Kekuatan Ilmuwan Cilik Buat Ngilmu di Negeri Aing

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 28 Juli 2021
Kekuatan Ilmuwan Cilik Buat Ngilmu di Negeri Aing

Ilmuwan cilik negeri aing. (Foto: Unsplash/Robert Collins)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TUGAS sekolah di Negeri Aing beragam. Menariknya, pelajar SD pun sudah di kasih tugas sekolah yang mengarah ke proyek seorang ilmuwan. Ya, pelajar SD sudah seperti ilmuwan cilik saat menyelesaikan tugas sekolah ini.

Kebanyakan tugas sekolah ilmuwan cilik ini ada pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Inilah proyek ilmuwan cilik di Negeri Aing yang sering jadi tugas sekolah, misalnya:

Baca juga:

Keunikan Ngilmu di Negeri Aing, Siswa Pulau Dewata Sekolah Pakai Pakaian Adat

1. Proyek Biji Kecambah

Proyek Biji Kecambah adalah tantangan pertama untuk ilmuwan cilik. (Foto: Unsplash/Markus Spiske)

Pertama, proyek Biji Kecambah. Proyek ini sebagai tantangan permulaan anak-anak meraih nilai, dan menjadi ilmuwan cilik. Persiapannya mulai dengan gelas air mineral yang dipotong, kapas, dan biji kacang hijau.

Sekilas mudah, tapi permasalahannya adalah biji kecambah tumbuh berdasarkan penerimaan cahaya. Serta butuh kesabaran tinggi menunggu biji kecambah. Salah satunya adalah menghitung hari sampai seminggu, serta jangan diberikan terlalu banyak air. Maklum bawahnya kapas, bukan tanah.

Tumbuh lurus adalah impian anak-anak yang menjalani proyek biji kecambah. Akan tetapi, biji kecambah memiliki cara tersendiri terhadap hasil yang diinginkan anak-anak. Jadi, jangan heran bila biji kecambah tidak lurus sempurna atau tidak tumbuh sama sekali.

Karena menjadi ilmuwan adalah belajar dari kesalahan, cari kekurangan, lalu lakukan lagi sampai berhasil. Untuk anak-anak, proyek biji kecambah menolong anak mengenal biji-bijian yang ditanam. Jenisnya dan cara perawatan sampai tumbuh membesar. Proyek biji kecambah menambahkan ilmu dan kreativitas pada anak-anak SD.

2. Kliping Tulang Daun

Penyusunan daun tidak dapat dilakukan sembarangan. (Foto: Unsplash/Jaimie Phillips)


Tugas ini sejatinya adalah tugas individu, tapi tidak dilarang juga bekerja bersama-sama. Yang terpenting koleksi daun-daun sudah lebih dahulu diamankan, sehingga laporan sudah dapat dibuat.

Pengumpulan daun tidak mudah. Kalau keluarga yang bersangkutan tidak merawat tanaman apapun, mau tidak mau harus berburu di rumah teman (hunting).

Minta izin, pakai masker, dan sediakan catatan serta plastik untuk menyimpan daun. Terkesan ribet, tapi layak dicoba untuk mendapatkan nilai bagus, atau setidaknya standar minimal.

Fungsi tugas ini adalah belajar mengenal fungsi keseluruhan daun, dan menguasai perbedaan jenis daun. Menjelang waktu pengumpulan, ada baiknya mengecek apakah laporan masuk dalam tas, beserta konten laporan versi lengkap. Karena saat laporan ketinggalan, itu menjadi malapetaka pada nilai. Lalu, untuk laporan kliping yang diterima, layak disimpan. Fungsinya menjadi bocoran ujian akhir mata pelajaran IPA.

Penyusunan daun tidak dapat dilakukan sembarangan. Nilai bagus hanya diberikan saat siswa menyusun daun-daun segar dan teknik laminating kliping rapi.

Itu fungsinya tukang fotokopi, supaya anak-anak dapat minta pertolongan. Serta meminta bantuan orang tua mengklipingkan laporan. Karena nilai akan berkurang, kendati daun-daun rapi tersusun.

3. Kenalan dengan Pohon Mangga

Bukan dimakan buahnya, melainkan dicangkok oleh anak-anak SD. (Foto: Unsplash/Rajendra Biswal)


Pohon mangga dan buahnya, sudah menjadi langganan anak-anak sekolah dasar (SD). Bukan untuk dimakan buahnya, melainkan dicangkok oleh anak-anak SD. Ini disebut proyek cangkok mangga. Fungsinya untuk memahami pembelajaran tematik, dan mengenai perawatan tumbuhan melalui cangkokan. Selanjutnya, anak-anak mendapat pengalaman cara benar dalam mencangkok tanaman, terutama mangga.

Baca juga:

Aku Belajar Gaya Hidup Minimalis di Masa Pandemi

Prestasi akan selalu diingat saat kelompok berhasil tumbuhkan pohon mangga berukuran besar. Foto untuk kenangan, dan pamer ke teman-teman saat reuni-an. Untuk yang gagal, ambil foto, pelajari kesalahan dan ulang lagi sampai berhasil. Setelah berhasil, foto, dan pamerkan ke teman.

4. Dua Rangkaian Listrik buat Otak Mendidih

(Foto 4) Rangkaian listrik adalah jalur yang mengalirkan arus listrik menuju saklar, lalu ke lampu. (Foto: Unsplash Brands&People)


Rangkaian listrik paralel dan seri adalah pelajaran yang tak terpisahkan dari IPA, tapi membuat otak mendidih anak-anak SD.

Rangkaian listrik adalah jalur tertentu supaya elektron dapat mengalir dari arus listrik menuju saklar, lalu berakhir pada lampu. Bagian seri berciri sejajar atau bersebelahan, sedangkan paralel disusun secara bertingkat atau bercabang. Peralatan listrik di rumah menerapkan fungsi paralel, yaitu saat dimatikan satu lampu, lampu lainnya tidak mati.

Rangkaian seri dapat ditemukan di lampu hias pohon natal, alun-alun atau taman kota, setrika listrik, kulkas, dan lampu penerangan jalan tol. Rangkaian paralel dan seri memiliki persiapan, sehingga saat mencobanya dirimu akan seperti Thomas Alfa Edison kecil. Baterai besar, kabel, dan bohlam lampu mini adalah amunisi, sehingga ada baiknya manfaatkan seluruh peralatan.

Karena ujian rangkaian listrik menjadi momok yang bikin anak jadi tegang, sehingga disarankan orang tua dapat membimbing sang ilmuwan kecil.

5. Telepon Kaleng

Telepon kaleng adalah komunikasi anak sebelum ponsel pintar dan gawai _ Unsplash Muhammad Syahid Abdillah


Ini bukanlah ujian, melainkan permainan yang menghiasi masa-masa kecil, terutama untuk anak-anak SD. Telepon kaleng tidak membutuhkan banyak perlengkapan, sehingga cukup benang nilon dan kaleng yang dilubangi.

Selanjutnya, telepon kaleng berkembang menjadi praktik perambatan bunyi. Siswa-siswa dibagi berkelompok dua orang, tapi tak perlu khawatir. Karena sudah terbiasa saat bermain, jadi merakit telepon kaleng cukup tutup mata saja.

Telepon kaleng adalah media komunikasi anak-anak, sebelum kehadiran ponsel pintar dan perangkat gawai. Kelebihan telepon kaleng adalah tidak membutuhkan pulsa, sehingga obrolan lebih diutamakan.

