Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Hari Laut Sedunia

Laut, Awal dan Masa Depan Bumi

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 08 Juni 2019
Laut, Awal dan Masa Depan Bumi

Pulau Bungin jadi rumah bagi suku Bajo.(foto: Instagram @kawasan_aspeksindo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAHKAH kamu mendengar nama Pulau Bungin? Pulau kecil seluas 12 hektare itu dihuni para pelaut ulung yang dijuluki 'gipsi laut'. Suku Bajo, demikian mereka dikenal. Suku Bajo berasal dari Kepulauan Sulu, Filipina Selatan. Hidup nomaden di perairan membuat suku ini menyebar ke berbagai daerah, salah satunya di Pulau Bungin di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Sebagai pelaut, suku Bajo menjadikan laut sebagai rumah, sumber penghidupan, hingga halaman bermain. Bagi mereka, laut ialah awal dan masa depan kehidupan. Itulah mengapa mereka menjaga laut dengan sebaik mungkin. Dalam film Kala Benoa besutan Dhandy Laksono dari Watchdoc, kamu bisa melihat bagaimana orang Bajo amat berhati-hati dalam mengambil karang untuk memperluas pulau kecil yang jadi rumah mereka. Hanya karang mati yang mereka ambil.

Pelaut andal di Nusantara tak hanya suku Bajo. Suku Bugis juga terkenal sebagai pelaut tangguh. Dengan kapal pinisi nan megah, mereka berlayar jauh. Berdagang dan membangun peradaban. Kini, pinisi masih jadi kebanggaan suku Bugis. Di Tanjung Bira, kapal-kapal megah itu masih dibuat dengan cara tradisional. Bahkan, sebuah pelayaran mewah bertaraf internasional menggunakan pinisi sebagai wahana.

Budaya maritim di tanah Nusantara bukanlah hal baru. Sejak dahulu, Nusantara menjadi jalur perdagangan lewat jalur laut. Dari sanalah kekayaan alam Nusantara tersebar ke seluruh dunia. Rempah dari tanah Sumatra dibawa berlayar hingga ke Negeri Tiongkok.

Di masa kini, laut tak hanya menjadi penghubung, tapi juga tempat rekreasi melepas penat. Keindahan alam sekitar pantai dan pesona bawah laut menjadi daya tarik bagi pelancong untuk datang. Di sinilah permasalah mulai muncul.

Kedatangan wisatawan menarik banyak hal, termasuk polusi dan keserakahan dalam pemanfaatan. Maka terjadilah laut yang tercemar, sampah berserak di pinggir pantai hingga ke perairan dalam, dan eksploitasi berlebih atas laut, seperti rencana reklamasi Teluk Benoa, Bali.

pantai tanjung bira
Pantai Tanjung Bira jadi rumah perajin perahu pinisi. (foto: Instagram @fitriwutami)

Rencana reklamasi tersebut muncul pada 2014. Direncanakan, lahan reklamasi akan jadi seluas 700 hektare. Sayangnya, rencana itu akan mengorbankan hutan mangrove, keseimbangan biota laut sekitar, dan keamanan kehidupan di darat. Lima tahun sejak rencana itu digulirkan, warga Bali masih berjuang agar rencana itu dibatalkan.

Bagi warga Bali, reklamasi akan merusak kesimbangan alam yang seharusnya dijaga. Karena Teluk Benoa dan laut sekitarnya merupakan bagian rumah yang menjadi awal dan masa depan kehidupan.

Di Hari Laut Internasional ini, Merahputih.com mengajak kamu meihat betapa laut menjadi rumah dan tempat indah untuk kehidupan. Lewat film bertema laut, kamu bisa melihat indahnya laut dunia. Keindahan laut dunia tersebut pasti akan membuat kamu terpana. Ada juga alam bawah laut yang menjadi spot menyelam tebaik dunia. Selamat Hari Laut Internasional.(dwi)

#New Hope #Hari Laut Sedunia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Dari Mana Asal Salmon yang Kita Konsumsi? Ini Pentingnya Memilih Seafood Berkelanjutan
Mengetahui asal-usul salmon ternyata berperan penting dalam menjaga keberlanjutan laut untuk masa depan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Dari Mana Asal Salmon yang Kita Konsumsi? Ini Pentingnya Memilih Seafood Berkelanjutan
Fun
Robert Watts Produser Trilogi Pertama Star Wars Tutup Usia
Robert Watts meninggal dalam keadaan tidur di kediamannya East Sussex, Inggris, pada Senin (30/9) malam waktu setempat.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 Oktober 2024
Robert Watts Produser Trilogi Pertama Star Wars Tutup Usia
Bagikan