Cerita Taylor Swfit Garap Album ‘Evermore’ dan ‘Folkore’
Swift berhasil merilis dua album saat di masa pandemi. (Foto: Variety)
MASA pandemi COVID-19 bukan menjadi halangan bagi Taylor Swift untuk tetap berkarya. Bagaimana tidak, di situasi sulit ini ia justru merilis dua album, yakni Evermore dan Folklore dalam waktu berdekatan. Baru-baru ini, ia menceritakan tentang kedua albumnya di Apple Music Tuesday bersama Zane Lowe.
Saat menggarap album baru, Swift merahasiakannya kepada publik hingga satu hari sebelum perilisan. Dalam wawancara tersebut, pelantun lagu Love Story ini mengatakan penulisan Folklore dilakukan selama masa karantina. Setelah seminggu rilis, ia merasa masih ingin terus produktif. Lima bulan kemudian, Evermore keluar dan mengejutkan para penggemarnya di seluruh dunia.
“Saya merasa berbeda hari ini dibandingkan dengan yang saya rasakan sehari setelah merilis Folklore karena, bahkan sehari setelah merilis Folklore, Aaron dan saya masih melempar ide dan kami hanya tahu kami akan terus menulis musik,” kata Swift mengutip Variety, Kamis (16/12).
Baca juga:
“Dengan yang satu ini (Evermore), saya memiliki perasaan seperti kesimpulan yang tenang dan keheningan. Ini terjadi karena kami melakukan apa yang diinginkan dan kami semua sangat bangga akan hal itu dan ini terasa sangat menyenangkan,” lanjutnya.
Hampir di setiap lagu di tujuh album studio pertama Swift merupakan bagian dari kisah hidupnya, khususnya dari sisi percintaan. Namun di Folklore, ia tidak lagi menceritakan tentang seseoran ataupun tempat.
Dengan cerita di setiap lagu yang tidak familiar dengan kehidupan pribadinya, Folklore mendapat tanggapan positif dari penggemar dan sukses secara penjualan di minggu pertama. Kabar ini tentu membuat Swift ternyata proyek karantinanya dihargai orang lain.
Baca juga:
Curahan Hati Inspiratif dari Taylor Swift Dikemas Apik dalam Film 'Miss Americana'
“Ada satu poin yang saya dapatkan sebagai penulis yang hanya menulis lagu-lagu yang sangat diaristik dan saya rasa tidak dapat dipertahankan untuk masa depan saya. Jadi apa yang saya rasakan setelah kami mengeluarkan Folklore adalah seperti ‘oh wow, orang-orang juga menyukai ini, hal yang terasa sangat baik untuk hidup saya dan kreativitas saya’,” ujar Swift.
Seperti album sebelumnya, Evermore adalah proyek kolaborasi jarak jauh. Jack Antonoff dan Aaron Dessner bergabung dengan Swift untuk rekaman Folklore, tetapi mereka tidak pernah bersama atau bertemu selama proses pembuatan album.
Evermore dibangun melalui komunikasi virtual antara Justin Vernon dan Taylor Swift. Uniknya, mereka belum pernah bertemu secara langsung. (and)
Baca juga:
'Folklore' Milik Taylor Swift Capai Penjualan Dua Juta Keping
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
'Macam Gila Tour 2026', Langkah Arc Yellow dan Timur Dalam Tembus Asia Tenggara
Canti Rilis Single 'Anggap Aku Ada', Lagu R&B tentang Jarak Emosional dalam Hubungan
Kim Min Seok Perkuat Romansa K-Drama 'Can This Love Be Translated?' lewat Lagu 'Love Language'
'Aku yang Engkau Cari', Lagu Maudy Ayunda yang Lahir dari Dunia 'Para Perasuk'
Asal-Usul Sound Hiwong Hiwong Tong Hiwong yang Viral di Media Sosial
Lagu Lawas 'Cinta Kita' Ramai Muncul di FYP TikTok
'Tak Kancani', Karya Reflektif Ndarboy Genk setelah Berjumpa Sahabat Difabel
Rio Clappy Kembali dengan 'Belia', Lagu tentang Cinta Pertama dan Waktu
Tur Hari Kerja, Bless The Knights Tutup Perjalanan Jakarta Weekdays Tour 2026
BTS Rencanakan Penampilan Comeback di Situs Warisan Budaya, KHS Berikan Izin Bersyarat demi Kenalkan Korea ke Dunia