Kudeta Militer Akhiri 14 Tahun Kekuasaan Presiden Bolivia Evo Morales

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 11 November 2019
Kudeta Militer Akhiri 14 Tahun Kekuasaan Presiden Bolivia Evo Morales

Evo Morales menyatakan diri mundur dari jabatan Presiden Bolivia akibat aksi kudeta militer. (ANT/REUTERS/David Mercado)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Bolivia Evo Morales resmi menyatakan mundur setelah militer memaksanya menyerahkan jabatan setelah berkuasa di negara Amerika Selatan itu selama hampir 14 tahun.

Pernyataan mundur ini disampikan melalui siaran TV telah mengajukan surat pengunduran diri guna membantu memulihkan stabilitas, meski dirinya menyebut-nyebut "kudeta sipil."

"Saya mundur, dengan mengajukan surat pengunduran diri saya kepada Majelis Legislatif," kata Morales, dikutip Antara dari Reuters, Senin (11/11).

Baca Juga:

Paus Fransiskus Soroti Kemiskinan Bolivia

Belakangan ini, Morales ditinggalkan para sekutunya di partai dan parlemen di tengah terpaan isu aksi protes soal sengketa pemilu. Dia beralasan mundur untuk meredakan konflik serta kembali menciptakan perdamaian di Bolivia. Dia pun sempat mencuit di Twitter beberapa saat setelah pengumuman mundur.

"Saya ingin rakyat Bolivia tahu bahwa saya tidak memilik alasan melarikan diri, mereka harus membuktikan bahwa saya mencuri sesuatu," kicau eks orang nomor satu di Bolivia itu.

bolivia
Suasana kemiskinan di Bolivia. Tampak seorang warga mengangkat karung tepung yang dibagikan cuma-cuam. (Foto: ANT/AP)

Tak hanya Morales, Wakil Presiden lvaro Garc­a Linera juga ikut mundur. Kepergian Morales, ikon sayap kiri sekaligus penyintas terakhir dari "pink tide" Amerika Latin dua dekade lalu, tampaknya bakal mengirimkan gelombang kejut di seluruh kawasan pada saat para pemimpin berhaluan kiri kembali berkuasa di Meksiko dan Argentina.

Sejumlah sekutu berhaluan kiri Morales di Amerika Latin mengecam kebalikan peristiwa itu sebagai "kudeta", termasuk Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Presiden Argentina Alberto Fernandez.

Untuk diketahui, tekanan menghimpit Morales sejak dinyatakan menang dalam pemilu 20 Oktober. Minggu (10/11) pagi, Kepala Angkatan Bersenjata Bolivia, Jenderal Williams Kaliman, menyatakan militer meminta Morales mundur guna membantu memulihkan perdamaian dan stabilitas seusai aksi protes sengketa pemilu selama beberapa pekan. (*)

Baca Juga:

Bolivia Kerahkan Militer Gantikan Tukang Roti

#Bolivia #Presiden Bolivia Evo Morales
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Bolivia Krisis Nasional, Presiden Rodrigo Paz Potong Gajinya dan Menteri Kabinet 50%
Presiden Bolivia Rodrigo Paz potong gaji dirinya dan kabinet 50% di tengah blokade nasional.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Bolivia Krisis Nasional, Presiden Rodrigo Paz Potong Gajinya dan Menteri Kabinet 50%
Bagikan