MerahPutih Megapolitan - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengatakan bahwa dirinya usai menghadiri undangan dari keluarga Proklamator Indonesia Mohammad Hatta. Kedatangan Prijanto bersama 20 organisasi itu sekaligus untuk mempertanyakan pemberian Bung Hatta Anti-Corruption Award kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada tahun 2013 lalu.
"Baru saja saya menghadiri undangan dari keluarga Bung Hatta. Ada 20 organisasi ke sana. Karena 20 organisasi ini sangat menyayangkan banget kalau Bung Hatta Anti-Corruption Award itu diberikan kepada Ahok," ujar Prijanto saat ditemui di diskusi "Tolak Ahok, Tolak Pemimpin Kafir?" di Gedung Joang, Jalan Menteng Raya 31, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/8).
Prijanto menjelaskan, dirinya sangat mengagumi Bung Hatta. Ia merasa kurang tepat bila penghargaan tersebut diberikan kepada Ahok. Sosok Bung Hatta sangat bersih, jujur, beradab dan memiliki nasionalisme yang tinggi. Sedangkan Ahok sebaliknya.
"Keluarga Bung Hatta tidak merasa nyaman bila nama Bung Hatta dilekatkan kepada Ahok," tuturnya.
Menurut Prijanto, keluarga Bung Hatta mengaku tidak pernah dilibatkan dalam penilaian hingga pemberian Bung Hatta Anti-Corruption Award tersebut. Penilaian itu, kata dia, dilakukan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).
"Ternyata pemberian award itu bukan dari keluarga Bung Hatta. Tapi yang jelas itu dari ICW, salah satunya Teten Masduki," ujar Prijanto.
Prijanto melanjutkan, keluarga Bung Hatta merasa sangat kecewa bila tidak dilibatkan. Mereka sangat tidak setuju bila Ahok mendapatkan penghargaan tersebut.
"Keluarga Bung Hatta, perlu saya sampaikan, tidak pernah dilibatkan untuk menilai siapa yang harus diberikan award itu," imbuhnya. (Abi)
BACA JUGA:
- Bachtiar Nasir: Ada Kekuatan Besar Dibalik Saktinya Gubernur Ahok
- Prijanto Tantang Ahok Taruhan Rp1 Miliar
- Kader Internal Golkar Tidak Setuju, Ahok Gak Mau Ambil Pusing
- Ahok Membolehkan PKL Berjualan di Trotoar dan Taman, Tapi?
- Golkar Belum Tahu Calon Pendamping Ahok di Pilkada DKI 2017

