MerahPutih.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengungkapkan bahwa sebagian besar anak Indonesia tidak suka dengan kegiatan belajar di rumah. Temuan itu berdasarkan survei yang digelar kementerian yang dipimpin I Gusti Ayu Bintang ini.
"58% anak punya perasaan yang tidak menyenangi selama menjalani kegiatan belajat di rumah, karena mereka sulit untuk berinteraksi dengan teman-temannya," kata Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N Rosalin dalam konfrensi pers, di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (11/4).
Baca Juga
Jokowi Pastikan Penghapusan Ujian Nasional Sudah Dikaji secara Matang
Hasil survei itu juga menyebutkan, bahwa anak berharap para guru tidak banyak memberikan tugas ketika penerapan belajar di rumah. Selain itu, para anak berharap terdapat komunikasi dua arah selama penerapan belajar di rumah.
"Kemudian anak juga berharap, penyediaan akses internet beserta perangkat yang mumpuni, dan ada penyediaan ebook edukasi dan video kreatif," ungkap Lenny.
Selain belajar di rumah, Lenny juga menyebut, sebagian besar anak memperoleh informasi terkait COVID-19 dari platform internet.
"70% anak mempercayai bahwa informasi yang mereka terima adalah valid, dan 73% anak menganggap informasi yang mereka teruma sudah cukup informatif," ujarnya.
Di samping itu, sebagian anak merasa pola hidup bersih yang digaungkan untuk menangkal penyebaran COVID-19 berpengaruh pada kebiasaan anak. Namun, sebagian merasa bahwa kondisi di lingkungan anak masih tidak patuh terhadap gerakan physical distancing.
Baca Juga
"98% anak merasa bahwa Covid-19 berpengaruh terhadap pada kebiasaan dan pola hidup mereka yang sehat, dan 74% anak melihat bahwa kondisi dilingkungan di sekitar mereka masih banyak yang keluar rumah," kata Lenny.
Survei ini dilakukan terhadap anak yang tergabung dalam Forum Anak Nasional atau FAN, yang tersebar di 29 provinsi. Pengumpulan data ini, dilakukan terhadap anak yang berusia di bawah 18 tahun.
Pengambilan data dilakuan pada 26 maret sampai 29 maret 2020. (Pon)

