Lansia Masih Boleh Mengemudi
Lansia harus memerhatikan beberapa hal penting sebelum berkendara. (Foto: pixabay/free-photos)
SEIRING bertambahnya usia, kemampuan tubuh pun tentu akan berkurang. Salah satu aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti mengemudi, turut menjadi terdampak.
Padahal, banyak orang-orang lanjut usia (Lansia) masih aktif mengemudi. Bahkan, ada juga profesi lansia yang masih mengharuskannya mengemudi.
Baca Juga:
Menurut Undang Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, golongan lansia merupakan orang berusia 60 tahun ke atas. Pada usia tersebut, ada banyak kekhawatiran muncul ketika ingin melakukan berbagai aktivitas, salah satunya yakni mengemudi.
Namun, menurut Undang-Undang No 22 Tahun 2009 Pasal 81, mengatakan batas minimal umur berkendara ialah 17 tahun. Tapi, tidak disebutkan batasan usia maksimal untuk berkendara.
Mengenai hal itu, Jusri Pulubuhu selaku Chief Instructor of Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan bahwa usia untuk bisa mengendarai motor atau mobil memang 17 tahun, terpenting ialah pengendara mempunyai kemampuan berkendara yang baik.
Baca Juga:
Dalam menentukan seberapa aman kegiatan mengemudi bagi lansia, sebetulnya tergantung dari keadaan tubuh masing-masing. Lansia masih boleh mengemudi apabila keadaan tubuh masih cukup prima.
"Untuk usia maksimal dalam berkendara memang tidak ada batasannya. yang penting pengemudi yang sudah masuk usia senja, harus memiliki tubuh yang baik," ujar Jusri, seperti yang dikutip dari laman Kabaroto.com.
Menurut Jusri, hal itu karena kondisi tubuh yang baik sangat berpengaruh pada kinerja sistem motorik ketika berkendara. Kendati begitu, perlu diingat pula saat memasuki usia lanjut, kemampuan tubuh kamu dalam bereaksi tentu sudah tidak sebaik saat muda.
Adapun kemampuan tersebut meliputi kecepatan tubuh dalam menerima informasi visual untuk menghasilkan reaksi motorik. Salah satu contohnya, yakni orang tersebut akan kurang sigap untuk menginjak rem mendadak, maupun membelokkan setir ketika melihat sesuatu yang menghalangi jalan.
Kemudian, kemampuan penglihatan yang melemah pun memburuk. Hal itulah yang membuat lansia mempunyai risiko kecelakaan lebih besar. (ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Riding Bareng hingga Sharing Session, 'Sowan Nyaman' Rangkul Komunitas Motor Matic
Menilik Deretan Mobil Baru Mejeng di Ajang Otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week 2025
Berakhir Besok, ini Daftar Mobil Listrik dan Motor yang Bisa Dijajal di GJAW 2025
Mengusung Filosofi Travel+, JETOUR T2 Siap Jadi Partner Adventure di Indonesia
Jajal Kendaraan Listrik Tanpa Keluar Gedung, GJAW 2025 Tawarkan EV Test Drive Indoor