MerahPutih.com - Ketua Umum (Ketum) Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar menyoroti masalah mendasar, yakni komunikasi antara pihak klub dengan suporter yang kurang baik. Hal ini merespons kericuhan yang terjadi usai pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (23/9).
Seperti diketahui, suporter turun dari tribun dan masuk ke lapangan. Steward pertandingan menjadi sasaran kemarahan suporter.
Beberapa di antaranya tampak dipukuli dan ditendangi, sesuai video yang dibagikan akun Instagram Info Jawa Barat. Sementara lainnya bisa menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam lorong.
Tobias mengecam kekerasan yang dilakukan. Baginya, itu tidak dapat dibenarkan di dalam dunia sepak bola apa pun bentuknya.
Baca juga:
Nick Kuipers Ungkap Kegelisahan Menyusul Kericuhan Suporter Usai Persib Vs Persija
"Atas alasan apa pun, kekerasan tidak bisa dibenarkan. Kemarin kami berdiri bersama korban karena sepakat bahwa tidak boleh ada kekerasan atau pelecehan di dalam stadion," kata Tobias di Bandung, Selasa (24/9), dikutip dari Antara.
Ia melanjutkan bahwa pola komunikasi yang tidak pernah tuntas menjadi pemicu ketegangan dan kesalahpahaman yang kerap terjadi antara pihak manajemen klub dan Bobotoh.
Terlebih setelah adanya intimidasi dan kekerasan terhadap Bobotoh usai Persib kalah dari Port FC dalam laga pertama Grup F AFC Champions League Two (ACL) 2 di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (19/9).
Kejadian tersebut memicu kemarahan kalangan suporter, yang kemudian melakukan aksi di depan kantor Persib pada 21 September. Mereka menuntut klarifikasi manajemen.
Baca juga:
Persib Mendukung Kepolisian Menindak Tegas Pelaku Kericuhan Usai Laga Kontra Persija
"Yang muncul adalah prasangka dan sebuah kecurigaan dari satu sama lain. Kejadian kemarin bisa dimaknai sebagai akumulasi kekecewaan yang diekspresikan secara berlebihan terhadap permasalahan-permasalahan sebelumnya yang tidak pernah secara tuntas diselesaikan," kata dia.
"Jika kami melawan kekerasan dengan kekerasan lagi, lalu apa yang membedakan kami dengan pelaku kekerasan kemarin?" katanya.
Tobias menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang menimpa para korban. Dia lantas berkomitmen untuk mengambil tanggung jawab apabila terbukti ada anggota Viking yang terlibat dalam tindakan kekerasan.
"Sebagai Ketua Umum Viking Persib Club, saya meminta maaf atas peristiwa yang terjadi. Saya siap mengambil tanggung jawab jika ada anggota Viking yang terbukti terlibat dalam kekerasan. Semoga seluruh korban yang terdampak dari kejadian kemarin segera pulih dan diberikan kesembuhan," kata dia. (*)