Merahputih.com - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya kalah 2-3 dari Fenerbahce pada matchday keempat Liga Champions 2026/2027.
Iraola menilai buruknya organisasi pertahanan, terutama saat menghadapi situasi bola mati, menjadi penyebab utama kekalahan The Reds.
Bermain di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB, Liverpool sebenarnya sempat dua kali unggul. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Fenerbahce mencetak dua gol melalui Archie Brown dan Vedat Muriqi pada menit ke-73 dan 79.
Baca juga:
Hasil Liga Champions: Liverpool Takluk 2-3 Lewat Comeback Dramatis Fenerbahce
Iraola semakin kecewa karena ketiga gol Fenerbahce dalam pertandingan tersebut berasal dari situasi bola mati.
Alasan utama yang dapat saya temukan untuk kekalahan kami pada pertandingan ini adalah kami kebobolan dari tiga set piece. Itu sesuatu yang selama ini kami lakukan dengan sangat baik. Kami cukup bagus melakukannya hingga hari ini,
ujar Iraola, dikutip dari BBC.
Sudah Mengetahui Fenerbahce Bahaya dalam Bola Mati

Iraola mengakui Liverpool sudah mengetahui bahwa bola mati merupakan salah satu kekuatan Fenerbahce. Namun, The Reds justru gagal mengantisipasi.
Kami tahu itu salah satu kekuatan Fenerbahce. Kami kebobolan dari tendangan bebas, sepak pojok, dan bahkan lemparan jauh. Itu adalah gol-gol yang sangat menyakitkan bagi kami,
katanya.
Iraola menilai kekalahan tersebut terasa semakin mengecewakan karena Liverpool sempat memiliki momentum positif. Mereka mampu mengontrol permainan dan dua kali mengambil keunggulan, tetapi kehilangan hasil maksimal akibat kesalahan dalam bertahan.
Baca juga:
Kalah Bukan karena Salah Pilih Starting XI
Iraola juga menanggapi anggapan bahwa kekalahan Liverpool di markas Fenerbahce disebabkan oleh kesalahan dalam menentukan susunan pemain utama.
Pelatih asal Spanyol itu menolak menjadikan pilihan starting XI sebagai penyebab kekalahan. Ia menilai sejumlah pemain yang tidak tampil pada pertandingan akhir pekan sebelumnya tetap mampu memberikan kontribusi positif.
Menurut Iraola, persoalan utama yang harus dibenahi adalah cara Liverpool mengantisipasi bola mati dan memaksimalkan peluang ketika menguasai permainan.
Saya pikir itu bukan alasan kami kalah. Beberapa pemain yang tak tampil pada akhir pekan bisa bermain bagus,
katanya.
Ia menegaskan Liverpool perlu mengevaluasi proses terjadinya gol-gol lawan sekaligus meningkatkan efektivitas serangan.
Baca juga:
9 Rekor Spektakuler Tercipta setelah Como Gulung Lens 9-1 di Liga Champions
"Kami harus lebih mencermati cara kami kebobolan gol-gol dan alasan kami tidak menang meskipun sempat mendapatkan beberapa momen bagus, terutama saat menguasai bola dan seharusnya bisa mencetak lebih dari dua gol," tutur Iraola.