Merahputih.com - Kevin Diks muncul sebagai kandidat kuat eksekutor utama penalti mengingat rekam jejaknya bersama Borussia Monchengladbach. Meski memiliki reputasi sebagai penendang jitu di Bundesliga, Kevin Diks memilih tetap rendah hati dan fokus pada performa kolektif tim.
Tim pelatih memberikan porsi latihan ekstra bagi seluruh pemain agar siap menghadapi tekanan mental di titik putih.
"Saya tidak memikirkan itu (penendang penalti pertama). Saya rasa itu bukan pertanyaan yang perlu saya jawab," ujar Kevin Diks saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta.
Baca juga:
Hal itu dikatakan Kevin Diks saat Timnas Indonesia bersiap menghadapi tantangan besar melawan Bulgaria pada partai final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3). Pertandingan krusial ini berpotensi berlanjut hingga babak adu penalti jika kedua tim bermain imbang sepanjang 90 menit waktu normal.
Skuad Garuda telah menjalani sesi latihan khusus eksekusi penalti di Stadion Madya untuk mengantisipasi skenario tersebut.
Optimisme Garuda Menaklukkan Bulgaria
Status Bulgaria sebagai tim unggulan tidak menyiutkan nyali para penggawa asuhan John Herdman. Dukungan penuh suporter di kandang sendiri menjadi modal utama bagi Indonesia untuk mengamankan trofi FIFA Series 2026.
Baca juga:
Kevin Diks menegaskan bahwa bermain di hadapan publik sendiri memberikan energi tambahan yang sulit dipatahkan oleh lawan mana pun.
"Segala sesuatu bisa terjadi dalam sepak bola, dan kita bermain di kandang sendiri. Sangat sulit untuk mengalahkan kami di rumah sendiri, dan inilah saatnya untuk membuktikan hal tersebut," tegas Kevin Diks. (Bolaskor)