MerahPutih.com - Setelah hampir satu dekade mengolah karya yang lahir dari nuansa gelap dan eksplorasi makna kengerian malam, unit horror metal punk asal Jakarta, Kelelawar Malam, kembali dengan album penuh terbaru bertajuk Kesurupan.
Sebagai album ketiga, Kesurupan menghadirkan pendekatan yang lebih reflektif dibanding rilisan sebelumnya. Proses kreatif panjang tersebut terwujud dalam delapan trek yang saling terhubung secara tematik, mengangkat isu mistisisme, spiritualitas manusia, euforia kegelapan, hingga perenungan tentang kematian.
Lirik-lirik bernuansa sinematik turut memperkuat daya tarik album ini. Kesurupan tidak hanya menjadi karya yang didengar, tetapi juga pengalaman emosional yang dapat dirasakan secara mendalam oleh para pendengarnya.
Baca juga:
Pamungkas Rilis 'Berapa Kali Kita Akan Saling Memaafkan', Lagu Pembuka Album Keenam
Dari sisi musikal, kekuatan Kesurupan tidak hanya terletak pada lirik dan atmosfernya, tetapi juga pada komposisi yang lebih dinamis. Riff yang primal, melodi yang mudah melekat, serta karakter vokal yang semakin kaya—diarahkan oleh Tanya Ditaputri—membangun suasana horor eksistensial yang kuat dan memikat.
Pendekatan musikal yang bebas dan eksploratif menjadikan album ini sebagai pengalaman sonik metal punk yang berbeda, sekaligus mempertegas identitas Kelelawar Malam di tengah perkembangan skena musik independen.
Baca juga:
Good Kid Rilis Album Debut ‘Can We Hang Out Sometime?’, Angkat Tema Koneksi dan Relasi
Lewat Kesurupan, Kelelawar Malam tidak sekadar tampil sebagai band bertema horor. Mereka berkembang menjadi pencerita kegelapan urban yang mengangkat keresahan manusia melalui perpaduan mitos lokal dan kritik sosial.
Album ini juga menjadi penanda fase baru dalam perjalanan Kelelawar Malam sejak terbentuk pada 2007—sebuah transformasi dari “Jalan Gelap” menuju pengalaman musikal yang semakin intens dan “kesurupan”. (Far)