Konklaf Hari Kedua Dimulai, Penziarah Setia Menanti Asap Putih

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 08 Mei 2025
Konklaf Hari Kedua Dimulai, Penziarah Setia Menanti Asap Putih

Asap di Kapel Sistina, menunjukkan hasil konfklaf pemilihan Paus baru. (ANTARA/HO-id.wikipedia.org)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - TAK seperti hari pertama, hari kedua konklaf tak diwarnai pergerakan para kardinal. Mereka telah diasingkan. Satu-satunya petunjuk tentang keputusan mereka hanya bisa dilihat dari asap yang keluar dari cerobong Kapel Sistina.

Seperti dilansir CNN, hari ini kedua konklaf mungkin diwarnai hingga empat kali pemungutan suara, dua di pagi hari, dan dua di sore hari. Meski demikian, umat yang menanti di luar tidak akan melihat asap lebih daripada dua kali hari ini. Hanya akan ada asap putih atau tidak ada asap pada pemungutan suara pertama pagi ini, dan kemudian asap putih atau hitam pada putaran kedua. Hal yang sama juga berlaku untuk dua sesi di sore hari.

Jika seorang paus terpilih pada putaran pertama pagi ini, asap akan terlihat sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat. Jika belum ada hasil, asap pertama akan terlihat sekitar tengah hari. Jika konklaf berlanjut ke sore hari, asap akan terlihat sekitar pukul 17.30 waktu setempat atau pukul 19.00.

Hingga Kamis (8/5), seperti dilaporkan CNN, asap hitam kembali membumbung di atas Kapel Sistina, menandakan bahwa para kardinal belum berhasil memilih paus baru setelah dua putaran pemungutan suara pada Kamis pagi. Mereka akan berkumpul kembali pada sesi sore.

Baca juga:

Hari Kedua Konklaf, belum Ada Calon yang Unggul

Para Peziarah 'Kecewa', tapi akan Kembali

Saat para kardinal berada dalam Kapel Sistina, ribuan orang memadati Lapangan Santo Petrus pada Kamis pagi untuk menanti asap pertama dari cerobong Kapel Sistina. Untuk kedua kalinya, asap yang muncul berwarna hitam – artinya belum ada paus yang terpilih.

Kerumunan yang kecewa segera meninggalkan lokasi. Meskipun begitu, banyak yang menyatakan akan kembali di sore hari untuk menyaksikan putaran keempat, dan mungkin juga kelima, pemungutan suara.

“Mereka butuh waktu. Saya kira mereka tidak akan memilih paus baru hari ini," kata Lydia, seorang peziarah dari Rusia. “Saya suka suasananya. Semua orang sangat penasaran,” tambahnya.

Seorang perempuan asal Filipina mengatakan ia juga datang untuk melihat asap tadi malam. Namun, ia merasa sedikit kecewa karena asap pagi ini kembali berwarna hitam. Ia menyampaikan antusiasmenya bahwa Kardinal Luis Antonio Tagle dianggap sebagai salah satu kandidat kuat paus berikutnya. Jika terpilih, ia akan menjadi paus pertama dari Filipina.

“Kalau Roh Kudus memilih Kardinal Tagle, itu kehormatan besar bagi Filipina. Tapi itu juga tanggung jawab besar – dan tekanan yang besar,” katanya.

Orang-orang dari seluruh dunia telah datang ke Vatikan. Beberapa hanya berada di Roma selama beberapa hari dan berharap liburan mereka bertepatan dengan pemilihan paus baru. Beberap lainnya ialah penduduk lokal yang mengatakan akan terus kembali selama proses ini berlangsung.(dwi)

Baca juga:

Ingin Jadi Saksi Peristiwa Bersejarah, Turis Berdatangan ke Vatikan di Hari Konklaf

