Kejadian Halloween Korsel dan Jembatan Ambruk di India karena Lemahnya Otoritas

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 31 Oktober 2022
Kejadian Halloween Korsel dan Jembatan Ambruk di India karena Lemahnya Otoritas

Tim penyelamat bekerja di lokasi di mana puluhan orang terluka akibat terinjak-injak saat festival Halloween di Seoul, Korea Selatan, (30/10/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-ji/aww.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beberapa hari ini, dunia dihebohkan dengan peristiwa besar bencana non-alam di dua negara yang menewaskan ratusan jiwa.

Pertama pesta Halloween di distrik Itaewon, Seoul, Korea Selatan yang menewaskan 154 orang karena berdesakan akibat membeludaknya pengunjung. Kedua ambruknya jembatan gantung di Gujarat, India, sedikitnya 132 orang meninggal.

Pengamat sosial Universitas Indonesia (UI) Rissalwan Habdy Lubis mengatakan, dua peristiwa tersebut terjadi dikarenakan masih lemahnya pengawasan dari pihaknya yang bertanggung jawab, baik itu pemerintah, panitia penyelenggara, maupun aparat keamanan.

Baca Juga:

Korsel Tetapkan Masa Berkabung Nasional Atas Tragedi Pesta Helloween di Itaewon

"Berkumpulnya orang-orangnya itu, harus dikendalikan oleh otoritas," kata Lubis saat dihubungi Merahputih.com, Senin (31/10).

"Dari berbagai berita, (kejadian) itu melebihi kapasitas," terang dia.

Untuk menghindari hal tersebut tak terulang lagi, menurut Lubis, harus ada pembatasan pengunjung dalam suatu event. Serta adanya perlakuan tegas dari keamanan dan penyelenggara agar tak terjadi penumpukan yang menimbulkan bahaya.

"Yang pertama membatasi orang dalam sewajarnya yah, tidak perlu lagi kita menjaga jarak, tapi ada kapasitas yang harus dibatasi," jelasnya.

"Maksimal itu harus benar-benar maksimal. Kalau perlu di bawah 20 persen maksimal tidak perlu 50 persen. Yang penting dia di bawah maksimal, maksimal tuh di bawah maksimal, jadi masih ada ruang," lanjutnya.

Baca Juga:

Jokowi Ingatkan Gaji PMI Korsel di Atas Menteri, Pulang Bisa Beli Rumah

Menurut dia, peran aparat keamanan paling diandalkan dalam kegiatan keramaian ini. Jangan sampai tidak tegas dengan panitia atau pengunjung, bila kapasitas sudah melebihi.

"Yang kedua antisipasi massa yang besar tadi itu, aparat yang berwenang harus bisa mengendalikan, sehingga orang-orang tidak terjerumus ke dalam bencana dan bahaya. Saya kira gitu," paparnya.

Lubis berpandangan, membludaknya event Halloween itu lantaran masyarakat sudah haus akan hiburan, di mana selama kurang lebih dua tahun dibatasi atau bahkan dilarang karena COVID-19.

"Jadi dari yang sebelumnya dibatasi, sudah ada keberanian untuk kumpul-kumpul di tempat dengan banyak orang," pungkasnya. (Asp)

Baca

#Korea Selatan #India
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
Nama Shin Tae-yong di Taman Sepak Bola Shin Tae-yong, Yeongdeok, Korea Selatan, terancam diubah setelah muncul permintaan peninjauan menyusul sanksi KFA.
Frengky Aruan - Kamis, 24 September 2026
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
ShowBiz
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Sang calo membeli 8.967 tiket pertunjukan dan acara olahraga populer pada September 2018 hingga April tahun ini.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Dunia
Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Remaja itu membawa perangkat radio yang diduga digunakan untuk mendengarkan komunikasi penerbangan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Dunia
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Para pemimpin BRICS juga menyatakan “komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah”.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Indonesia
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo menjadi bentuk perhatian dan apresiasi bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Indonesia
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
KTT ke-18 BRICS berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12-13 September 2026, di bawah keketuaan India.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
Dunia
Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Keikutsertaan Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Jakarta dalam kerja sama multilateral, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan negara-negara berkembang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
 Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Lifestyle
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Halal Pavilion kembali hadir dalam JIPREMIUM 2026 dengan menghadirkan produk-produk asal Korea Selatan, termasuk makeup yang telah tesertifikasi halal.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Indonesia
Kapal Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kapal tunda terbalik di Busan, Korea Selatan, menewaskan satu awak. Dua ABK WNI ikut jadi korban, satu selamat, satu masih hilang.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Kapal  Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Bagikan