Kemarau Bakal Datang Lebih Awal, Pemprov Jakarta Belum Persiapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Kemarau Bakal Datang Lebih Awal, Pemprov Jakarta Belum Persiapkan Operasi Modifikasi Cuaca

BNPB gelar modifikasi cuaca di Jabodetabek. Foto: Dok. BNPB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - BMKG memprediksi musim kemarau 2026 berpotensi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia. Sejumlah daerah bahkan mulai menunjukkan tanda-tanda peralihan musim dengan kondisi cuaca yang lebih cerah dan suhu udara terasa lebih panas.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi cuaca Jakarta yang alami panas terik beberapa waktu belakangan ini, di tengah ibadah bulan suci Ramadan 2026.

Pramono menyebut telah mendapat informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca panas yang melanda Indonesia jelang penghujung musim hujan. Ia menyebut dalam waktu dekat hujan akan kembali turun di Jakarta.

"Untuk menghadapi Idulfitri, memang data BMKG menunjukkan sebelumnya itu cuacanya panas. Tetapi pada saat Idulfitri ada kemungkinan curah hujan menengah," kata Pramono di Jakarta, Selasa (17/3).

Baca juga:

66 Persen Wilayah di Jabar Akan Alami Awal Kemarau Lebih Cepat

Pramono menilai, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mempercepat pembentukan awan hujan atau hujan buatan di Jakarta belum memiliki urgensi untuk dilakukan saat ini.

"Jakarta masih belum memerlukan dibuat hujan buatan," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani mengatakan sebagian wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap sejak April.

BMKG juga mencatat suhu udara maksimum di wilayah Jakarta mencapai angka cukup tinggi. "Dalam beberapa hari terakhir suhu Udara maksimum yang terukur di wilayah Jakarta mencapai 35.4 derajat celsius, tepatnya di wilayah Jakarta Timur," ucap Ida.

BMKG memperkirakan kondisi suhu udara yang terasa panas masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada siang hari saat tutupan awan berkurang. Meski begitu, ia menekankan sebagian besar wilayah Indonesia saat ini masih berada pada fase akhir musim hujan atau masa transisi menuju kemarau.

"Secara umum sebagian besar wilayah Indonesia saat ini masih berada pada periode akhir musim hujan atau masa transisi menuju musim kemarau, sehingga potensi pembentukan awan masih cukup tinggi yang pada waktu tertentu dapat mengurangi pemanasan atau radiasi yang mencapai permukaan," pungkasnya. (Asp)

#Kemarau #Musim Kemarau #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Titik Panas Karhutla di Sumatera Melonjak, Ada 2.259 Titik
BMKG menyampaikan dengan kondisi asap yang masih tebal di Riau, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 26 menit lalu
Titik Panas Karhutla di Sumatera Melonjak, Ada 2.259 Titik
Indonesia
Rabu (7/10), Jakarta Diperkirakan Hujan Ringan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut awan tebal menyelimuti wilayah Jakarta sejak pagi hari.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
Rabu (7/10), Jakarta Diperkirakan Hujan Ringan
Indonesia
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi pada Selasa pukul 04.40 WIB atau 05.40 WITA.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, NTT
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Senin 5 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia, Waspada Gelombang Tinggi dan Banjir Rob
Sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (5/10) diprediksi didominasi hujan ringan dan berawan.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Senin 5 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia, Waspada Gelombang Tinggi dan Banjir Rob
Indonesia
BMKG: Hujan hingga Gelombang Tinggi Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan pada Minggu (4/10).
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
BMKG: Hujan hingga Gelombang Tinggi Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini
Indonesia
Sedikit Hujan, BMKG Prakirakan Indonesia Berawan pada Sabtu (3/10)
Cuaca berawan juga berpotensi terjadi di Kota Kupang, Mamuju, Mataram, Palu, Pangkalpinang, Semarang, Sofifi, dan Yogyakarta.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Sedikit Hujan, BMKG Prakirakan Indonesia Berawan pada Sabtu (3/10)
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Mayoritas Kota Besar Indonesia Jumat 2 Oktober
BMKG memprakirakan mayoritas kota besar Indonesia diguyur hujan Jumat, 2 Oktober 2026. Waspadai hujan petir, gelombang tinggi hingga 4 meter dan banjir rob.
Frengky Aruan - Jumat, 02 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Mayoritas Kota Besar Indonesia Jumat 2 Oktober
Indonesia
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
BMKG memprediksi musim hujan Jawa Tengah 2026-2027 dimulai November. El Nino kuat dan IOD positif diperkirakan membuat musim hujan mundur.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
Indonesia
Awas Cuaca Ekstrem! Prakiraan Cuaca Indonesia 2-5 Oktober 2026 dan Peringatan Dini BMKG
Cek prakiraan cuaca Indonesia 2-5 Oktober 2026. BMKG rilis peringatan dini cuaca ekstrem, hujan lebat, dan dampak kemarau. Siapkan dirimu sekarang!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026
Awas Cuaca Ekstrem! Prakiraan Cuaca Indonesia 2-5 Oktober 2026 dan Peringatan Dini BMKG
Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Bagikan