LPA di Jakarta Fashion Week 2023, Menerjemahkan Revorm/Revive ke Aksesori
LPA di Jakarta Fashion Week 2023 mengusung tema 'Revorm/Revive'. (foto: Merahputih.com/Ronggo)
MODEL berbusana putih dengan berbagai aksesori unik membuka hari ketiga Jakarta Fashion Week 2023 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Rabu (26/10). Aksesori nan menarik itu rupanya bikinan para peserta Lomba Perancang Aksesori (LPA).
LPA merupakan sebuah wadah bagi para perancang aksesori untuk menunjukkan ide, kreasi, dan bakat. Kompetisi karya aksesori ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Tahun ini, LPA mengusung tema Revorm atau Revive.
BACA JUGA:
Wilsen Willim dan Sejauh Mata Memandang Rilis Pakaian Khas Nusantara di JFW 2023
Tidak hanya unjuk hasil karya para peserta, titian peraga LPA di Jakarta Fashion Week 2023 juga jadi panggung pengumuman pemenang kompetisi tahun ini. Tiga pemenang berhasil menarik perhatian juri LPA. Juara pertama diraih Dyandrastra Maura Vida dengan konsep Lembang Sari. Juara kedua yakni Veronica Ajeng Larasati dengan konsep Kelingan. Sementara itu, konsep Prameswari dari Ratih Swastika meraih juara ketiga.
Selain 10 peserta LPA yang tampil dengan hasil karya mereka, ada juga Yonathan Digo Permadi, founder Digo Design asal Surabaya, yang menampilkan koleksinya di panggung yang sama. “Sebelumnya pernah ikutan lPM 2013 Lomba perancang mode, tapi cuma bisa masuk sampai 20 besar,” ujar Digo pada konferensi pers Jakarta Fashion Week 2023 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan. Tidak mau berhenti, Digo kembali mengikuti LPA 2016. Ia bahkan memenangi Lomba Perancang Aksesori 2016 asal Surabaya.
BACA JUGA:
KOCCA Bawa Nuansa Kultur Korea Melalui Saint Ego dan Doucan di JFW 2023
Untuk JFW 2023, Digo Design menampilkan 16 looks woman square. Semuanya mengangkat tema sustainability dengan menggunakan bahan-bahan sisa ia miliki. “Pas awal pandemi, pernah bikin masker dan topi dari kanvas dan sisa bahannya aku bikin jadi baju gitu. Ternyata banyak orang yang suka,” ujar Digo. Ia mendesain pakaian dengan memaksimalkan penggunaan bahan sehingg bahan sisa digunakan kembali hingga benar-benar habis.
Meski pernah memenangi LPA, Digo mengaku akan lebih fokus ke busana. “Aksesori kayaknya cuma custom made aja nantinya. Tapi untuk bajunya, aku pingin satu pieces dan langsung dijual,” ujar Digo. Busana yang dibuat Digo merupakan busana limited edition. Hal itu disebabkan bahan yang digunakan merupakan hasil guna ulang sisa-sisa bahan yang ada. Walaupun siluet dan style pada setiap busana yang dikeluarkan sama, bahan yang digunakan berbeda-beda. Di masa depan, Digo Design akan terus setia dengan konsep sustainability.(yos)
BACA JUGA:
Bawakan Tema 'Beyond Transformation', JFW 2023 Tampilkan Makeup Color Block
Bagikan
Berita Terkait
Beauty Science Tech 2026, Satukan Sains, Teknologi, dan Dampak Bermakna
Perancang Busana Italia Valentino Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun
UNTOLD Stories: di Balik Outfit Kece Atlet Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025
‘Light and Shape’: ESMOD Jakarta Rayakan Inovasi Mode dari Desainer Muda di Creative Show 2025
UNIQLO Gandeng BABYMONSTER untuk Koleksi UT Terbaru, Tampilkan Desain Edgy dan Playful
Thrifting makin Digandrungi, Industri Tekstil dalam Negeri Ketar-Ketir
Tumbler Viral, Lebih daripada Gaya Hidup Sehat tapi Fashion Statement
Panduan Thrifting Jakarta, Rekomendasi Seru dari Blok M Square hingga Pasar Santa
Menenun Cerita Lintas Budaya: Kolaborasi Artistik Raja Rani dan Linying
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025