Ketika Cawagub Berebut Suara Generasi Milenial
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menikmati nasi bungkus bersama warga di Terminal Benowo, Surabaya. (MP/ Budi Lentera)
MerahPutih.com - Hasil survei terakhir yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan bahwa elektablitias Cagub-Cawagub Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak mencapai 44,5 persen. Sedangkan elektabilitas sang lawan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno sebesar 44 persen. Dengan begitu keduanya hanya berselisih 0,5 persen.
Nah, meski punya selisih, Peniliti Litbang Kompas Yohan Wahyu mengatakan bahwa pasangan Khofifah Emil bukan berarti sudah unggul. "Belum ada yang unggul. Ini masih ketat. Karena hasil survei masih berada dalam rentang margin of error," kata Yohan Wahyu dalam diskusi Pilgub Jatim, di kampus Universitas Airlangga, Kamis (15/3).
Yohan menjelaskan, sebenarnya hasil tersebut belum bisa menjadi dasar yang kuat untuk menyimpulkan bahwa ada pasangan yang unggul. Sebab margin error selisih 0,5 persen sama halnya 3,4 suara dari 800 responden yang disurvei. Artinya, kata Yohan, kedua kubu sama-sama berpeluang untuk menang, karena bisa dibilang masih imbang.
Senada dengan pengamat sosial politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Novri Susan. Menurutnya, kedua kubu masih sangat berpeluang. "Ini akan ketat, karena sama sama punya massa yang sama." kata Novri.
Ia pun menjelaskan, antara Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Khofifah sama-sama dari kalangan Nahdlatul Ulama. Sehingga suara NU sebagian akan terpecah.
Uniknya, lanjut Novri, antara Emil Dardak dan Puti Guntur yang merupakan cawagub, sama-sama ingin mendulang suara dari kaum milenial. "Kaum milenial ini merupakan pemilih pemula. Biasanya pemilih pemula tidak mempertimbangkan soal siapa kepopuleran tokoh. Tetapi lebih memilih karena sistem oraganisasi yang bagus." terang Novri.
Sistem organisasi ini, kata Novri, adalah sebuah organisasi yang yang terbentuk dengan sistem bagus. Ketika organisasi jatuh pada pilihan tertentu, maka angota organisasi akan memilih pada pilihan tersebut. Seperti diketahui, sebelumnya Litbang Kompas menggelar survei pada 19 Februari-4 Maret dengan 800 responden. Margin of error sebesar 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (*)
Tulisan ini merupakan laporan Budi Lentera yang merupakan kontributor MerahPutih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
PKS Isyaratkan Bentuk Poros Baru Lawan Khofifah-Emil di Pilkada Jatim
PKB Masih Olah Nama yang akan Diusung di Pilgub Jatim