Kedung Pengilon, Wisata Alternatif Asyik di Bantul

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 04 Februari 2017
 Kedung Pengilon, Wisata Alternatif Asyik di Bantul

Kedung Pengilon, Bantul, Yogyakarta (MP/Fredy Wansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Yogyakarta menyimpan banyak pesona alam yang menakjubkan. Mulai dari pesona pantainya, pegunungannya, hingga bebatuan goa. Namun, dari sekian banyak pesona wisata itu, ternyata masih banyak lagi objek-objek wisata alam yang jarang terjamah wisatawan.

Salah satunya ialah Kedung Pengilon. Objek wisata ini berada di Dusun Petung, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Kedung Pengilon bisa menjadi alternatif tujuan wisata Anda. Nah, tempat ini bisa menjadi destinasi wisata alternatif jika jalan-jalan ke Yogyakarta.

Airnya jernih. Tampak dari kejauhan, seluruh air yang tertampung di Kedung Pengilon berwarna hijau. Hal ini karena lokasi di sekitarnya ditumbuhi tanaman yang masih asri.

Selain karena airnya yang jernih, warna kolam yang begitu cantik juga dihasilkan dari dasar kolam berupa batu putih, dan kedalamannya yang sekitar 5 hingga 8 meter. Dengan air yang jenih dan bersih, menjadikan kegiatan bermaian air dan berenang favorit para pengunjung.

Kedung Pengilon, Bantul
Kedung Pengilon, Bantul (MP/Fredy Wansyah)

Di beberapa tepiannya dibentengi tebing yang tidak begitu tinggi. Tebing tersebut bisa menjadi tempat meluncur untuk terjun bebas ke kolam. Hm, lumayan untuk memcu nyali

Bagi yang tidak bisa berenang, warga sekitar menyewakan ban. So, wisatawan bisa menikmati alam air Kedung Pengilon dengan ban sewaan. Harganya murah, hanya Rp3.000 per bannya.

Jika enggan bermain air, bersantai sembari menikmati keindahan Kedung Pengilon juga menjadi hal yang menyenangkan. Di sekitarnya banyak tumbuhan atau tanaman yang menyejukkan mata. Cukup indah untuk mencuci mata di kawasan pedesaan nan asri.

Pemandangan Kedung Pengilon
Panorama Kedung Pengilon (MP/Fredy Wansyah)

Di sini, wisatawan tidak dipungut biaya masuk alias tanpa pungutan retribusi. Hanya saja, wisatawan diminta biaya parkir di kawasan rumah penduduk. Tarif parkir motor Rp3.000 dan mobil Rp5.000. Artinya karcis masuk kawasan Kedung Pengilon gratis.

Tempat-tempat seperti itu biasanya pengelolaannya belum tertata dengan baik. Akibatnya, wisatawan pun hanya menikmata seadanya. Meski begitu, objek wisatanya menyuguhkan alam yang benar-benar asri karena masih jarang terjamah.

Bagaimana, mau seru-seruan di objek wisata alternatif di Bantul ini?

Artikel ini ditulis berdasarkan liputan Fredy Wansyah, reporter serta kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

#Kedung Pengilon #Air Terjun #Wisata Alam #Wisata Di Yogyakarta #Bantul
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pembubaran Ibadah di Bantul, Kemenag Dukung Langkah Penegak Hukum Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, aksi pembubaran ibadah semestinya dapat dihindari
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Pembubaran Ibadah di Bantul, Kemenag Dukung Langkah Penegak Hukum Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
Indonesia
Insiden Pembubaran Ibadah di Bantul Dinilai Mencederai Kebebasan Beragama
Kombes Ihsan menjelaskan bahwa GMS harus segera melengkapi izin pendirian dan operasional tempat Ibadah.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Insiden Pembubaran Ibadah di Bantul Dinilai Mencederai Kebebasan Beragama
Indonesia
Wisata Ranu Regulo Kaki Semeru Ditutup Imbas Cuaca Ekstrem, Ratusan Wisatawan Terdampak
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terpaksa menutup sementara kawasan wisata Ranu Regulo mulai Minggu (8/3) hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Wisata Ranu Regulo Kaki Semeru Ditutup Imbas Cuaca Ekstrem, Ratusan Wisatawan Terdampak
Indonesia
Korban Gempa Pacitan di Bantul Jadi Belasan, Sampai Ada yang Patah Tulang
BPBD Bantul juga mencatat jumlah kerusakan bangunan akibat gempa bertambah menjadi 13 unit
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Februari 2026
Korban Gempa Pacitan di Bantul Jadi Belasan, Sampai Ada yang Patah Tulang
Indonesia
Rumah-Rumah di Bantul Rusak Akibat Gempa M 6,4 Pagi Tadi, Warga Terluka Dilarikan ke RS
Gempa besar pernah mengguncang Bantul pada 2006 dengan Magnitudo 6,3 yang menewaskan lebih dari 5.700 orang.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Februari 2026
Rumah-Rumah di Bantul Rusak Akibat Gempa M 6,4 Pagi Tadi, Warga Terluka Dilarikan ke RS
Indonesia
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan keselamatan sementara setelah terjadinya gempa bumi.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Olahraga
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,5 mengguncang Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya pada Selasa (27/1) pada pukul 13.15 WIB.
Frengky Aruan - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Indonesia
Belum Mau Sweeping Produk, Bantul Ajukan Surat Keberatan Merek Anggur Hijau Parangtritis
Kontroversi merek anggur merah Kaliurang dan anggur hijau Parangtritis kian panjang.
Wisnu Cipto - Kamis, 24 April 2025
Belum Mau Sweeping Produk, Bantul Ajukan Surat Keberatan Merek Anggur Hijau Parangtritis
Indonesia
Viral Merek Baru Anggur Hijau Parangtritis, Ormas Keagamaan Bantul Tuntut Larangan Edar
Produk miras baru bernama anggur merah Kaliurang dan anggur hijau Parangtritis viral serta memicu polemik di masyarakat.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 April 2025
Viral Merek Baru Anggur Hijau Parangtritis, Ormas Keagamaan Bantul Tuntut Larangan Edar
Indonesia
Tutup Sejak Awal Tahun, Wisata Gunung Rinjani Kembali Dibuka 3 April
Wisata alam jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani bakal mulai dibuka kembali pada 3 April 2025 setelah sebelumnya ditutup sejak awal 2025 lalu.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Maret 2025
Tutup Sejak Awal Tahun, Wisata Gunung Rinjani Kembali Dibuka 3 April
Bagikan