‘Kenapa Harus Bule?’ Angkat Fenomena Supremasi Kulit Putih dengan Gaya Humor

Rina GarminaRina Garmina - Jumat, 16 Maret 2018
‘Kenapa Harus Bule?’ Angkat Fenomena Supremasi Kulit Putih dengan Gaya Humor

Film 'Kenapa Harus Bule?'. (Foto: Instagram/@kenapaharusbule)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERUNTUNG LAH pria-pria bule. Di Asia Tenggara, mereka menjadi idaman sederet perempuan. Mungkin alasannya terdengar klise.

Pria bule dicari perempuan Asia Tenggara untuk memperbaiki keturunan. Menurut sutradara film ‘Kenapa Harus Bule’, Andri Cung, fenomena supremasi kulit putih ini telah lama ada di Asia Tenggara.

“Rasanya (fenomena supremasi kulit putih) belum pernah diangkat ke dalam film,” terang Andri seperti dikutip ANTARA.

‘Kenapa Harus Bule’ pun mengangkat fenomena tersebut. Putri Ayudya menjadi bintang utama yang memerankan sosok Pipin. Perempuan bernama Pipin ini amat mendambakan pria bule sebagai pendamping hidupnya.

Karakter Pipin ini ada dalam kehidupan nyata. Terinspirasi dari sahabat Andri, seorang perempuan Indonesia yang terobsesi pada pria bule. Ia menjadi korban standar cantik di Indonesia, tetapi dicap negatif lantaran tertarik pada bule.

Film ini bukan sekadar kisah pencarian jodoh. Tetapi tentang karakter Pipin yang terbentuk akibat konstruksi sosial atas perempuan di banyak tempat.

Standar kecantikan perempuan Indonesia menjadi masalah. Kulit putih dianggap lebih cantik. Akibatnya, perempuan seperti Pipin merasa tidak layak mendapat jodoh orang Indonesia dan beranggapan hanya bisa diterima bule.

Pipin berkulit cokelat khas perempuan Indonesia. Padahal perempuan berkulit cokelat ini lah yang dicari turis asing yang sengaja berjemur di pantai agar kulitnya lebih gelap.

Standar cantik di mata turis asing ini jelas bertolak belakang dengan standar cantik di Indonesia. Hidup di tengah supremasi kulit putih yang kuat membuat Pipin rendah diri. Ia merasa penampilannya tidak mungkin menarik perhatian pria lokal.

Akhirnya, ia pun mengincar pria bule karena perempuan berkulit cokelat di mata mereka dianggap eksotis. Pencarian pria bule dilakukan dengan berbagai cara. Melalui aplikasi kencan daring hingga berburu di bar-bar Jakarta.

Usahanya tidak kunjung berhasil. Ia pun nyaris putus asa. Apalagi usianya telah menginjak kepala tiga.

Berbekal saran dari temannya, pria kemayu bernama Arik (Michael Kho) yang tinggal di Bali, Pipin pun pindah ke Pulau Dewata. Di Bali, Pipin bertemu teman masa kecilnya, Buyung (Natalius Chendana).

Rupanya Buyung jatuh hati kepadanya. Sayang, Pipin sudah terlanjur terobsesi pada bule. Selain Buyung, selama di Bali, ada pria lain yang mengejar-ngejar Pipin.

Seorang pria Italia bernama Giofranco (Cornelio Sunny). Giofranco adalah sosok idaman pria ideal Pipin. Ganteng, macho, seksi, tajir.

Namun ternyata Pipin tidak semudah itu jatuh cinta kepada Cornelio. Sebagai perempuan Indonesia, dia tetap memegang teguh budaya ketimuran, antidiskriminasi dan menolak kekerasan seksual dalam hubungan asmara.

Kisah supremasi kulit putih ini diceritakan dengan gaya humoris dalam film ‘Kenapa Harus Bule?’. Film ini cocok bagi Anda yang ingin tertawa lepas, tanpa harus berpikir berat tentang supremasi kulit putih. (*)

Dapatkan pula berita lain terkait film 'Kenapa Harus Bule' di sini.

