MerahPutih.com - Striker Inter Milan Lautaro Martinez menegaskan ambisi timnya untuk menjuarai Liga Champions musim ini, namun menolak menyebut trofi tersebut sebagai obsesi.
Inter akan mengawali kiprah mereka dengan laga panas melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Rabu (8/9) dini hari nanti.
Ini hanyalah target. Kami semua berambisi, tetapi ini bukan sebuah obsesi,
Lautaro Martinez, dalam laman resmi Inter, Selasa (7/9).
Baca juga:
Inter Milan Datang Bawa Mental Baja Poin Sempurna Serie A, Tuan Rumah Madrid Lagi Terpuruk
Sejarah Inter di Liga Champions: Dari Emas ke Luka
Inter terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions pada 2010, saat masih ditangani Jose Mourinho dan diperkuat Cristian Chivu.
Kini dilansir dari Antara, keduanya kembali bertemu di kubu berbeda: Mourinho bersama Madrid, Chivu sebagai pelatih Inter.
Sejak terakhir juara, Inter dua kali mencapai final Liga Champions Eropa 2023 dan 2025 tetapi gagal membawa pulang piala.
Kekalahan 0-5 dari PSG di final 2025 bahkan tercatat sebagai margin terbesar dalam sejarah final Liga Champions. Musim lalu, perjalanan mereka lebih pahit lagi setelah disingkirkan klub Norwegia Bodo/Glimt di play-off fase gugur.

Trofi Liga Champions. Foto: Dok. UEFA
Catatan Buruk Lawan Madrid
Inter juga punya rekor kurang meyakinkan melawan Madrid. Mereka kalah dan gagal mencetak gol dalam tiga pertemuan terakhir.
Catatan ini hanya pernah terjadi sebelumnya melawan Barcelona, ketika Inter gagal mencetak gol dalam empat laga Eropa beruntun (2003–2009).
Musim lalu, performa Inter di Liga Champions juga menurun drastis. Mereka kalah lima kali dari enam pertandingan terakhir. (*)