MerahPutih.com - Televisi seharusnya menjadi salah satu sarana untuk mengedukasi masyarakat. Namun kenyataannya, banyak pembodohan dan kebohongan publik yang disiarkan di televisi.
Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia, kesesatan berpikir tampak dari berbagai iklan yang ditayangkan di televisi. Demi menarik minat calon konsumen, para produsen memasarkan produknya secara berlebihan. Misalnya, jika ingin tinggi minum produk tertentu. Jika ingin sehat makan mie instan tertentu atau jika ingin kuat makan biskuit tertentu.
"Para produsen meyakinkan masyarakat bahwa seolah-olah susu hewan bagus untuk manusia atau kalau ingin tinggi cepat minum susu. Itu tidak rasional," jelas Komisioner Perlindungan Anak Indonesia, Retno Listyarti.
Iklan semacam itu membuat ibu-ibu tertarik memberikan produk tersebut untuk anaknya. Anaknya pun tertarik mengonsumsi produk tersebut karena ingin tinggi. "Padahal kalau ingin tubuh tinggi prosesnya panjang. Bukan hanya dengan minum susu," cetus Retno.
Selain produk susu, Retno mengatakan bahwa iklan mie instan juga pembodohan. Dalam pernyataannya, Retno menjelaskan bahwa iklan mie instan mengklaim sebagai produk bergizi dan bisa dijadikan pilihan untuk sarapan, makan siang atau bersantap malam.
"Yang kemudian menjadi berbahaya adalah jika si ibu percaya bahwa mie instan memang bergizi. Padahal mengandung penyedap. pengawet dan sebagainya," papar Retno.
Ia juga menyebutkan bahwa iklan salah satu biskuit juga berlebihan. Sebuah produk biskuit mengklaim jika anak yang memakan produknya bisa berlari secepat hewan.
KPAI menghimbau penarikan iklan-iklan semacam itu karena menyesatkan. Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat harus diedukasi secara benar. Perusahaan-perusahaan tersebut juga diharapkan mengganti iklannya agar tidak mengganggu tumbuh kembang dan kesehatan anak. (avia)