Kisah 'Jules Rimet', Trofi Piala Dunia yang Hilang Dua Kali
Trofi Piala Dunia Hilang Tujuh Hari Pada 1966Trofi Jules Rimet kali pertama dicuri pada 1966. (AFP PHOTO)
THE Golden Goddness adalah nama lahir dari trofi pertama piala dunia 1930-1946. Trofi yang dirancang oleh Abel Lafleur ini berganti nama menjadi "Jules Rimet" pada 1946. Hal ini dilakukan guna menghormati Jules sebagai penggagas kompetisi Piala Dunia FIFA pertama. Nama tersebet bertahan hingga 1970.
Selama kurun waktu tersebut, trofi yang terbuat dari bahan perak murni yang berlapiskan emas ini tercatat pernah dicuri dua kali. Trofi tersebut pertama kali dicuri dalam sebuah pameran di Central Hall, Westminster, London pada 1966. Insiden itu terjadi 4 bulan sebelum Ingris menjadi tuan rumah Piala Dunia.
Selama sepekan pencarian, David Corbett menemukan trofi tersebut bersama anjing peliharaannya, Pickles. Waktu itu ia sedang dalam perjalanan menuju kotak telepon umum. Tiba-tiba sang anjing berlari mengitari mobil tetangga Corbett. Karena penasaran ia memeriksanya, ternyata di sana ada sebuah paket, paket itu terbungkus sangat ketat.
"Saya penasaran apakah itu bom? Jadi saya mengangkatnya, dan menaruhnya kembali. Saya robek bagian bawahnya sedikit dan saya melihat sebuah perisai. Saya langsung mengenalinya dan berpikir, 'Ini dia!'," katanya seperti dikutip dari Mirror.
Namun sayang, pengakuan Penggemar klub Crystal Palace tersebut tak dipercaya pihak berwenang. Ia terus di cecar dengan puluhan pertanyaan dalam sebuah introgasi. "Tapi saya tahu kalau saya bersih, jadi saya biarkan mereka menanyakan semua pertanyaan yang mereka inginkan," ucap Corbett.
Tak berselang lama, kebenaran Corbett terungkap. Pihak berwajib menetapkan Edward Bletcheley sebagai tersangka dan berhasil ditangkap. Pencurian tersebut diduga karena harga mahal trofi "Jules Rimet". Saat itu, harganya mencapai £30.000 atau sekitar Rp 557 juta.
Setelah ditemukan, 17 tahun berselang "Jules Rimet" kembali hilang. Kejadian ini terjadi di gedung Konfederasi Sepak bola Brasil. Seorang bankir yang mengaku sebagai agen klub Atletico Mineiro, Sergio Pereira Ayres, adalah dalang dari pencurian tersebut.
Dalam pencuriannya, Ayres melibatkan dua orang laki-laki mantan petugas polisi, yakni Chico Barbudo dan dekorator Luiz Bigode. Mereka berhasil melarikan trofi setelah melumpuhkan dua petugas penjaga malam gedung Konfederasi Sepak bola Brasil.
Misteri ini membuat banyak orang bingung. Trofi tersebut tak ditemukan lagi hingga saat ini. Diduga, pencuri tersebut telah melebur trofi tang berbalut emas tersebut. Karena kejadian ini akhirnya FIFA memutuskan untuk mengganti "Jules Rimet" dengan piala yang menggambarkan dua sosok manusia memegang bumi. Piala tersebut digunakan hingga saat ini. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Hadapi Ekspektasi Tinggi, John Herdman Tegaskan Siap Jalani Proses Panjang bersama Timnas Indonesia
FIFA Pamer Teknologi Referee View Berbasis AI, Piala Dunia 2026 Bakal Jadi Turnamen Paling 'Pintar'
FIFA Rilis Tiket Lebih Murah untuk Piala Dunia 2026, hanya Rp 1 Jutaan
Komisi Disiplin FIFA Keluarkan Putusan, Timnas Malaysia Dinyatakan Kalah 0-3 dalam 3 Laga Persahabatan Buntut Dokumen Palsu 7 Pemain Naturalisasi
Daftar Lengkap Pemenang FIFA The Best Award 2025, Ada Klub Irak Zakho SC
Line-up 11 Pemain Terbaik FIFA 2025, Hampir Setengahnya Pemain PSG
11 Pemain Sepak Bola Terbaik Putri 2025, Didominasi Dari Spanyol
Ousmane Dembele Sukses Kawinkan Gelar Ballon d’Or dan The Best FIFA 2025
Puskas Award 2025 Lepas dari Tangan Rizky Ridho, Pemenangnya Gol Salto Santiago Montiel
FIFA Rilis Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Kick Off Paling Awal Jelang Tidur Malam dan Banyak di Jam Kantor