MerahPutih.com - Konten-konten kesehatan yang berkualitas dan bersliweran di media sosial ternyata berdampak pada peningkatan literasi masyarakat di pelosok Papua.
Demikian diungkap oleh kreator konten perempuan yang juga seorang dokter, Amira.
“Seorang tenaga medis itu berhasil bukan dari seberapa lama, tapi bagaimana edukasinya mampu sampai di masyarakat, ujar Amira, satu-satunya dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat pada seminar web bertajuk "Dari Perempuan, Untuk Perempuan" oleh TikTok, Jumat (19/4), seperti dikutip Antara (20/4).
Baca juga:
YouTube Beri Peringatan Konten Sensitif pada Trailer 'Joker 2'
Dalam kondisi akses dan edukasi yang terbatas di daerah terluar, Amira mengatakan media sosial adalah salah satu perantara informasi yang paling manjur. Ia rutin memberikan edukasi seputar kesehatan dalam bentuk konten video yang ia bagikan di media sosial.
Konten-konten tersebut, ternyata memiliki dampak yang sangat besar bagi masyarakat Fakfak, berkat kemasannya yang menarik dan mudah dipahami, menggunakan bahasa sederhana untuk menjelaskan topik-topik kesehatan yang penting.
Menurut Amira, umumnya masyarakat pedalaman sulit mendapat akses dan minim edukasi perihal isu kesehatan. Di era saat ini, mereka menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi, selain untuk hiburan.
Amira mengungkap, ketika pasien berdatangan sembari memberi tahu bahwa mereka berkunjung usai menyaksikan konten edukasinya, berarti kesadaran akan pentingnya kesehatan mulai meningkat.
Baca juga:
“Karena orang Papua ini susah untuk datang ke dokter dan memberitahu keluhannya, biasanya mereka hanya akan datang kalau sudah gagal berkali-kali dari berobat ke dukun dan lain-lain. Jadi, kalau mereka bisa datang ke puskesmas karena informasi (dari konten) yang kita berikan, itu artinya alhamdulillah buat saya sampai pesannya,” kata dia.
Terdapat sekitar 42 ribu perempuan di Kabupaten Fakfak, sementara Amira adalah satu-satunya dokter spesialis obstetri dan ginekologi di sana.
Selain mendedikasikan diri di Papua Barat, beliau juga aktif berbagi konten edukatif mengenai kesehatan reproduksi dan kehamilan di platform TikTok dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya perempuan, tentang kesehatan seksual. (*)
Baca juga:
DPR AS Loloskan RUU untuk Blokir TikTok, Konten Kreator Khawatirkan Misedukasi