Legislator Sayangkan Bentrokan Warga-Tentara di Deli Serdang

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 11 November 2024
Legislator Sayangkan Bentrokan Warga-Tentara di Deli Serdang

Anggota Komisi I DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo (NasDem)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo merespon soal sejumlah anggota TNI yang menyerang warga Deli Serdang, Sumatera Utara. Yoyok merasa insiden tersebut sangat disayangkan.

Politikus NasDem ini merasa prihatin atas bentrokan antara tentara dan warga sipil. Apalagi Yoyok pernah berdinas sebagai tentara.

"Saya selaku mantan prajurit dan sekarang di komisi 1 sangat menyayangkan adanya perisriwa pengeroyokan dan bentrokan TNI dan masyarakat," kata Yoyok kepada wartawan, Senin (11/11).

Baca juga:

Mengenal Koarmada III, Satuan TNI AL ‘Penjaga’ Lautan Indonesia Timur

Yoyok sudah menelusuri penyebab kejadian memilukan itu. Ia menyayangkan insiden tersebut terjadi karena emosi semata.

"Kalau dilihat dari latar belakang peristiwa sangatlah emosional yang hanya gara-gara diingatkan dan ditegor karena naik motor kencang," ujarnya.

Yoyok menduga faktor emosi anak muda menjadi latar belakang terjadinya insiden itu. "Emosional sesaat anak-anak muda yang menjadi penyebap bentrokan," imbuhnya.

Atas kejadian ini, Yoyok mendorong sanksi tegas kepada oknum tentara yang terlibat. Ia juga meminta polisi mendalami rakyat sipil yang menyebabkan kejadian ini.

"Saya berharap agar aparat penegak hukum, komandan satuan yang wajib memberikan hukuman dan polisi militer wajib memproses dan memberikan hukuman bagi aparat tni yang bersalah sedang aparat kepolisian wajib melakukan proses hukum juga terhadap rakyat sipil yang menjadi penyebab atau profokator terjadinya bentrokan secara adil," ujar Yoyok.

Baca juga:

Alasan Mendikdasmen Pilih Uji Coba Kurikulum Matematika di TK Milik TNI AU

Sebelumnya, warga di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), diduga diserang ratusan orang hingga membuat seorang warga bernama Raden Barus (60) tewas.

Warga menyebut pengeroyokan dilakukan oleh anggota TNI. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (8/11) sekitar pukul 23.00 WIB.

Selain korban tewas, ada belasan orang lainnya yang mengalami luka-luka. Polisi militer juga telah menuju lokasi kejadian untuk olah TKP. (Pon)

#TNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
TB Hasanuddin menyoroti kasus Serda Ahmad yang tewas setelah diduga dianiaya senior. Ia meminta tradisi kekerasan di lingkungan TNI dihentikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
Indonesia
Alasan Prabowo Tambah Batalion TNI di Berbagai Wilayah
Prabowo menegaskan penguatan pertahanan diarahkan untuk membangun sistem pertahanan dan keamanan yang lebih baik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Alasan Prabowo Tambah Batalion TNI di Berbagai Wilayah
Indonesia
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Empat prajurit TNI AU tersangka penganiayaan Serda Ahmad Muzammil Farisa berpotensi diberhentikan tidak hormat. Ini kronologi pemukulan hingga korban meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Indonesia
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Puspom TNI AU menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Serda Ahmad Muzammil yang berujung kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Indonesia
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Puspom AU menetapkan empat prajurit TNI AU sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Indonesia
520 Unit Alutsista Bakal Ramaikan Defile Puncak Peringatan HUT ke-81 TNI
Personel akan berbaris dalam defile dan mengikuti simulasi tempur yang ditampilkan di kawasan Monas
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
520 Unit Alutsista Bakal Ramaikan Defile Puncak Peringatan HUT ke-81 TNI
Indonesia
Rute AKLI I Yang Jadi Pilihan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Indonesia
Garibaldi sendiri nanti akan dikawal kapal fregat TNI AL saat memasuki perairan ALKI I
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Rute AKLI I Yang Jadi Pilihan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Indonesia
Indonesia
TNI Kirim KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Gelar Operasi ke Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea
Operasi militer selain perang perang ini juga bagian dari diplomasi Indonesia ke empat negara yakni Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
TNI Kirim  KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Gelar Operasi ke Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea
Indonesia
Tim Advokasi Minta MK Segera Putus Uji UU TNI demi Supremasi Sipil
Keterlambatan putusan menjadi persoalan karena perluasan peran TNI di luar fungsi pertahanan terus berlangsung.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Tim Advokasi Minta MK Segera Putus Uji UU TNI demi Supremasi Sipil
Indonesia
Tentara AS dan Indonesia Berlatih Tembak Drone di Sumatera Selatan
Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya direncanakan mengoperasikan rudal Mistral, sedangkan unsur pertahanan udara US Army menggunakan rudal Stinger.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Tentara AS dan Indonesia Berlatih Tembak Drone di Sumatera Selatan
Bagikan