Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kemelu Diminta Lebih Cekatan Lindungi WNI di Luar Negeri dari Ancaman COVID-19

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2020
Kemelu Diminta Lebih Cekatan Lindungi WNI di Luar Negeri dari Ancaman COVID-19

Seorang TKI yang dideportasi dari Malaysia dan sedang sakit berada di penampungan Rusunawa Nunukan. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha memastikan pihaknya menyetujui kebijakan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dari luar negeri secara mandiri.

"Mereka perlu didata dan diinformasikan keberadannya kepada keluarganya di Indonesia;" kata Syaifullah dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Baca Juga:

Dites Corona, Begini Kondisi Anak Buah Moeldoko

Syaifullah menyebut, ada tiga kluster besar penanganan WNI di luar negeri di tengah pademi COVID-19 yang sedang dihadapi. Pertama, keberadaan dan kepulangan WNI di Malaysia. Kedua, kembalinya anak buah kapal (ABK) WNI dari seluruh dunia. Ketiga, jamaah tabligh asal Indonesia di India. Dimana saat ini ada sekitar 62 kelompok jamaah tabligh dari tanah air yang terjebak di India.

Ada juga WNI yang sedang melakukan perjalanan di luar negeri. Ketika lockdown, mereka tidak bisa pulang. DPR meminta semua Kedutaan Besar RI (KBRI) maupun Konsulat Jenderal RI (KJRI) di semua negara bisa menampung warga Indonesia yang sedang melakukan perjalanan itu.

"Disamping pelajar dan mahasiswa," terang Syaifullah.

Kegiatan WNI yang berada di Pusat Karantina di Lahore, Pakistan. (HO-KBRI Islamabad)
Kegiatan WNI yang berada di Pusat Karantina di Lahore, Pakistan. (HO-KBRI Islamabad)

Politikus PPP ini meminta para WNI mendatangi KBRI maupun KJRI yang ada di berbagai negara untuk mendapatkan batuan pemerintah.

"Sebab, Kemenlu sudah menyiapkan dana sebesar Rp100 miliar untuk bisa dipergunakan memenuhi kebutuhan WNI di luar negeri yang mengalami persedian makanan terbatas," terang Syaifullah.

Baca Juga:

Batuk Depan Polisi dan Ancam Tularkan Corona, Seorang Pria Dijebloskan ke Penjara

Ia mendesak KBRI dan KJRI jharus melindungi WNI dari potensi rasisme di Eropa dan Amerika. ''Karena telah muncul fenomena rasisme terhadap orang-orang yang berwajah Asia," tutup Syaifullah. (Knu)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan