Ketika Musik Dibatasi Nilai: Hindia, Lomba Sihir, dan .feast Gagal Tampil di Tasikmalaya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 16 Juli 2025
Ketika Musik Dibatasi Nilai: Hindia, Lomba Sihir, dan .feast Gagal Tampil di Tasikmalaya

Baskara Putra melalui Hindia baru saja melepas mixtape terbaru. (Foto: dok/Baskara Putra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Konser Ruang Bermusik 2025 yang digelar di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, harus menghadapi polemik besar setelah dua penampil utama, Hindia dan Lomba Sihir, batal tampil.

Penolakan datang dari sejumlah ormas yang menilai kedua proyek musik tersebut mengandung simbol dan unsur yang dianggap bertentangan dengan nilai agama dan budaya lokal.

“Yang bermasalah bukan konsernya, bukan musiknya. Tapi ini terkait band Hindia yang sering membawa simbol-simbol yang melanggar norma agama… indikasi band satanic… simbol-simbol dajjal," jelas Ketua salah satu ormas.

Baca juga:

Lomba Sihir akan Meriahkan Panggung Asian Pop Festival 2025 di Incheon

Merespons polemik ini, aparat kepolisian menggelar serangkaian rapat bersama tokoh agama dan perwakilan masyarakat. Kapolres Tasikmalaya menjelaskan,

“Semua alim ulama dan tokoh agama mendukung konser, tetapi dengan memperhatikan makna regulasi dan kearifan lokal. Kota Tasikmalaya adalah kota santri, kota yang religius.”

Setelah mempertimbangkan berbagai masukan, keputusan final dibuat untuk membatalkan penampilan Hindia dan Lomba Sihir demi menjaga kondusivitas daerah.

Promotor konser mengaku mengalami kerugian besar, termasuk kehilangan sebagian sponsor utama. Namun acara tetap dilanjutkan dengan penampil pengganti seperti Maliq & D’Essential, Nadin Amizah, dan Perunggu.

Baskara Putra selaku musisi di balik Hindia merespons dengan unggahan singkat di media sosial, “Do Not Fear Poetry.”

Baca juga:

Baskara Putra Sukses Duduki Chart Lima Teratas Spotify Lewat Hindia dan .feast

Kontroversi ini mencerminkan ketegangan antara ekspresi seni dan batas budaya lokal. Di satu sisi, konser musik menjadi ruang kreativitas dan kebebasan berekspresi.

Di sisi lain, masyarakat lokal ingin menjaga nilai-nilai yang mereka yakini. Dialog terbuka dan saling memahami mungkin menjadi jalan tengah untuk ke depan. (far)

#Hindia #Lomba Sihir #Feast #Musik #Musik Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Bagikan