Momen menyenangkan untuk anak-anak sekolah dasar melakukan praktik ala ilmuwan. Bila ditekuni dan dipelajari sampai jenjang lebih tinggi, kesempatan menjadi ilmuwan sejati di Negara Aing terbuka lebar. (bed)

Baca juga:

Mengapa Guru Lebih Terkenang Murid Bandel Saat Berstatus Alumnus

#Game #Teknologi #Juli Ngilmu Di Negeri Aing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
Vivo X500 Series Resmi Dikonfirmasi Meluncur September 2026, Fokus ke Kamera Cinematic
Vivo X500 Series dikonfirmasi rilis September 2026. HP ini berfokus pada kamera cinematic.
Soffi Amira - Senin, 24 Agustus 2026
Vivo X500 Series Resmi Dikonfirmasi Meluncur September 2026, Fokus ke Kamera Cinematic
Tekno
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Telefoto 3x Kabarnya Bakal Dihapus?
Samsung Galaxy S27 Ultra kabarnya menghilangkan kamera telefoto 3x. Bocoran ini diungkapkan oleh Ice Universe.
Soffi Amira - Senin, 24 Agustus 2026
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Telefoto 3x Kabarnya Bakal Dihapus?
Tekno
POCO F9 Ultra Muncul di Geekbench, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan RAM 16GB
POCO F9 Ultra muncul di Geekbench. HP tersebut akan membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan RAM 16GB.
Soffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
POCO F9 Ultra Muncul di Geekbench, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan RAM 16GB
Tekno
Vivo X500 Pro Terungkap Jelang Rilis, Bawa Desain Kamera Baru dan Chip 2nm
Vivo X500 Pro bocor menjelang perilisan September 2026. Hal itu terungkap setelah ada syuting iklan.
Soffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
Vivo X500 Pro Terungkap Jelang Rilis, Bawa Desain Kamera Baru dan Chip 2nm
Tekno
POCO M8x 5G Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.900 mAh dan Snapdragon 4 Gen 5
POCO M8x 5G resmi meluncur di India. HP ini membawa baterai 7.900 mAh dan Snapdragon 4 Gen 5.
Soffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
POCO M8x 5G Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.900 mAh dan Snapdragon 4 Gen 5
Tekno
Redmi 17 Ternyata Dibekali Lampu RGB, Bisa Jadi Penanda Notifikasi hingga Charging
Redmi 17 dilengkapi fitur Backlight Indicator. Fitur tersebut menjadi penanda notifikasi hingga timer kamera.
Soffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
Redmi 17 Ternyata Dibekali Lampu RGB, Bisa Jadi Penanda Notifikasi hingga Charging
Tekno
Redmi 17 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Baterai 7.500 mAh dan Harga Mulai Rp 2,8 Jutaan
Redmi 17 resmi meluncur di Indonesia. HP ini membawa baterai jumbo 7.500 mAh dan bisa memutar video selama 28 jam.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Redmi 17 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Baterai 7.500 mAh dan Harga Mulai Rp 2,8 Jutaan
Tekno
Samsung Galaxy S26 FE Diprediksi Meluncur 27 Agustus 2026, Intip Harga dan Spesifikasinya
Samsung Galaxy S26 FE diprediksi meluncur 27 Agustus 2026. Kini, bocoran spesifikasi dan harganya mulai bocor.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Samsung Galaxy S26 FE Diprediksi Meluncur 27 Agustus 2026, Intip Harga dan Spesifikasinya
Tekno
Daftar HP Xiaomi yang Dapat HyperOS 4 dan UI Soft Light Glass, Ada Xiaomi 13 hingga Redmi K70
HyperOS 4 membawa tampilan Soft Light Glass, yang mirip dengan Apple. Berikut HP Xiaomi yang kebagian efeknya.
Soffi Amira - Rabu, 19 Agustus 2026
Daftar HP Xiaomi yang Dapat HyperOS 4 dan UI Soft Light Glass, Ada Xiaomi 13 hingga Redmi K70
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kantongi Sertifikasi 3C, Bawa Fast Charging 100W dan Kamera 200MP
Xiaomi 18 Pro kini sudah mengantongi sertifikasi 3C. HP ini akan membawa fast charging 100W dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Rabu, 19 Agustus 2026
Xiaomi 18 Pro Kantongi Sertifikasi 3C, Bawa Fast Charging 100W dan Kamera 200MP
Bagikan