Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Kategori Khusus K-Pop Belum Direncanakan Grammy Awards

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 27 Mei 2021
Kategori Khusus K-Pop Belum Direncanakan Grammy Awards

K-pop punya peluang untuk memenangkan Grammy Awards. (Foto: Variety)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEORANG pejabat Grammy telah menjelaskan alasan mengapa K-Pop tidak mungkin mendapatkan kategorinya sendiri dalam waktu dekat. Recording Academy yang mempersembahkan ajang tahunan Grammy, terkadang menambahkan kategori baru dalam upacara penghargaan tersebut.

Mengutip ANTARA, beberapa kategori yang ditambahkan termasuk Penampilan Musik Global Terbaik dan Album Musica Terbaik yang diumumkan pada 30 April dan akan diperkenalkan tahun depan pada Grammy Awards ke-64.

Akan tetapi menurut Bill Freimuth, kepala penghargaan di Recording Academy, kategori khusus K-pop tampaknya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat. Sebab, pihaknya merasa sulit untuk mendefinisikan musik Korea dari musik pop biasa sebagai penguat untuk kategorinya sendiri.

“Menurut saya, K-Pop modern benar-benar dimulai pada 1990-an. Mereka mengambil apa yang populer di era itu (seperti R&B dan bubblegum pop) dan menjadikannya milik mereka,” ujar Freimuth mengutip NME.

Baca juga:

Yuk, Lihat lagi Highlight Penampilan Keren Grammy Awards 2021

Kategori Khusus K-Pop Belum Direncanakan Grammy Awards
Proses penambahan kategori baru ‘cukup formal’. (Foto: GRAMMY)

“Apa yang kami dengar dari komunitas adalah bahwa mereka menganggap apa yang mereka ciptakan sebagai musik pop,” imbuhnya.

Selain itu, Freimuth juga menunjukkan bahwa proses penambahan kategori baru ‘cukup formal’. Membutuhkan proposal yang terperinci, beberapa putaran persetujuan, dan ratifikasi oleh komite dan dewan yang berbeda.

Seperti yang juga dicatat oleh Billboard, kategori potensial membutuhkan sekitar 100 pengajuan potensial untuk ‘peluang kuat’ sebagai bahan pertimbangan. Namun, Recording Academy hanya menerima 14 pengajuan K-Pop tahun lalu, jauh di bawah angka yang diharapkan.

Akan tetapi, terlepas dari kategori K-Pop tidak ada, Freimuth mengatakan bahwa Recording Academy senang melihat para musisi K-pop mendapat banyak penghargaan. “Kami menghargai itu bahwa Grammy sangat penting bagi mereka,” ujarnya.

Baca juga:

Nominasi Grammy Awards 2021 Diumumkan, Queen Bey Memimpin

November 2020 lalu, grup idola K-Pop BTS pun meluapkan rasa bahagianya setelah mengetahui mereka masuk dalam nominasi Grammy Awards di kategori penampilan duo atau grup pop terbaik lewat Dynamite. Dengan ini, BTS mencetak sejarah baru sebagai grup K-Pop pertama yang masuk di nominasi Grammy Awards.

Di kategori Best Pop Duo/Group Performance, BTS bersaing dengan Dua Lipa, Bad Bunnny, J. Balvin, dan Tainy (Un Dia), Justin Bieber ft. Quavo (Intentions), Lady Gaga dan Ariana Grande (Rain on Me), dan Taylor Swift ft. Bon Iver (Exile). (and)

Baca juga:

Grammy Awards 2021 yang Perlu Kamu Tahu

#Musik #KPop #Kpop Idol #BTS #Grammy Award
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan