Otomotif

Lampu Depan Mobil, Bagaimana Sebaiknya?

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 11 Agustus 2020
Lampu Depan Mobil, Bagaimana Sebaiknya?

Sinar lampu depan terlalu kuat menyilaukan pengemudi dari arah berlawan. (Foto: Pexels/Alfonso Escalante)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LAMPU depan sangat vital fungsinya untuk menembus gelapnya malam. Tak hanya itu selain menjadi panduan penerangan juga sebagai penanda kendaraan kamu untuk mobil yang berlawanan arah di malam hari.

Khususnya untuk penerangan pemilik mobil kemdian memodifikasi bohlam lampu yang berasal dari pabrik dengan lampu after market. Tujuannya adalah untuk lebih memberikan penerangan di jalan yang dilalui. Namun jangan sembarangan mengganti lampu mobil, alih-alih membuat jalan terang malah dapat ditangkap polisi.


Baca Juga:

Ini Arti Facelift, New dan All New pada Mobil Kamu

lampu
Dilarang menggunakan lampu LED di atas 6.000 Kelvin. (Foto: Pexels/Paulius Sapnovas)


Seperti contohnya lampu yang memakai jenis xenon umumnya memiliki ukuran paling besar 11 ribu Kelvin. Sebagai perbandingan 4.300 itu kuning dan 6.000 agak putih. Kemudian 11 ribu Kelvin itu umumnya digunakan untuk kontraktor pengerjaan jalan tidak dibenarkan untuk kendaraan.

Menurut Arief Hidayat dari Welty Indah Perkasa yang dibuat dalam laman KabarOto, bahwa pekerja itu butuh cahaya lebih terang. Tujuannya agar mata tidak sakit dan cepat lelah. Kalau dipakai di kendaraan yang justru malah berbahaya.

Penggunaan bohlam LED diatas 6.000 Kelvin tidak boleh dipakai karena ilegal. Bohlam seperti itu tidak bisa menerangi jalanan. Akibat paling buruk adalah sinarnya yang dapat menyilaukan kendaraan dari arah berlawanan.

kekurangan bohlam LED perlu memakai anti-overheating. Jika tidak ada maka bohlam LED umurnya pendek. Menurut Arief, konsumen di Indonesia lucu sekaligus membingungkan. Karena menurutnya konsumen membeli lampu LED tapi tidak pernah memperhatikan kualitas chip-nya. Konsumen kebanyakan berpatokan pada jumlah titik pada lampunya.


Baca Juga:

Lampu Motor Mati? Bisa Jadi ini Penyebabnya!

lampu
Lampu LED lebih awet. (Foto: Pexels/Derwin Edwards)


Bohlam LED adalah terobosan teknologi di dunia otomotif. LED jauh lebih efisien ketimbang bohlam HID. Sebagai perbandingan umumnya bohlan yang dipakai di kendaraan adalah bohlam HID dengan daya 35 watt namun LED maksimum 25 watt saja sudah memberikan penerangan yang lebih dari cukup. Kemudian usia pakai lebih panjang LED yang bisa mencapai 30 ribu jam, sementara HID hanya 3 ribu jam.

LED dinilai paling efisien dalam hal usia pakai dan kualitas cahayanya. Bagaimana cara mengetahui LED yang baik?

Pertama, ketika sinar LED itu mengenai obyek, maka sinar itu tidak menyilaukan, meminimalkan potensi bahaya. Kemudian obyek terkena sinar maka tidak akan mengubah warna dari cahaya itu sendiri. Artinya, warna yang dikeluarkan oleh bohlam LED harus sama dengan warna ketika sampai di obyek.

Sayangnya saat ini banyak merek LED yang beredar di pasaran dengan kualitas yang tidak memenuhi standar LED berkualitas baik. Salah satunya adalah misinformasi pada kemasan produk.

Arief menyarankan konsumen jangan tergiur dengan iklan produsen lampu. Umumnya mengiklankan produknya, memiliki usia paling panjang. Misalnya, dikatakan tahan 15 tahun, padahal frekuensi mengemudi dan kebiasaan individu berbeda-beda. Kemudian jangan mudah tergiur harga murah. (*)


Baca Juga:

Tips untuk Tetap Aman Ketika Berkendara saat Hujan, Nomor 3 Paling Penting!

