Koalisi Anti Persekusi Temukan 66 Kasus Persekusi
Perwakilan Koalisi Anti Persekusi, Alissa Wahid di LBH, Jakarta, Rabu (7/6). (MP/Fadhli)
Koalisi Anti Persekusi mencatat hingga hari ini telah terjadi setidaknya 66 kasus persekusi di tanah air. Sejak tahun 1965 hingga tahun 1990-an telah terjadi perampasan hak dasar manusia dikarenakan identitas, dasar politik, SARA hingga gender.
Perwakilan Koalisi Anti Persekusi, Alissa Wahid mengatakan bahwa jumlah korban persekusi yang dihimpun dari pengaduan dan monitoring setidaknya berjumlah hampir 70 lebih kasus.
"Kasus persekusi 66 kasus, diduga kuat persekusi 12 kasus, awal dari persekusi 7 kasus dan terimbas kasus persekusi 2 kasus," kata putri Gusdur itu saat menggelar konferensi pers di LBH Jakarta, Rabu (7/6).
Ia menjelaskan, keseluruhan kasus yang terjadi dalam rentan waktu cukup panjang tersebut sangat membahayakan bagi kehidupan berpendapat di republik ini.
"Persekusi berbahaya bukan karena ia menimbulkan ketakutan dalam berpendapat, lebih dari itu. Persekusi dapat menjadi konflik horizontal yang meluas dan berujung pada negara yang gagal," ucapnya.
Untuk itu, katanya, polisi harus mampu melakukan investigasi mengungkap aktor persekusi.
"Kemudian, bagi masyarakat untuk tidak membalas persekusi dengan persekusi lainnya," tandasnya. (Fdi)
Baca berita terkait kasus persekusi lainnya di: Soal Persekusi, Ini Tanggapan Mantan Panglima TNI
Bagikan
Berita Terkait
Indonesia Masters 2026: Lolos 8 Besar, Farhan Alwi Kalahkan Tunggal China, Wang Zheng Xing
Indonesia Masters 2026: Langkah Putri KW Terhenti di Babak 16 Besar
Indonesia Masters 2026: Lolos 8 Besar, Lanny/Apri Kalahkan Duo China Bao Li Jing/Li Yi Jing
Melihat Kilau Emas Trofi Piala Dunia FIFA World Cup 2026 Mejeng di Jakarta
12 RT dan 17 Ruas Jalan Jakarta Tergenang Banjir, Termasuk Kemang dan Daan Mogot
Banjir di Jakarta Meluas, 17 Ruas Jalan Terendam
Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Buat Kurangi Kendaraan Pribadi
Indonesia Masters 2026: Ganda Campuran Indonesia Adnan/Indah Singkirkan Ganda Malaysia
Ada Stasiun MRT, Kawasan Harmoni Diproyeksikan Jadi Pusat Transit Oriented Development
Pramono Ingin Warga Jakarta Dibikin Senang Saat Imlek, Tebar Diskon Belanja