Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kementerian PPPA: Mayoritas Anak Tidak Senang Belajar di Rumah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 11 April 2020
Kementerian PPPA: Mayoritas Anak Tidak Senang Belajar di Rumah

Seorang siswa mengerjakan tugas sekolah dari rumah. ANTARA/Evy R. Syamsir

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengungkapkan bahwa sebagian besar anak Indonesia tidak suka dengan kegiatan belajar di rumah. Temuan itu berdasarkan survei yang digelar kementerian yang dipimpin I Gusti Ayu Bintang ini.

"58% anak punya perasaan yang tidak menyenangi selama menjalani kegiatan belajat di rumah, karena mereka sulit untuk berinteraksi dengan teman-temannya," kata Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N Rosalin dalam konfrensi pers, di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (11/4).

Baca Juga

Jokowi Pastikan Penghapusan Ujian Nasional Sudah Dikaji secara Matang

Hasil survei itu juga menyebutkan, bahwa anak berharap para guru tidak banyak memberikan tugas ketika penerapan belajar di rumah. Selain itu, para anak berharap terdapat komunikasi dua arah selama penerapan belajar di rumah.

"Kemudian anak juga berharap, penyediaan akses internet beserta perangkat yang mumpuni, dan ada penyediaan ebook edukasi dan video kreatif," ungkap Lenny.

Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Idi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Selasa (17/3/2020). Pemerintah Aceh telah mengeluarkan kebijakan meliburkan seluruh sekolah untuk mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kecuali pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang tetap berlangsung sesuai jadwal. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ama.
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Idi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Selasa (17/3/2020). Pemerintah Aceh telah mengeluarkan kebijakan meliburkan seluruh sekolah untuk mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kecuali pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang tetap berlangsung sesuai jadwal. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ama.

Selain belajar di rumah, Lenny juga menyebut, sebagian besar anak memperoleh informasi terkait COVID-19 dari platform internet.

"70% anak mempercayai bahwa informasi yang mereka terima adalah valid, dan 73% anak menganggap informasi yang mereka teruma sudah cukup informatif," ujarnya.

Di samping itu, sebagian anak merasa pola hidup bersih yang digaungkan untuk menangkal penyebaran COVID-19 berpengaruh pada kebiasaan anak. Namun, sebagian merasa bahwa kondisi di lingkungan anak masih tidak patuh terhadap gerakan physical distancing.

Baca Juga

BNSP: Ujian Nasional 2020 Dihapus

"98% anak merasa bahwa Covid-19 berpengaruh terhadap pada kebiasaan dan pola hidup mereka yang sehat, dan 74% anak melihat bahwa kondisi dilingkungan di sekitar mereka masih banyak yang keluar rumah," kata Lenny.

Survei ini dilakukan terhadap anak yang tergabung dalam Forum Anak Nasional atau FAN, yang tersebar di 29 provinsi. Pengumpulan data ini, dilakukan terhadap anak yang berusia di bawah 18 tahun.
Pengambilan data dilakuan pada 26 maret sampai 29 maret 2020. (Pon)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan