Kilas Balik Laga PSG Kontra Napoli

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 25 Oktober 2018
Kilas Balik Laga PSG Kontra Napoli

PSG vs Napoli. (Foto: panrita.news)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MALAM baru saja turun di Kota Paris. Namun, keriuhan sudah menjalar di berbagai penjuru kota. Ribuan orang mulai keluar dari rumahnya. Massa berbondong-bondong menuju Parc Des Prince, stadion yang merupakan markas Paris Saint Germain, klub kebanggaan kota mode tersebut.

Mereka akan kedatangan tamu dari Italia. Runner up Serie A musim lalu, SSC Napoli. Kedua tim siap bertanding di match day ke-3 UCL.

Tifosi Napoli. (Foto: Twitter/NaplesandNapoli)

Sebuah gelaran sepakbola antarklub paling bergengsi di Eropa. Sama-sama bermodal kemenangan di match day sebelumnya, kedua tim tentu berhasrat untuk meraih poin penuh pada laga tersebut.

Bagi pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, bertandang ke Parc Des Prince menyimpan sebuah memori khusus. Ia pernah menjadi pelatih PSG di tahun 2011-2013 dan menyumbangkan satu trofi juara Liga Perancis untuk klub itu.

Pada musim lalu, ia kembali ke stadion tersebut bersama Bayern Munchen. Hasilnya, anak-anak asuhnya menelan kekalahan telak 3-0 dari klub asal ibu kota Perancis tersebut. Atas hasil tersebut, Don Carletto dipecat Bayern Munchen.

Dalam sebuah wawancara sebelum pertandingan, Ancelotti mengungkapkan bahwa tahun lalu ia datang ke stadion tersebut hanya dengan kepercayaan diri dari beberapa pemainnya saja.

Namun, bersama Napoli, ia datang atas kepercayaan seluruh pemain dan suporter. Ini yang menjadi alasan bahwa memori pahitnya tahun lalu tak akan terulang.

Ribuan ultras Napoli pun turut hadir ke stadion tersebut guna mendukung tim kesayangan mereka. Kedatangan suporter lawan bukan ancaman bagi pendukung tim tuan rumah.

Justru sebaliknya, ultras Napoli disambut dengan baik. Sebuah banner panjang bertuliskan "Benvenuti E Frate Nuoste Napulitane" yang artinya "Selamat datang untuk Saudara kami Neapolitan (sebutan untuk orang Naples)".

Spanduk sambutan fans PSG untuk tifosi Napoli. (Foto: Twitter/NaplesandNapoli)

Keakraban dari masyarakat kedua kota ini memang terbentuk sejak lama, karena sejarah panjang kedua kota ini memang saling bertautan.

Laga Pertandingan

Tampil sebagai tim tuan rumah, PSG mencoba langsung menekan tim lawan. Mengandalkan Mbappe dan Neymar, mereka mencoba menjalin serangan.

Namun, tendangan dari Neymar masih dapat diblok barisan pertahanan Napoli. Pada 15 menit pertama, PSG cukup menguasai jalannya pertandingan.

Memasuki menit 18, PSG nyaris meraih keunggulan. Tapi upaya yang dilakukan Cavani masih dapat digagalkan Ospina.

Napoli mencoba keluar dari tekanan. Mereka berusaha mengendalikan pertandingan dengan umpan-umpan pendek di tengah lapangan sambil menunggu momentum untuk melakukan serangan.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Ketika para pemain PSG coba menutup serangan di bagian tengah lapangan, Napoli mencoba membuka serangan dari sisi lapangan lewat kaki Callejon.

Ketika melihat Insigne mulai bergerak mencari celah ke daerah pertahanan PSG, Callejon dengan cerdas mengirim umpan terobosan ke dalam kotak penalti dan mampu diselesaikan dengan sangat baik oleh Insigne dengan sepakan lob melewati Areola. PSG 0, sedangkan Napoli 1.

PSG mencoba menyamakan kedudukan lewat kaki Mbappe di menit ke-38. Namun, upaya striker timnas Perancis tersebut masih bisa dihalau Ospina. Skor bertahan sampai turun minum.

PSG berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-61 lewat gol bunuh diri Mario Rui. Berniat menghalau crossing mendatar Meunier, Rui justru mengarahkan bola ke gawangnya sendiri. Skor berubah menjadi 1-1.

Napoli berhasil kembali unggul di menit ke-76. Dries Mertens mampu menyelesaikan peluang yang dia dapat dan membuat jala Areola bergetar untuk kedua kalinya.

Namun, Napoli gagal pulang dengan membawa pulang 3 poin. Berawal dari serangan yang dibangun Neymar di sisi kanan pertahanan Napoli. Kemudian diarahkan ke dalam kotak penalti.