#Mobil #Lampu Kendaraan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Dukung Keamanan Mobil Listrik, Asuransi Astra Hadirkan Layanan Towing Hydraulic Flatbed
Petugas mengoperasikan layanan Hydraulic Flatbed untuk mobil pelanggan di Astra Biz Centre, BSD, Tangerang Selatan (29/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 30 Oktober 2026
Dukung Keamanan Mobil Listrik, Asuransi Astra Hadirkan Layanan Towing Hydraulic Flatbed
Fun
PS.ID Jabodetabek Gelar Edukasi Safety Driving, Praktikkan Defensive Driving saat Rolling Thunder
PS.ID Jabodetabek menggelar edukasi safety driving bersama Satlantas Polresta Bogor Kota dan mempraktikkan defensive driving melalui Rolling Thunder.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 25 Oktober 2026
PS.ID Jabodetabek Gelar Edukasi Safety Driving, Praktikkan Defensive Driving saat Rolling Thunder
Fun
Honda Odyssey Terbaru Meluncur, Varian Termurah Kini Dapat Layar 12,3 Inci
Honda memperbarui Odyssey dengan sejumlah penyegaran, terutama pada sektor kenyamanan dan fitur hiburan di dalam kabin.
Yusuf Abdillah - Kamis, 01 Oktober 2026
Honda Odyssey Terbaru Meluncur, Varian Termurah Kini Dapat Layar 12,3 Inci
Fun
Gara-gara Ban Serep, BYD Tarik 32 Ribu Shark 6 di Australia
BYD menarik kembali lebih dari 32 ribu unit Shark 6 di Australia.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Gara-gara Ban Serep, BYD Tarik 32 Ribu Shark 6 di Australia
Fun
Pedal Rem Bermasalah, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil di China
BYD melakukan penarikan kembali atau recall terhadap 183.211 unit mobil di China.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Pedal Rem Bermasalah, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil di China
Fun
Toyota Glanza Terbaru Siap Meluncur, Usung Mesin Irit BBM, Harga Rp120 Jutaan
Toyota Glanza terbaru juga digadang-gadang menawarkan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Toyota Glanza Terbaru Siap Meluncur, Usung Mesin Irit BBM, Harga Rp120 Jutaan
Fun
Mobil Listrik Dominasi Pasar China, Geely EX2 Paling Laris
Sembilan dari 10 mobil penumpang terlaris di China merupakan kendaraan listrik berbasis baterai
Yusuf Abdillah - Rabu, 09 September 2026
Mobil Listrik Dominasi Pasar China, Geely EX2 Paling Laris
Tekno
Mengaspal 2028, Logo Toyota di Mobil Sport Legendaris MR2 Versi Modern Hilang
Toyota MR2 generasi baru siap meluncur pada 2028 dengan mesin turbo 2.0 liter mid-engine, dengan menghilangkan identitas logo Toyota.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
Mengaspal 2028, Logo Toyota di Mobil Sport Legendaris MR2 Versi Modern Hilang
Fun
Suzuki XL7 Terbaru Mulai Diserahkan ke Konsumen, SPK Awal Tembus 1.300 Unit
Suzuki XL7 terbaru mulai diserahkan kepada konsumen pada 15 Agustus 2026. Dalam 16 hari, SPK mencapai lebih dari 1.300 unit. Simak harga lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 Agustus 2026
Suzuki XL7 Terbaru Mulai Diserahkan ke Konsumen, SPK Awal Tembus 1.300 Unit
Berita Foto
Gelaran Otomotif GIIAS 2026 Pacu Penjualan Mobil Nasional Capai 850.000 Unit
Suasana pengunjung memadati arena pameran GIIAS 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (5/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 05 Agustus 2026
Gelaran Otomotif GIIAS 2026 Pacu Penjualan Mobil Nasional Capai 850.000 Unit
Bagikan