MerahPutih Nasional- Presiden Republik Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara terkait polemik Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon Kapolri tunggal.
Penunjukkan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri tunggal memang menyita perhatian publik. Hal tersebut dipicu dari status hukum Budi Gunawan sebagai tersangka kepemilikan rekening gendut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Melalui akun twitternya @SBYudhoyono, SBY mengajak kepada semua anak bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Bukan hanya itu, SBY juga meminta pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-Kalla) mendengar suara rakyat terkait banyaknya penolakan terhadap Budi Gunawan menjadi pucuk pimpinan di korps Bhayangkara.
"Mari kita selamatkan Negara, Presiden dan Polri. Dengarkan suara rakyat. *SBY*," demikian tulis SBY, Jumat (16/1).
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Sutarman, Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti, dan Kapolri terpilih Komjen Budi Gunawan menyambangi istana kepresidenan pada Jumat pagi (16/1). Kabar santer beredar bahwa Presiden Joko Widodo sudah mencopot Kapolri Jenderal Sutarman dan menunjuk Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai pelaksana tugas (Plt) Kapolri untuk sementara waktu. (BHD)