#Film Baru #Sutradara
Bagikan
Ditulis Oleh

Rina Garmina

Cooking Mama :)

Berita Terkait

Fun
Daftar Lengkap Film dan Serial di Netflix Pekan Pertama Juni 2026, Semua Genre Ada!
Film horor favorit yang paling dinantikan musim ini adalah House on Haunted Hill.
Wisnu Cipto - Selasa, 02 Juni 2026
Daftar Lengkap Film dan Serial di Netflix Pekan Pertama Juni 2026, Semua Genre Ada!
Fun
Tayang di Netflix Mulai 12 Juni, I Am Frankelda Hadirkan Kejutan Fantasi Gelap dari Meksiko
Netflix merilis trailer perdana I Am Frankelda, animasi stop-motion fantasi gelap dari Meksiko garapan Arturo dan Roy Ambriz. Tayang global 12 Juni 2026.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Tayang di Netflix Mulai 12 Juni, I Am Frankelda Hadirkan Kejutan Fantasi Gelap dari Meksiko
Fun
Nostalgia Seru Bocah 80-an, Fans He-Man Jangan Lupa Masters of the Universe Tayang di Bioskop 5 Juni
Film terbaru Masters of the Universe kisah petualangan He-Man tayang di Bioskop 5 Juni 2026. Disutradarai Travis Knight, dibintangi Nicholas Galitzine, Camila Mendes, dan Idris Elba
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Nostalgia Seru Bocah 80-an, Fans He-Man Jangan Lupa Masters of the Universe Tayang di Bioskop 5 Juni
ShowBiz
5 Fakta Film 'Badut Gendong' yang Wajib Diketahui, Penuh Laga dan Mistis
'Badut Gendong' menceritakan tentang sosok Darso, pengamen jalanan yang menggunakan badut gendong menghidupi kebutuhan kesehariannya
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
5 Fakta Film 'Badut Gendong' yang Wajib Diketahui, Penuh Laga dan Mistis
Fun
Neon Koleksi 7 Palme d'Or Lewat “Fjord”, Kukuhkan Status Raja Festival Film Cannes
Berbeda dengan penghargaan Oscar yang menekankan kelayakan rilis komersial, Palme d'Or lebih menitikberatkan pada kekuatan narasi dan visi artistik.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Neon Koleksi 7 Palme d'Or Lewat “Fjord”, Kukuhkan Status Raja Festival Film Cannes
Fun
Fjord Sukses di Festival Cannes Sabet Penghargaan Palme d'Or, Sinopsisnya Bikin Merinding
Film besutan rumah produksi Neon berjudul 'Fjord' sukses mencuri perhatian saat diputar di ajang Cannes Film Festival 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
Fjord Sukses di Festival Cannes Sabet Penghargaan Palme d'Or, Sinopsisnya Bikin Merinding
Fun
Audisi James Bond Dimulai, MGM Studios Gandeng Nina Gold Cari Sosok Penerus Daniel Craig
Amazon MGM Studios resmi memulai audisi James Bond terbaru.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026
Audisi James Bond Dimulai, MGM Studios Gandeng Nina Gold Cari Sosok Penerus Daniel Craig
Fun
The Cop and the Assassin: Aksi Olga Kurylenko Menumpas Bos Kriminal Asia Tenggara
Olga Kurylenko kembali ke layar lebar lewat film aksi thriller The Cop and the Assassin.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
The Cop and the Assassin: Aksi Olga Kurylenko Menumpas Bos Kriminal Asia Tenggara
ShowBiz
Florence Pugh akan Jelajahi Dunia antara Hidup dan Mati di Film 'The Midnight Library'
Florence Pugh akan membintangi The Midnight Library, film fantasi emosional garapan Garth Davis yang diadaptasi dari novel populer karya Matt Haig.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Florence Pugh akan Jelajahi Dunia antara Hidup dan Mati di Film 'The Midnight Library'
Fun
Netflix Adaptasi Novel Laris 'The God of the Woods', Maya Hawke Duet dengan Pemenang Oscar
Netflix adaptasi novel laris The God of the Woods karya Liz Moore
Wisnu Cipto - Senin, 11 Mei 2026
Netflix Adaptasi Novel Laris 'The God of the Woods', Maya Hawke Duet dengan Pemenang Oscar
Bagikan