#Konklaf #Vatikan #Paus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia dan Takhta Suci Vatikan Sepakat Internasionalisasikan Nilai Pancasila
Indonesia bersama Vatikan akan terus mempromosikan perdamaian dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Indonesia dan Takhta Suci Vatikan Sepakat Internasionalisasikan Nilai Pancasila
Dunia
Dokter Nyatakan Paus Leo tak Butuh Perawatan Lanjutan, Kanker Paru-Paru Bersifat Terlokalisasi
Hasil tes pada jaringan yang diangkat selama operasi Paus mengonfirmasi diagnosis awal dan menunjukkan bahwa kanker tersebut belum menyebar.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Dokter Nyatakan Paus Leo tak Butuh Perawatan Lanjutan, Kanker Paru-Paru Bersifat Terlokalisasi
Dunia
Tumor Paus Leo XIV Terangkat Total, Tim Dokter Izinkan Tur Apostolik Amerika Latin Bulan Depan
Tim dokter Vatikan mengonfirmasi tumor paru-paru Paus Leo XIV bersifat lokal dan terangkat total. Bapa Suci siap jalani tur Apostolik ke Amerika Selatan.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Oktober 2026
Tumor Paus Leo XIV Terangkat Total, Tim Dokter Izinkan Tur Apostolik Amerika Latin Bulan Depan
Dunia
Kondisi Paus Leo XIV Membaik Usai Operasi Tumor Paru, Sudah Bisa Berjalan
Kondisi Paus Leo XIV dilaporkan membaik usai operasi tumor paru. Paus mulai berjalan, menjalani fisioterapi, dan masih dirawat di Roma.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kondisi Paus Leo XIV Membaik Usai Operasi Tumor Paru, Sudah Bisa Berjalan
Dunia
Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru, Kardinal Pietro Parolin Pegang Kendali Kepemimpinan Vatikan
Paus Leo XIV jalani operasi kanker paru-paru di RS Gemelli Roma. Kardinal Pietro Parolin sementara pegang kendali administratif Kuria Vatikan!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru, Kardinal Pietro Parolin Pegang Kendali Kepemimpinan Vatikan
Dunia
Takhta Suci Tegaskan Hanya Akui 2 Ordo Kesatria di Luar Vatikan, Templar Tidak Termasuk
Vatikan rilis klarifikasi resmi hanya mengakui Ordo Malta dan Ordo Makam Suci Yerusalem. Ksatria Templar dan ordo klaim baru dipastikan tidak diakui!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Takhta Suci Tegaskan Hanya Akui 2 Ordo Kesatria di Luar Vatikan, Templar Tidak Termasuk
Indonesia
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Seekor paus bungkuk sepanjang 7 meter lebih terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski tim gabungan berupaya menyelamatkan, paus akhirnya mati beberapa jam setelah ditemukan.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Lifestyle
Dokumenter 'Aldeas, the Final Dream of Pope Francis' Tayang Perdana di Vatikan, Ungkap Pesan Terakhir Paus Fransiskus
Film dokumenter Aldeas menghadirkan kesaksian terakhir Paus Fransiskus. Diproduseri Martin Scorsese, tayang perdana di Vatikan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Dokumenter 'Aldeas, the Final Dream of Pope Francis' Tayang Perdana di Vatikan, Ungkap Pesan Terakhir Paus Fransiskus
Dunia
Paus Jawab Hinaan Presiden AS, Tak Takut Dengan Pemerintahan Trump
Menurut pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu, ia hanya berpegang pada ajaran Injil dan akan terus "bersuara lantang untuk menentang perang."
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
Paus Jawab Hinaan Presiden AS, Tak Takut Dengan Pemerintahan Trump
Berita
AS Kecam Kritik Paus Leo XIV Terkait Perang di Iran
Trump juga meminta Paus untuk berhenti "menjilat" kelompok kiri radikal dan fokus saja menjadi Paus yang hebat, bukan politikus.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
AS Kecam Kritik Paus Leo XIV Terkait Perang di Iran
Bagikan