Konser G-Pluck dalam Simfoni Lintas Generasi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 04 November 2024
Konser G-Pluck dalam Simfoni Lintas Generasi

Konser G-Pluck Across The Universe Across The Generations Tribute to The Beatles. (foto: Merahputih.com/Tika Ayu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Tribute Band G-Pluck membawa Beatlemania bernostalgia melalui pertunjukan hangat bertajuk 'Across The Universe Across The Generations Tribute to The Beatles' di Auditorium Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (1/11).

Tirai teater nan tinggi menjulang mulai tersibak perlahan, pemandangan di atas panggung yang luas itu tersusun gitar-gitar klasik koleksi yang dimiliki G-Pluck. Tidak hanya gitar, sepasang keyboard berdiri kokoh mengapit drum mungil berlis G-Pluck tebal mentereng.

Tak lama dari sisi panggung, satu persatu personil G-Pluck muncul, dimulai dari Awan Garnida berperan sebagai James Paul McCartney, Gilang Pramudya John Lennon dan Fery Gustian George Harrison menyusul di sampingnya, disusul Riza Bachri sebagai Ringo Starr, bersama dengan pemain tambahan Aufa dan Luthfi sebagai keyboardist.

Lawatan pembuka dimulai dari Awan. Ia menyapa kerinduannya dengan Beatlemania tanah air dan tak sabar ingin segera menyanyikan 13 album karya The Beatles yang hendak mereka rayakan malam itu. Sebelum, Awan memetik gitarnya dan menarik suara, ia mengucapkan sangat bersyukur acara tersebut berhasil dilaksanakan.

"Terima kasih kepada Indonesia Waktu Tribute telah menginisiasi acara malam ini, ini adalah konser tribute yang sebenarnya," kata dia penuh antusias.

Awan mengatakan bahwa mengiringi belasan lagu The Beatles, ia dan personil lainnya penuh dedikasi menggunakan instrumen yang sama dengan sang pendahulu. Sehingga, kata Awan, musik The Beatles bukan hanya sekadar menampilkan kumpulan bunyi.

"Kami juga termasuk seperti kalian, kita huge fans dari The Beatles, jadi kita ingin sensasi, bukan hanya sekedar lagu atau musik tapi real sound of The Beatles, kita menggunakan gitar-gitar yang dipakai oleh The Beatles," katanya.

Baca juga:

G-Pluck Kembali Kibarkan Merah Putih saat Tur Eropa

Setelah sapaan singkat Awan, penampilan G-Pluck dibuka dengan lagu Please-Please Me, disambut dengan tepuk tangan meriah, ia pun mengajak Beatlemania bernyanyi bersamanya.

Usai menyanyikan lagunya, Awan kembali bermonolog menceritakan perjalanan Tur Amerika dan Eropa G-Pluck yang diselimuti rasa bangga dan haru. Di negeri jiran yang disinggahi, G-Pluck dengan bangga bisa mengibarkan bendera merah putih di sana.

"Kami mengibarkan bendera di UK dn di Europe," kata Awan mengenang tur dunianya Medio 2023 lalu.

Sebelum membawakan puluhan lagu di hampir 60 lagu The Beatles lainnya, Awan yang mengenakan jas hitam dengan potongan rambut khasnya itu mengatakan kepada Beatlesmania, pihaknya berkesempatan mendapatkan instrumen musik yang selama ini dicari G-Pluck.

Instrumen itu, kata Awan, berupa Harmonika Hohner yang kerap digunakan George Harrison dalam mengiringi nyanyian The Beatles, yang paling khas di lagu Love Me Do. Ia mengatakan intrumen melodis itu didapatkan ketika G-Pluck sowan ke Jerman.

"Little hope all around about us, Ini istimewa sekali. Malam ini kita diiringi dengan transconnection. Suatu kehormatan bisa bergabung bersama kita malam ini, suatu kehormatan yang luar biasa," kata dia.

Tak berhenti disitu, untuk kali pertamanya di malam 'Across The Universe Across The Generations Tribute to The Beatles', G-Pluck menampilkan Ringo Starr alias Riza bernyanyi. Dalam tabuhan yang ciamik, Riza mengambil aba-aba dan melantunkan lagu Yellow Submarine.

Penampilan yang sangat otentik ala The Beatle, G-Pluck selalu cekatan tiap sesi berganti gitar mengikuti jenis lagu yang akan dibawakan, percis sebagaimana instrumen yang digunakan tiap penampilan The Beatles dahulu.

Baca juga:

10 Lagu The Beatles Paling Romantis dan Maknanya

Pertunjukan G-Pluck dibuat tidak menoton. G-Pluck menarik semua Beatlemania mengingat popularitas idola mereka sebagai musisi yang sukses sepanjang masa. Euphoria penggemar di setiap pertunjukan The Beatles selalu berhasil mencuri perhatian dunia.

