Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Komnas HAM Lihat PP yang Dikeluarkan Jokowi Layaknya UU atau Kepres

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 01 April 2020
Komnas HAM Lihat PP yang Dikeluarkan Jokowi Layaknya UU atau Kepres

Layar menampilkan rapat terbatas (ratas) melalui konferensi video yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Istana Bogor di ruang wartawan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/3/2020). ANTAR

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 yang menjadi dasar hukum melaksanakan status darurat kesehatan demi menanggulangi pandemi COVID-19 di Indonesia menuai kritik.

Kritik itu datang dari Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. Anam menyayangkan isi dalam PP yang baru diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tidak membahas detail soal pelaksanaan darurat kesehatan.

Baca Juga:

Update COVID-19 per Selasa (31/3): 1.528 Kasus Positif, 136 Meninggal Dunia

"Itu masih belum menjelaskan bagimana pelaksanaannya. Masih seperti UU atau Kepres. PP biasanya detail teknis," kata Anam dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4).

Seharusnya, PP Nomor 21 Tahun 2020 itu bisa mengatur tata cara orang bekerja dari rumah demi mencegah penularan COVID-19. Kemudian, PP juga bisa menjamin pekerja tidak dipecat selama bekerja dari rumah.

Jokowi Presiden Jokowi
Presiden Jokowi. Foto: Setkab

Selain itu, Anam melanjutkan, seharusnya PP tersebut mengatur soal kegiatan keagamaan. Misalnya terkait ritual atau acara keagamaan.

"Disamakan atau dibedakan. Acara ritual keamaan ke depan akan dihadapi secara massal dan masif. Misalkan Salat Tarawih berjamaah. Itu semua harus diatur pelaksanaannya," ujarnya.

Baca Juga

Anies Akui Sudah Lakukan Pembatasan Skala Besar Dua Pekan Lalu

Meski demikian, Anam mengapresiasi pilihan Presiden Jokowi yang menetapkan status darurat kesehatan ketimbang darurat sipil.

"Menempatkan situsi COVID-19 sebagai darurat kesehatan adalah langkah baik dan tidak menggunakan darurat sipil," kata Anam. (Pon)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan