MerahPutih.com - Lionel Messi menutup perjalanan karier internasionalnya selama 21 tahun bersama Argentina pada Rabu (7/10).
Ia mengucapkan salam perpisahan kepada para penggemar Argentina dalam penampilan terakhir yang penuh emosi di Buenos Aires.
Melalui sebuah penutup yang seolah dirancang dengan sempurna, pemain 39 tahun itu mengakhiri kiprahnya dengan mencetak gol internasional ke-126 di hadapan 85.000 pendukung, saat timnas Argentina meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Benin.
Baca juga:
Perpisahan Haru Lionel Messi, Cetak Gol ke-126 di Laga Terakhir bersama Argentina
Lionel Messi Cetak Gol dan Assist di Laga Terakhir bersama Argentina
Messi, yang tampil dalam pertandingan internasional ke-208 tersebut, mempertajam rekornya sendiri. Ia juga memberikan assist untuk gol pembuka yang dicetak oleh Nicolas Otamendi. Kemudian, Nico Paz juga mencetak gol dalam laga tersebut.
Namun, pertandingan itu sendiri hanyalah bagian kecil dari momen istimewa tersebut. Sebab, Messi menikmati sambutan hangat dan penuh kekaguman dari penonton di Stadion Monumental untuk terakhir kalinya dalam acara yang dijuluki "The Last Tango" tersebut.
Sebelumnya, Messi sempat menyeka air mata saat bus yang membawanya bersama rekan-rekan setimnya di Argentina melaju menembus kerumunan penggemar, yang ingin memberikan dukungan dalam perjalanan menuju stadion.
Messi memasuki lapangan bersama ketiga anaknya dan menerima lambaian tangan penuh kasih dari sang istri, Antonela Roccuzzo, serta ibunya, Celia Cuccittini, yang menyaksikan dari tribun VIP.
Sebelum pertandingan dimulai, sebuah jersey raksasa Argentina bertuliskan "Gracias" dibentangkan di lapangan, yang diiringi gemuruh sorak-sorai penonton.
Baca juga:
Ditinggal Lionel Messi, Nico Paz Berpeluang Warisi Nomor 10 di Timnas Argentina
View this post on Instagram
Mata Messi kembali berkaca-kaca saat seorang veteran Perang Falklands, Fabio Santana, menyanyikan lagu kebangsaan di samping sebuah spanduk bertuliskan "Malvinas adalah milik Argentina."
Spanduk itu sama persis dengan yang dibentangkan oleh para pemain Argentina usai kemenangan 2-1 atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
Pertandingan pun dihentikan pada menit ke-10, sebagai penghormatan terhadap nomor punggung ikonis Messi, untuk memberikan tepuk tangan meriah selama satu menit bagi mantan bintang Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) tersebut.
Ia menyempurnakan momen tersebut dengan mencetak gol melalui titik penalti pada menit ke-71.
Lionel Messi Dapat Gelar Doktor hingga Pesan Neymar
Saat peluit akhir dibunyikan, pertunjukan drone menerangi langit malam di atas stadion, yang menampilkan sosok Messi serta ucapan terima kasih kepada peraih delapan gelar Ballon d'Or itu atas perjalanan kariernya.
Perpisahan Messi ini terjadi 2,5 bulan setelah kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol di New Jersey, Amerika Serikat.
Messi meninggalkan lapangan dengan air mata setelah gagal memberikan dampak berarti dalam kekalahan 1-0 yang diwarnai ketegangan tinggi.
Saya telah memberikan segalanya, tidak ada lagi yang bisa saya berikan. Lagi pula, ada pemain-pemain muda hebat yang sedang bermunculan dan layak mendapatkan kesempatan mereka.
tulis Messi di Instagran kala itu
Selain itu, Universitas Buenos Aires menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Messi dalam sebuah upacara di kantor pusat Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).
Messi, yang sebelumnya pernah mengungkapkan penyesalannya karena tidak menempuh pendidikan lebih lanjut, menyatakan rasa bangganya atas penghargaan tersebut.
Baca juga:
Lionel Scaloni Bicara Masa Depan Argentina setelah Ditinggal Lionel Messi, Yakin Tetap Bersinar
"Bisa mengatakan bahwa saya adalah seorang doktor kehormatan!" ujarnya.
Mantan rekan setimnya di Barcelona, Neymar, menyampaikan penghormatan kepada sang juara yang akan segera mengakhiri kiprahnya itu melalui media sosial X.
Bukan hanya Argentina yang berterima kasih kepadamu, dunia pun berterima kasih atas segala hal yang telah kau lakukan untuk sepak bola. Terima kasih telah membuatku semakin mencintai sepak bola.
tulis Neymar
Messi kini masih terikat kontrak dengan Inter Miami hingga 2028. Namun, setelah meninggalnya sang ayah, Jorge Messi, ia mengungkapkan kemungkinan untuk pensiun lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Keputusan Messi ini muncul empat tahun setelah pencapaian terbesarnya di kancah sepak bola internasional, yakni saat memimpin Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, yang mengakhiri penantian 36 tahun negara tersebut untuk meraih gelar ketiga sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai penerus Diego Maradona.
Selama kiprahnya bersama Albiceleste, Argentina memenangi satu Piala Dunia, dua kali menjadi runner-up (2014 dan 2026), serta dinobatkan sebagai juara Copa America pada 2021 dan 2024. (sof)