WIT dan G-Pluck berkolaborasi menampilkan berbagai cuplikan dokumenter The Beatles di tiap tur musiknya. Setelah berwisata masa lalu dengan kumpulan cuplikan dokumenter tersebut, petikan bass dan Melodi sudah bersiap memutar puluhan repertoar yang masih tersisa.

Menariknya, saat tirai mulai tersibak dan lampu sorot berwarna putih dan berpola bunga itu menyoroti kemunculan John Lennon yang khas dengan kemeja putih panjangnya. Sontak hal tersebut membuat Beatlemania terperanjat, mengingatkan pada sampul legendaris The Beatles di Abbey Road. Selepas itu disambut gemuruh tepuk tangan meriah.

Belum berhenti tepuk tangan dari penonton, G-Pluck berhasil membuat ratusan pasang mata menaruh perhatian kepada sosok perempuan berambut panjang dengan blus berwarna putih mendekat ke John. Sosok itu adalah Kekasih John, Yoko Ono.

"John sudah membawa Yoko Ono," celatuk Awan malam itu, dan langsung mengundang gelak tawa penonton.

Baca juga:

Film The Beatles 'Let It Be' Segera Tayang di Disney+

Penampilan pun dilanjutkan, G-Pluck menampilkan lagu Come Together. Lagu ini sendiri ditulis John Lennon pada 1969. Lagu pembuka dalam album Abbey Road dan sempat menduduki posisi ke-4 di tangga lagu Inggris. Karena populer, lagu ini sempat dicover oleh penyanyi-penyanyi terkenal dunia lainnya misalnya Michael Jackson.

Sementara usai menyanyikan lagu Come Together, G-Pluck sempat menyanyikan lagu Hey Jude. Lagu yang sempat mengundang macam spekulasi di balik kedekatan John dan Yoko Ono terhadap hubungan John dan anaknya, Julian Lennon. Ia lah sosok yang menjadi inspirasi Paul McCartney untuk menulis lagu Hey Jude.

Setelah itu, G-Pluck membawakan lagu Here Come the Sun, Polythene Pam, Mean Mr. Mustard, hingga Get Back. Tak ketinggalan melengkapi musikalisasi, G-Pluck bernyanyi diiringi choir yang ciamik. Penampilan G-Pluck yang energik tak terasa menghabiskan hampir dua jam lebih, dan rasa puas penonton terasa lewat sing a long nan khidmat.

10 Menit sebelum pertunjukan ditutup, G-Pluck menyuguhi lagu Obladi-Oblada sebagai penampilan terakhir. Penonton yang ada di sana pun bangkit dari perapiannya, mendekati panggung dan menari bersama penuh suka cita. (tka)

#Musik #Konser Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Siapkan Deretan Special Show, Bawa Cerita Lintas Generasi Musik Indonesia
Synchronize Fest 2026 menghadirkan special show Geisha, Project Pop, Warkop DKI, Emo Revival, Reggae Gang hingga Timur Basudara.
Ananda Dimas Prasetya - 39 menit lalu
Synchronize Fest 2026 Siapkan Deretan Special Show, Bawa Cerita Lintas Generasi Musik Indonesia
ShowBiz
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
Dialog Dini Hari menghadirkan album terbaru 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi' berisi delapan lagu, lahir dari perubahan, kehilangan, dan pencarian rasa rumah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
ShowBiz
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
D’MASIV kembali dengan single terbaru 'Till We’re Old', yang mengangkat kisah cinta, komitmen, dan keinginan untuk terus bersama hingga usia senja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
ShowBiz
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
Joyland Sessions 2026 digelar 28–29 November di GBK City Park, Jakarta. Ada 16 penampil dari 7 negara, termasuk Slowdive dan Caribou.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
ShowBiz
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan delapan panggung, kurasi musik beragam, serta penampil lintas genre dan generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
ShowBiz
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Tove Lo merilis album studio keenam, ESTRUS. Berisi 13 lagu electro-pop, album ini mengeksplorasi hasrat, keraguan, kebebasan, dan emosi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Dunia
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
Rekaman tersebut dikumpulkan teknisi suara Oasis, Huw Richards, yang bekerja bersama band ini sejak perilisan album debut mereka 'Definitely, Maybe
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
ShowBiz
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
Tsaqib memperkenalkan single 'Maju Satu Satu', lagu personal tentang rasa cemas, keberanian, ketidakpastian, dan persiapannya menjadi seorang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
ShowBiz
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement” pada 16-18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
ShowBiz
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Koleksi tersebut ditempatkan berdampingan dengan memorabilia sejumlah musisi legendaris dunia, termasuk Michael Jackson.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Bagikan