Kisah Hidup Tan Joe Hok Legenda Bulu Tangkis Indonesia

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 27 Agustus 2018
Kisah Hidup Tan Joe Hok Legenda Bulu Tangkis Indonesia

Tan Joe Hok, legenda hidup bulu tangkis Indonesia. (Foto/Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENTARI mulai menyinsing di Ibu Kota Jakarta. Seorang bocah kampung tampak sedang tergesa-gesa. Dengan menumpangi becak, ia melaju menuju bandara Kemayoran, Jakarta Pusat.

Meski tanpa dampingan seorang pun, ia tetap teguh bertolak ke Singapura. Tujuannya satu. Berjuang mengolah shuttlecock untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas dunia.

Bocah itu benama Tan Joe Hok alias Hendra Kartanegara.

Tan Joe Hok, legenda hidup bulu tangkis Indonesia di kediamannya, Jumat (22/1). (MerahPutih/Rizky Fitrianto)
Tan Joe Hok, legenda hidup bulu tangkis Indonesia di kediamannya, Jumat (22/1). (MerahPutih/Rizky Fitrianto)

"Saya berangkat sendiri dengan naik becak ke bandara Kemayoran," kenang Tan memulai pembicaraannya kepada merahputih.com di kediamannya.

Niat besar Tan berbuah lebat. Ia bersama tim Thomas Indonesia, yakni Ferry Sonneville, Tan King Gwan, Njoo Kim Bie, Lie Poo Djian, Olich Solichin, dan Eddy Yusuf berhasil mempermalukan Malaysia dengan skor 6-3.

Dengan kepala tegap Tan pulang ke Indonesia. Sesampainnya, Tan beserta kolegannya disambut meriah dan di arak keliling kota oleh masyarakat Indonesia. "Seluruh Jakarta berwarna kuning," ucapnya sambil membalik-balik pikiran ke masa lalu.

Pujian yang berlimpah tak membuat Tan cepat puas. Ia terus mengasah kemampuannya dan merebut banyak gelar untuk Indonesia di bidang olahraga bulu tangkis. Hingga suatu saat ia mendapatkan gelar "The Giant Killer" (Pembunuh Raksasa).

"Saya mendapatkan julukan tersebut karena berhasil mengalahkan semua pemain terbaik sehingga Indonesia berhasil memboyong Piala Thomas untuk pertama kalinya," jelas Tan.

Nama Tan semakin meroket diiring prestasi-prestasi internasional yang ia raih. Hampir semua kejuaraan nasional maupun internasional ia kumpulkan. Mulai dari, Juara Piala Thomas 1958, 1961, 1964 bersama Tim Thomas Indonesia, Juara Kejuaraan Nasional 1956 di Surabaya, Juara All England 1959, Juara AS Terbuka 1959 dan 1960, Juara Kanada Terbuka 1959 dan 1960, hingga Juara Asian Games 1962.

Kekaguman Sukarno

Sukarno. (Foto/baltyra.com)
Sukarno. (Foto/baltyra.com)

Dengan segudang prestasi yang ia miliki, diam-diam Presiden Sukarno mengamatinnya. Sang Proklamator tersebut mengaku bangga dengan torehan prestasi yang diukir Tan Joe Hok.

"Banyak insinyur, banyak dokter tetapi manusia seperti kamu yang mewakili bangsa dan negara bisa dihitung dengan jari," ucap Tan mengingat pesan Sukarno kepadanya.

Kekaguman Bung Karno tak sampai di situ. Merujuk pada prestasi Tan untuk Indonesia Presiden Pertama Indonesia tersebut memberikan beasiswa kepada Tan.

Kembalikan Uang Pemberian Indonesia

Tan Joe Hok, legenda hidup bulu tangkis Indonesia di kediamannya, Jumat (22/1). (MerahPutih/Rizky Fitrianto)
Tan Joe Hok, legenda hidup bulu tangkis Indonesia di kediamannya, Jumat (22/1). (MerahPutih/Rizky Fitrianto)

Pemerintah yang bangga atas prestasi Tan memberikan hadiah berupa uang ribuan dollar, tapi pemberian itu ditolaknya.

Seusai menjuarai All England, Tan mengambil kuliah di jurusan Premedical Major in Chemistry and Biology, Baylor University, Texas, Amerika Serikat. Ia sadar hidup sebagai atlet bulu tangkis tak bisa menjamin masa depan.

Meski begitu, ia kembali ke Indonesia untuk mempertahankan Piala Thomas pada 1961 karena didorong rasa nasionalisme. Sukses mempertahankan Piala Thomas, Tan disambut Presiden Sukarno dan mendapat tanda jasa Satya Lencana Kebudayaan.

Sambil menunjuk-nunjuk, Sukarno berkata kepada Tan. ”I will give you a scholarship”," kata Tan menirukan Sukarno.

Dan, benar saja ketika kembali ke Texas, Tan mendapat kejutan di kotak suratnya.

