MerahPutih Megapolitan - Kurangnya kesadaran masyarakat Jakarta atas kebersihan kota berdampak buruk bagi ketersediaan air bersih. Menurut pakar air, Firdaus Ali, lima tahun mendatang kondisi air bersih Ibukota Jakarta akan semakin buruk.
"Kita sudah mengalami krisis, jadi bukan menunggu. Jadi kalau tak ada intervensi apa-apa dari pemerintah, lima tahun kedepan kita akan mengalami krisis yang makin parah," ucapnya di kawasan Soedirman, Jakarta Pusat, Selasa (25/8).
Hal ini diperburuk lagi dengan pemakaian air tanah pendudukan Jakarta secara berlebihan, terutama gedung-gedung tinggi. Akibatnya krisis air di Jakarta semakin cepat.
"Sistem yang baik adalah air permukaan yang diolah menjadi air minum. Yang kedua baru kita menggunakan air tanah jika terpaksa. Itupun tergantung kualitasnya. Nah kebanyakan orang Jakarta, gedung perkantoran itu menggunakan air tanah. Sehingga menimbulkan pengurangan secara masif," lanjutnya.
Meskipun telat, Firdaus mengatakan jika pemerintah saat ini sedang berusaha memperbaiki kesalahan pemerintah sebelumnya.
"Sekarang sudah kelihatan. Pemerintah menyelesaikan 16 waduk yang dikerjakan. Merefitalisasi kali seperti Ciliwung, Cisadane. Itu bagian yang dilakukan pemerintah saat ini dan saya dukung habis," ujarnya. (yni)
Baca Juga:
Hadapi Kemarau, PAM Jaya Jamin Tarif Air Bersih Tidak Naik
Jokowi Pernah Titip Kembang ke Makam Penyebar Islam di Jakarta