MerahPutih Film - Launching Film Dokudrama Sejarah Bojong Gede yang akan dilangsungkan di Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Rabu (02/09) mendatang dipastikan bakal dimeriahkan oleh salah satu band ternama yakni 'Debu'.
Band ini pertama kali didirikan di kota New Mexico, AS oleh Syekh Fattah, saat itu masih menggunakan nama Dust On The Road. Lalu saat semua personelnya hijrah ke Indonesia pada 1999, maka nama grup ini pun diubah sesuai ejaan bahasa Indonesia dan menjadi Debu.
"Dalam pemutaran perdana film nanti, akan dimeriahkan spesial performance dari vokalis band Debu, Mustafa Bin Daood," ujar ketua panitia penyelenggara pemutaran film dokudrama, Gatot Berkata kepada MerahPutih.com, Minggu (30/08) siang WIB.
"Selain itu kami pihak panitia juga mengadakan bazzar beserta hiburan musik bertaraf internasional yang dan juga akan temani oleh beberapa foto model profesional," sambung pria berkumis tebal itu.
Gatot menuturkan selain dimeriahkan oleh band Debu, dalam pemutaran perdana film ini juga akan dihadiri sejumlah ejabat terkait, diantaranya, Camat Bojong Gede, Kepala Desa dari seluruh kecamatan Bojong Gede, Kapolsek Bojong Gede, Danramil Bojong Gede dan banyak lagi pejabat-pejabat yang akan menghadiri funching film ini.
Bahkan, salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor, Maryono Iyon juga menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam pemutaran perdana film dokudrama ini.
"Saya akan menyaksikan langsung pemutaran perdana film dokudrama ini, karena saya merasa terpanggil sebagai orang Bojong Gede," ujar Moryono Iyon.
Pria yang menjabat sebagai anggota komisi II DPRD Kab Bogor dari fraksi PAN ini menambahkan, bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan para generasi di Bojong Gede tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sebagai contoh kegiatan positif yang bisa dilakukan oleh seluruh pemuda di Indonesia.
"Ini merupakan kegiatan positif sebagai perwujudan aktifitas anak muda," tuturnya.
Sementara itu, salah satu pihak pendukung film tersebut yakni Kepala Desa Bojong Gede Dede Malvina mengaku memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada seluruh generasi muda Bojong Gede yang terlibat dalam pembuatan film ini. Bahkan ia mengaku terkejut, bahwa masih ada generasi muda yang banyak mengetahui sejarah Bojong Gede.
"Saya sangat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, diluar dugaan kalau ada generasi muda yang masih mau menelusuri sejarah tempat tinggalnya (Bojongg Gede, red). Tentunya ini harus dilanjutkan dan diteruskan baik tentang sejarah pra sejarah maupun paska sejarah," ujar Kepala desa yang memiliki wajah tampan ini.
"Wadah yang belum ada harus dibentuk agar kreasi mereka mendapatkan perhatian khusus dari Ddinas Pariwisata dan Dinas Kesenian dan kebudayaan," sambungnya.
Film Dokudrama yang berjudul 'Bojong Gede Jejak-Jejak Masa Silam' itu merupakan tayangan yang digarap oleh seniman dan budayawan muda Putra Gara. Hal itu terkait dengan program kerja Dewan Kesenian Kabupaten Bogor (DKKB), dimana Putra Gara duduk sebagai Ketua Bidang Sastra dan Kepurbakalaan.
Film ini sendiri menceritakan sejarah panjang yang sangat luar biasa, di wilayah Bojong Gede. Film ini beceita dari mulai masa lalu desa ini masuk dalam Kerajaan Muara Beres eranya Prabu Surawisesa yang merupakan anak dari Prabu Siliwangi, lalu pada zaman Belanda, hingga Bojongg Gede pada masa kini yang masuk dalam wilayah kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Bagi yang ingin menyakiskan pemutaran perdana film ini, silakan langsung mendatangi Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Rabu (02/09) dan tidak dikenakan biaya sedkit-pun alias gratis. Film ini sedniri akan mulai diputar sekitar pukul 09.00 pagi WIB.
Baca juga:
8 Film Tentang Kuliner untuk Mengisi Akhir Pekan
Bisa Meluk Dian Sastro di Film Gangster, Yayan Ruhian Girang