Mabes Polri Beberkan Temuan Sementara di Balik Melonjaknya Harga Kedelai

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 06 Januari 2021
Mabes Polri Beberkan Temuan Sementara di Balik Melonjaknya Harga Kedelai

Ilustrasi kedelai (foto: pixabay/jing)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bareskrim Polri belum menemukan dugaan pelanggaran hukum atau tindak pidana terkait dengan melonjaknya harga kedelai. Kenaikan harga pun disebut karena keterlambatan kapal pengangkut kedelai impor ke Indonesia.

"Jadi saya sampaikan, bahwa Satgas Pangan belum menemukan pelanggaran," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (6/1).

Baca Juga

Tahu Tempe Tak Lagi Langka, Harga Masih Naik

Menurut dia, spekulasi masyarakat terkait dengan kenaikan harga bahan pangan tersebut sudah coba dikonfirmasi secara langsung oleh tim kepolisian ke sejumlah gudang-gudang penyimpanan.

Ia mengatakan, kendala yang ditemukan penyidik terkait dengan kenaikan harga tersebut tidak seperti yang dipikirkan oleh masyarakat.

"Kenaikan tadi disebabkan adanya keterlambatan kapal yang mengangkut kedelai impor," kata dia.

Ramadhan menyebut itu merupakan hasil inspeksi ke sejumlah gudang perusahaan importir kedelai.

Pada Selasa (5/1) kemarin, Satgas Pangan Polri melakukan pengecekan gudang importir kedelai yang berada di tiga lokasi, yakni PT. Segitiga Agro Mandiri di Bekasi, Jawa Barat; PT FKS Mitra Argo di Kabupaten Tangerang, Banten; dan PT Sungai Budi di Kota Tangerang, Banten.

Kedelai impor. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kedelai impor. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Hasilnya, kenaikan harga karena komoditas tersebut memang mengalami kenaikan harga di negara produsen, yakni dari Rp. 6.800 menjadi Rp. 8.300. Selain itu, ia mengatakan, ada permasalahan pengangkutan.

Sejak pertengahan Oktober sampai Desember 2020, kapal yang langsung tujuan Indonesia sangat jarang.

"Sehingga menggunakan angkutan tujuan negara Singapura dan sering terjadi keterlambatan karena menunggu waktu dalam connecting ke Indonesia," kata Ramadhan.

Ramadhan mengatakan, keterlambatan komoditas tiba di Indonesia antara dua sampai tiga minggu. Ia mengatakan, kebutuhan kedelai di Indonesia memang bergantung pada impor.

Total kebutuhan kacang kedelai nasional, yakni 3.130.495 ton, sedangkan pemenuhan kedelai lokal atau dalam negeri sebanyak 296.124.

Jumlah tersebut digunakan untuk pemenuhan untuk industri, baik besar, sedang, mikro kecil sebanyak 3.092.351 ton. Konsumsi untuk tahu dan tempe sebanyak 13.480 ton, benih sebanyak 9.858 ton dan kemungkinan hilang/tercecer sebanyak 14.806 ton.

Saat ini, kata Ramadhan, diperkirakan stok ketersediaan kacang kedelai yang ada sebanyak 411.975 ton. Sedangkan, importir masih memiliki 200 ribu ton dan 250 ribu ton kedelai yang masih berada di Singapura menunggu keberangkatan. (Knu)

Baca Juga

Atasi Kelangkaan Tahu Tempe, Pemprov DKI Ganti Kedelai Impor dengan Lokal

#Harga Kedelai
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Perkecil Ukuran
bagi perajin di usaha Tahu Nunggal Roso, fluktuasi harga kedelai di angka Rp 10.800 hingga Rp 11.000 per kilogram saat ini memberikan tekanan yang cukup signifikan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Perkecil Ukuran
Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai menekan perajin tahu dan tempe. DPR soroti lonjakan harga kedelai impor hingga ancaman inflasi dan daya beli masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Indonesia
Harga Naik, Bapenas Janjikan Pasokan Kedelai ke Perajin Tahu dan Tempe Aman
Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai di tingkat importir maksimal di Rp 11.500 per kilogram (kg) dan di tingkat konsumen atau perajin tahu dan tempe tidak boleh melebihi Rp 12.000 per kg.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
Harga Naik, Bapenas Janjikan Pasokan Kedelai ke Perajin Tahu dan Tempe Aman
Berita Foto
Dampak Kenaikan Kedelai Impor, Produsen Tahu Naikkan Harga hingga 30 Persen
Aktivitas perajin saat menyelesaikan pembuatan tahu rumahan di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 09 April 2026
Dampak Kenaikan Kedelai Impor, Produsen Tahu Naikkan Harga hingga 30 Persen
Bagikan