Namun, masih bisa dihalau barisan pertahanan Napoli. Draxler berhasil merebut bola kembali dan memberikan umpan kepada Di Maria. Dengan tendangan dari luar kotak penalti, Di Maria berhasil menempatkan bola ke sudut kanan gawang Ospina dan menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Hasil imbang tersebut menempatkan Napoli di peringkat ke-2 klasemen grup C dengan poin 5, disusul PSG di peringkat 3 dengan poin 4. Napoli menjadi satu-satunya tim yang belum mengalami kekalahan di grup ini. (Muhammad Ihsan Qodri)

#Sepakbola #Liga Champions
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Olahraga
Florentino Perez Menang Pemilu Real Madrid, Enrique Riquelme Beri Selamat Sambil Tebar Ancaman
Pengumuman resmi panitia pemilu menegaskan dominasi mutlak sang petahana, Florentino Perez
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Florentino Perez Menang Pemilu Real Madrid, Enrique Riquelme Beri Selamat Sambil Tebar Ancaman
Olahraga
Calvin Verdonk Bakal Dilatih Putra Carlo Ancelotti, Siap Gebrak Liga Champions Eropa
Rekam jejak kariernya bermula dari pelatih kebugaran sebelum akhirnya naik pangkat menjadi asisten manajer
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Calvin Verdonk Bakal Dilatih Putra Carlo Ancelotti, Siap Gebrak Liga Champions Eropa
Olahraga
Arsenal Gagal Juara Liga Champions 2025/26, Mikel Arteta: Kami Harus Lebih Ambisius Musim Depan
Mikel Arteta tak mencari alasan usai Arsenal gagal juara Liga Champions 2025/26. Ia meminta The Gunners lebih ambisius musim depan.
Soffi Amira - Senin, 01 Juni 2026
Arsenal Gagal Juara Liga Champions 2025/26, Mikel Arteta: Kami Harus Lebih Ambisius Musim Depan
Olahraga
Kemenangan atas Arsenal di Final Liga Champions Terasa Istimewa bagi Pelatih Luis Enrique
PSG menang atas Arsenal lewat babak adu tendangan penalti di Puskas Arena, Sabtu (30/5).
Frengky Aruan - Minggu, 31 Mei 2026
Kemenangan atas Arsenal di Final Liga Champions Terasa Istimewa bagi Pelatih Luis Enrique
Olahraga
Pengakuan Mikel Arteta terhadap PSG Setelah Arsenal Dikalahkan di Final Liga Champions
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta mengakui bahwa PSG bersama Luis Enrique merupakan tim terbaik di dunia.
Frengky Aruan - Minggu, 31 Mei 2026
Pengakuan Mikel Arteta terhadap PSG Setelah Arsenal Dikalahkan di Final Liga Champions
Olahraga
Laga Final untuk Pertahankan Gelar Juara Liga Champions Vs Arsenal Lebih Sulit bagi PSG
Laga final untuk mempertahankan gelar juara Liga Champions melawan Arsenal lebih sulit dibanding partai penentuan juara musim lalu melawan Inter Milan seperti dikatakan Luis Enrique
Frengky Aruan - Minggu, 31 Mei 2026
Laga Final untuk Pertahankan Gelar Juara Liga Champions Vs Arsenal Lebih Sulit bagi PSG
Olahraga
Hasil Final Liga Champions: Tekuk Arsenal Via Babak Penalti, PSG Pertahankan Gelar Juara
Paris Saint-Germain (PSG) mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah menekuk Arsenal lewat babak penalti dalam final edisi 2025/2026 yang digelar di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5) malam.
Frengky Aruan - Minggu, 31 Mei 2026
Hasil Final Liga Champions: Tekuk Arsenal Via Babak Penalti, PSG Pertahankan Gelar Juara
Olahraga
Anthem 'The Angel (North London Forever)' Siap Menggema Jika Arsenal Juara Liga Champions 2026, Simak Nih Liriknya
Stadion Emirates akhirnya memperdengarkan lagu North London Forever secara resmi untuk kali pertama saat Arsenal menjamu Leeds United pada 8 Mei 2022
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
Anthem 'The Angel (North London Forever)' Siap Menggema Jika Arsenal Juara Liga Champions 2026, Simak Nih Liriknya
Olahraga
Link Live Streaming Final Liga Champions PSG vs Arsenal, 30 Mei 2026
Laga krusial ini menguji konsistensi Arsenal selaku tim yang belum menyentuh kekalahan sepanjang kompetisi Liga Champions musim ini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
Link Live Streaming Final Liga Champions PSG vs Arsenal, 30 Mei 2026
Olahraga
Arsenal Harus Gempur Habis-Habisan PSG dari Sisi Kanan Jika Ingin Angkat Trofi Liga Champions
Kondisi tersebut menjadi peluang emas bagi sektor sayap kiri Arsenal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
Arsenal Harus Gempur Habis-Habisan PSG dari Sisi Kanan Jika Ingin Angkat Trofi Liga Champions
Bagikan