Kunjungan Yachter Tingkatkan Devisa Negara
Kapal yacht (Foto: Facebook/yachter.sk)
MerahPutih Wisata - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengungkapkan meski punya potensi besar Indonesia masih sulit menarik kunjungan "yacht" ke Indonesia. Maka, sejak 2015, pemerintah melakukan sejumlah upaya guna mendukung berkembangnya wisata bahari itu.
Menurut Asisten Deputi II Jasa Kemaritiman Kemenko Kemaritiman, Okto Irianto, di Kuta, Bali, Minggu (20/11), berbagai upaya dilakukan. Salah satunya dengan mengganti prosedur CAIT (Clearance Approval for Indonesian Territory) berdasarkan Perpres Nomor 105 Tahun 2015 tentang Kunjungan Kapal Wisata (yacht) Asing ke Indonesia.
Aturan itu menghapuskan CAIT. Hingga "yachter" tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan izin masuk ke Indonesia.
"Digantinya CAIT dengan sistem registrasi, pengurusannya bisa sejam dari sebelumnya bisa sampai 3-6 bulan. Harapannya agar bisa memenuhi target kunjungan 'yacht' hingga 2019 sebanyak 6.000 'yacht'," jelasnya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014-2019 pemerintah menargetkan pemerintah menargetkan 6.000 "yacht" bisa berkunjung ke Indonesia. Kunjungan "yachter" ini diyakini berkontribusi besar dalam peningkatan devisa negara.
Bisa dibayangkan jika setiap kapal berisi rata-rata 5 orang. Diperkirakan menghabiskan 750 dolar AS dalam rata-rata 3 bulan kunjungan. (diy)
Bagikan
Berita Terkait
Waspadai Peningkatan Kecepatan Angin di Perairan Utara dan Selatan Bali pada 7-10 Februari
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Prabowo Marah-Marah, TNI-Polri Langsung Bersih-Bersih Sampah di Pantai Bali
Presiden Prabowo Sentil Bali Banyak Sampah, Gubernur Koster: itu Kiriman
Diperintah Presiden Prabowo Saat Rakornas, TNI Langsung Bersihkan Sampah di Bali
Prabowo Soroti Sampah di Bali: Pantai Kotor Bisa Bikin Turis Enggan Datang
Bagus Wirata & Erika Dewi Rilis Sing Cande-Cande, Ini Liriknya
Waspada Potensi Rob di Pesisir Bali 1-4 Februari 2026
Cukai Minuman Berakohol di Indonesia Capai Rp 8,92 Triliun, Arak Dari Bali Sangat Digemari
Paus Sperma Terdampar di Bali, Diarahkan ke Laut Balik Lagi Akhirnya Dibawa ke Markas JSI