KPAI, Iklan di Televisi Tak Rasional Harus Diganti

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 20 Maret 2018
KPAI, Iklan di Televisi Tak Rasional Harus Diganti

Iklan di televisi sudah berlebihan. (Foto: pixabay/Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Televisi seharusnya menjadi salah satu sarana untuk mengedukasi masyarakat. Namun kenyataannya, banyak pembodohan dan kebohongan publik yang disiarkan di televisi.

Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia, kesesatan berpikir tampak dari berbagai iklan yang ditayangkan di televisi. Demi menarik minat calon konsumen, para produsen memasarkan produknya secara berlebihan. Misalnya, jika ingin tinggi minum produk tertentu. Jika ingin sehat makan mie instan tertentu atau jika ingin kuat makan biskuit tertentu.

"Para produsen meyakinkan masyarakat bahwa seolah-olah susu hewan bagus untuk manusia atau kalau ingin tinggi cepat minum susu. Itu tidak rasional," jelas Komisioner Perlindungan Anak Indonesia, Retno Listyarti.

Iklan semacam itu membuat ibu-ibu tertarik memberikan produk tersebut untuk anaknya. Anaknya pun tertarik mengonsumsi produk tersebut karena ingin tinggi. "Padahal kalau ingin tubuh tinggi prosesnya panjang. Bukan hanya dengan minum susu," cetus Retno.

Selain produk susu, Retno mengatakan bahwa iklan mie instan juga pembodohan. Dalam pernyataannya, Retno menjelaskan bahwa iklan mie instan mengklaim sebagai produk bergizi dan bisa dijadikan pilihan untuk sarapan, makan siang atau bersantap malam.

"Yang kemudian menjadi berbahaya adalah jika si ibu percaya bahwa mie instan memang bergizi. Padahal mengandung penyedap. pengawet dan sebagainya," papar Retno.

Ia juga menyebutkan bahwa iklan salah satu biskuit juga berlebihan. Sebuah produk biskuit mengklaim jika anak yang memakan produknya bisa berlari secepat hewan.

KPAI menghimbau penarikan iklan-iklan semacam itu karena menyesatkan. Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat harus diedukasi secara benar. Perusahaan-perusahaan tersebut juga diharapkan mengganti iklannya agar tidak mengganggu tumbuh kembang dan kesehatan anak. (avia)

#KPAI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Siswa SMP Tewas Uji Coba Proyek Senpi, KPAI Larang Tugas Sekolah Libatkan Senjata
Kewaspadaan orang tua harus lebih peka khususnya untuk memastikan materi tugas sekolah yang diberikan tidak berpotensi membahayakan keselamatan anaknya.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Siswa SMP Tewas Uji Coba Proyek Senpi, KPAI Larang Tugas Sekolah Libatkan Senjata
Indonesia
Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Usai Buka Bareng, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas
Dari hasil koordinasi KPAI dengan polisi, diduga tidak terjadi bentrokan langsung antara siswa SMAN 5 Bandung dengan siswa SMAN 2 Bandung saat itu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 16 Maret 2026
Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Usai Buka Bareng, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas
Indonesia
Kecam Keras Dugaan Penganiayaan oleh Anggota Brimob terhadap Pelajar hingga Tewas, KPAI: Bukan Hanya Pelanggaran Hukum, tetapi Juga Konstitusi
"Aparat negara adalah representasi negara. Ketika aparat melakukan kekerasan terhadap anak, maka negara wajib hadir secara tegas untuk menegakkan keadilan."
Frengky Aruan - Selasa, 24 Februari 2026
Kecam Keras Dugaan Penganiayaan oleh Anggota Brimob terhadap Pelajar hingga Tewas, KPAI: Bukan Hanya Pelanggaran Hukum, tetapi Juga Konstitusi
Indonesia
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Menurut KPAI, tindakan melucuti pakaian siswa tidak bisa dibenarkan dengan alasan penegakan disiplin sekolah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Indonesia
KPAI Usul Penyaluran Program MBG Ramah Anak tidak Libatkan Aparat Keamanan
KPAI menekankan pentingnya pendekatan ramah anak dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Januari 2026
KPAI Usul Penyaluran Program MBG Ramah Anak tidak Libatkan Aparat Keamanan
Indonesia
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
Lemahnya langkah antisipatif membuat kasus kekerasan terhadap anak terus berulang.
Dwi Astarini - Rabu, 26 November 2025
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
Indonesia
KPAI Sebut Tindakan Pendakwah yang Diduga Lakukan Pelecehan Bisa Picu Kecemasan dan Pengaruhi Mental Anak
Tindakan pendakwah berinisial E tersebut dinyatakan menyerang harkat dan martabat anak.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
KPAI Sebut Tindakan Pendakwah yang Diduga Lakukan Pelecehan Bisa Picu Kecemasan dan Pengaruhi Mental Anak
Indonesia
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
KPAI menilai tindakan pendakwah berinisial E tersebut telah melanggar prinsip perlindungan anak, norma sosial, dan norma agama.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 November 2025
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
Indonesia
KPAI Dorong Sekolah Perkuat Sistem Deteksi Dini Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta
KPAI minta sekolah perkuat sistem deteksi dini dan literasi digital siswa usai ledakan di SMAN 72 Jakarta yang diduga dilakukan murid korban perundungan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
KPAI Dorong Sekolah Perkuat Sistem Deteksi Dini Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Indonesia
Jangan Biarkan Perundungan di Sekolah, Dampak Bullying Akan di Luar Kendali
Upaya deteksi dini dan respons cepat dalam menangani kasus perundungan, penting dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih buruk dari perilaku perundungan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Jangan Biarkan Perundungan di Sekolah, Dampak Bullying Akan di Luar Kendali
Bagikan