"Suatu hari setelah kembali ke Texas, saya membuka kotak surat mendapati sebuah surat berisi cek senilai US$1.000 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jumlah itu cukup besar di masa itu. Anda bisa bayangin. Harga mobil Impala keluaran baru saja harganya US$2.000. (Uang) Itu untuk setiap bulan. Hitung saja kalau saya tinggal beberapa tahun di sana," ujar Tan.

Namun, Tan merasa tidak berhak atas pemberian uang tersebut. Ia merasa sudah cukup dengan beasiswa yang diterimanya.

"Zaman dahulu orang itu militan bukan mata duitan," tukasnya. (*)

Baca Juga: Cerita Para Peraih Medali Emas Asian Games 1962

#Asian Games 2018 #Asian Games 1962 #Tan Joe Hok #Atlet Bulu Tangkis #Bulu Tangkis Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Drama 3-2 Lawan China, Tim Bulutangkis Beregu Putra Indonesia Akhirnya Pecahkan Penantian 28 Tahun
Tim bulutangkis beregu putra Indonesia meraih emas pertama di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan China 3-2 dan mengakhiri penantian 28 tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Drama 3-2 Lawan China, Tim Bulutangkis Beregu Putra Indonesia Akhirnya Pecahkan Penantian 28 Tahun
Olahraga
Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026, Prabowo: Terima Kasih atas Kerja Kerasnya!
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengapresiasi atlet Indonesia usai meraih emas pertama di Asian Games 2026.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026, Prabowo: Terima Kasih atas Kerja Kerasnya!
Olahraga
Profil Moh Zaki Ubaidillah Pemuda 19 Tahun Pahlawan Emas Bulu Tangkis Asian Games 2026, Ini Mantra Rahasianya!
Intip profil lengkap Moh Zaki Ubaidillah (Ubed), pemuda 19 tahun penentu emas Asian Games 2026 usai tekuk China! Cek juga quote favoritnya di sini.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
 Profil Moh Zaki Ubaidillah Pemuda 19 Tahun Pahlawan Emas Bulu Tangkis Asian Games 2026, Ini Mantra Rahasianya!
Olahraga
Jonatan Christie Kalah Lagi di Final Beregu Putra Asian Games 2026, Minta Maaf Usai Dibungkam Shi Yuqi
Jonatan Christie kembali gagal menyumbang poin pembuka untuk Indonesia di final beregu putra Asian Games 2026 usai ditumbangkan Shi Yuqi. Simak curhatan dan permintaan maaf Jojo di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Jonatan Christie Kalah Lagi di Final Beregu Putra Asian Games 2026, Minta Maaf Usai Dibungkam Shi Yuqi
ShowBiz
Lirik Meraih Bintang, Lagu Asian Games 2018 yang Meledakkan Karier Via Vallen
Lagu “Meraih Bintang” ciptaan Pay Burman dan dinyanyikan Via Vallen menjadi anthem resmi Asian Games 2018.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Lirik Meraih Bintang, Lagu Asian Games 2018 yang Meledakkan Karier Via Vallen
Olahraga
Hasil Japan Open 2026, Fajar/Fikri Menyegel Gelar Juara
Gelar juara ini menjadi pengobat sakit hati untuk pebulu tangkis peringkat kelima dunia tersebut setelah sebelumnya kandas di babak pertama Indonesia Open 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 Juli 2026
Hasil Japan Open 2026, Fajar/Fikri Menyegel Gelar Juara
Olahraga
Tim Uber Indonesia Juara Grup, Pelipur Lara Rekor Sejarah Terburuk di Piala Thomas
Tim Uber Indonesia lolos ke perempat final Piala Uber 2026 sebagai juara grup.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 April 2026
Tim Uber Indonesia Juara Grup, Pelipur Lara Rekor Sejarah Terburuk di Piala Thomas
Indonesia
Kapten Tim Ingatkan Debutan Indonesia Jaga Emosi di Laga Pembuka Piala Thomas
Kapten tim Fajar Alfian menekankan pentingnya bermain rileks dan menjaga emosi agar performa tetap optimal di laga besar sekelas Piala Thomas.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 April 2026
Kapten Tim Ingatkan Debutan Indonesia Jaga Emosi di Laga Pembuka Piala Thomas
Olahraga
Wang Zhi Yi Juara All England Putri 2026, Akhiri Kutukan Kalah di 10 Final dari An Se-young
Final All England Open 2026 mempertemukan dua pebulu tangkis nomor satu dan dua dunia.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Wang Zhi Yi Juara All England Putri 2026, Akhiri Kutukan Kalah di 10 Final dari An Se-young
Olahraga
Make Your Moment: Dari Bulu Tangkis untuk Semua, OPPO Ajak Generasi Muda Belajar dari Para Legenda tentang Perjuangan Mengharumkan Nama Indonesia
OPPO Indonesia dan Indonesia Olympians Association (IOA) memberikan panggung penghargaan untuk para legenda bulutangkis.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 Juli 2025
Make Your Moment: Dari Bulu Tangkis untuk Semua, OPPO Ajak Generasi Muda Belajar dari Para Legenda tentang Perjuangan Mengharumkan Nama Indonesia
Bagikan