MerahPutih.com - Korban tewas tenggelanya Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee tenggelam di perairan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (29/6) bertambah menjadi 7 orang.
"Untuk jumlah korban meninggal ada 7 orang, yang selamat 44 orang, dan 6 orang lainnya tengah dalam pencarian," ungkap Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada, di Bali, Rabu (30/6).
Baca Juga:
KMP Yunicee Tenggelam, Puluhan Orang Masih Dicari
Darmada menyebut, hingga Rabu (30/6) pukul 07.20 WITA, berdasarkan data manifest tercatat ada 13 orang anak buah kapal (ABK), 41 orang penumpang, serta 3 petugas kantin. Sampai dengan saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi terhadap para korban di sekitar lokasi kejadian.
Dalam pencarian ini, tim mengerahkan 1 unit RIB, KMP Sukarya, KMP Samudra Utama, satu unit speadboat, dan dua unit tagboat (Perkasa dan Joyo Boyo).
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi menerangkan, dugaan awal penyebab tenggelamnya KMP Yunicee karena terbawa arus.
"Saya kira untuk kronologi yang didapat dari tim di lapangan, itu terbawa arus kemudian miring dan langsung tenggelam. Karena memang arus di selat Bali itu kencang," ujarnya.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi, Banyuwangi, Letkol Marinir Benyamin Ginting menceritakan, saat melakukan pencarian bersama dengan tim SAR gabungan lainnya, pihaknya juga mengevakuasi ABK, yakni kepala kamar mesin KMP Yunicee, yang terombang ambing di tengah laut Selat Bali.
Dari kepala kamar mesin tersebut, lanjut dia, diperoleh keterangan bahwa seluruh penumpang kapal dipastikan menggunakan baju pelampung. Sehingga, besar kemungkinan 14 orang penumpang yang belum ditemukan bisa selamat.
"Dalam pencarian kami menemukan kepala kamar mesin dan menyampaikan semua penumpang menggunakan life jacket. Besar kemungkinan masih bisa ditemukan selamat, meskipun ada enam penumpang yang ditemukan meninggal," katanya dikutip Antara. (Knu (*)
Baca Juga:
17 Kapal Sitaan TPPU Kasus PT Asabri Dilelang, Ini Kisaran Harganya

