpa Dwi Sasono film ini akan terjebak dalam kisah keluarga berlatar FTVan.
Pesan moral dalam film ini pun membuat kita tidak mau melewatkan satu scene pun. Terutama kesabaran seorang Siti (istri Budiman) yang diperankan Tika Bravani. Karakter perempuan Jawa yang sangat sabar, patuh kepada suami dan menjadi pendamping suka duka, memberikan refleksi sendiri bagi masyarakat Indonesia.
Selain memberikan gambaran para penyandang autisme, kita pun diperlihatkan bagaimana kehidupan masyarakat pinggiran Jakarta. Sebuah satir yang kita perlukan dengan bombastisnya modernisasi di Jakarta, tapi memarjinalkan masyarakat miskin ke pinggiran.
Sekali lagi pada film ini kita akan sadar pentingnya nilai-nilai dalam hidup. Dibangun dari seorang penderita autisme yang menolak dikasihani. Walau sederhana, cerita ini memberikan refleksi dan kesadaran tentang jati diri kita sebenarnya. (Rky)
Berikut trailernya:
Baca Juga:
- Bermain Dalam Film Action, Tika Bravani Ngaku Keseleo Leher
- Naik Angkutan Umum, Tika Bravani Suka Ditempel-tempel
- Jadi Penyandang Autis di Film Terbaru, Dwi Sasono Dapat Dukungan Luar Biasa dari Istri
- Berperan Sebagai Penyandang Autis, Dwi Sasono Banyak Belajar Tentang Autisme