MerahPutih.com - Bayangkan jika setiap penyesalan dalam hidup bisa dibuka seperti pintu dan seseorang benar-benar dapat masuk ke dalamnya. Itulah dunia yang akan dijelajahi Florence Pugh dalam film terbarunya, The Midnight Library.
Aktris nominasi Oscar tersebut kembali ke layar lebar lewat proyek fantasi emosional yang menjanjikan perjalanan batin mendalam tentang pilihan, kehilangan, dan kemungkinan hidup yang tak terbatas.
Film ini digarap oleh Garth Davis, yang sebelumnya dikenal lewat Lion. The Midnight Library merupakan adaptasi dari novel populer karya Matt Haig dengan judul yang sama. Novel tersebut kerap disebut sebagai “surat cinta untuk kehidupan” karena mengeksplorasi makna pilihan, penyesalan, dan berbagai kemungkinan hidup manusia.
Novel The Midnight Library pertama kali diterbitkan pada 2020 oleh Canongate dan telah terjual lebih dari 15 juta kopi serta diterjemahkan ke dalam 56 bahasa.
Baca juga:
Bong Joon Ho Siapkan Film Animasi ‘Ally’ Tayang 2027, Intip Sinopsisnya
Sinopsis The Midnight Library
Dalam ceritanya, Florence Pugh akan memerankan Nora Seed, seorang perempuan yang mendapati dirinya berada di perpustakaan misterius di antara hidup dan mati.
Di tempat tersebut, Nora diberi kesempatan untuk mencoba berbagai versi kehidupan yang mungkin ia jalani jika dahulu mengambil keputusan berbeda.
Konsep itu membawa penonton pada pertanyaan besar tentang bagaimana satu pilihan kecil dapat mengubah seluruh arah hidup seseorang.
Baca juga:
Heretiks Tayang Perdana di Festival Cannes, Film Horor Paling Ditunggu 2026
Proyek ini diproduksi oleh Studiocanal bersama Blueprint Pictures, dua rumah produksi yang sebelumnya telah beberapa kali bekerja sama. Hak adaptasi novel telah mereka peroleh, sementara skenario film ditulis oleh Laura Wade dan Nick Payne. Matt Haig juga turut terlibat dalam proyek ini sebagai produser eksekutif.
Rencananya, proses pra-produksi film akan dimulai pada musim gugur tahun ini, sementara syuting dijadwalkan berlangsung pada awal 2027.
Film tersebut nantinya akan dirilis secara teatrikal oleh Studiocanal di berbagai wilayah, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, dan Selandia Baru.
Garth Davis menyebut proyek ini sebagai kolaborasi yang sangat personal. Ia mengaku antusias bisa kembali bekerja dengan Florence Pugh dan mengangkat kisah yang menurutnya emosional sekaligus penuh makna tentang kehidupan manusia dan pilihan-pilihan yang membentuknya. (Tka)

